Berita

Wawancara

WAWANCARA

Tjahjo Kumolo: Kami Tetap Menolak Masuk Koalisi

SELASA, 08 MARET 2011 | 08:27 WIB

RMOL. PDIP tetap bersikap kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro rakyat. Jadi, tidak mungkin menjadi parpol koalisi pendukung pemerintah.

“Posisi politik PDI Perjuangan tetap konsisten, kritis terhadap kebijakan pemerintah yang me­nyimpang dari trisakti dan garis politik PDI Perjuangan. Kami akan tetap berada di garis ter­depan dalam mendorong ke­bijakan pemerintah yang pro rakyat dan peningkatan kese­jah­te­raan rakyat,” ujar Ketua Fraksi PDIP DPR, Tjahjo Kumolo, kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (5/3).

Menurut Sekjen PDIP itu, meski ajakan berkoalisi selalu ditawarkan pemerintah dan sekutu koalisinya, PDIP akan tetap konsisten menolak ajakan tersebut. Pasalnya, keputusan untuk menjadi partai yang kritis dan obyektif terhadap kebijakan pemerintah merupakan amanat Kongres III PDI Perjuangan tahun lalu.


“Keputusan PDI Perjuangan belum atau tidak masuk koalisi, bukan keputusan Ibu Megawati, itu merupakan amanat Konggres III PDI Perjuangan. Kongres mengamanatkan kami untuk bersikap kritis dan obyektif ter­ha­dap kebijakan pemerintah se­bagaiman thema PDI Per­juangan, yakni berjuang untuk kesejahte­raan rakyat,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Saat ini partai koalisi pendu­kung pemerintah sedang ricuh, bahkan terancam bubar, ke­napa PDIP tidak mengambil ke­sempatan ini?
PDI Perjuangan tidak ingin melibatkan diri dalam kemelut rumah tangga orang lain, karena masih banyak pekerjaan rumah yang harus kami selesaikan. Lebih baik, kami bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan melakukan konsoli­dasi internal daripada ikut larut dalam kemelut rumah tangga orang lain.

Bagaimanana kalau per­ti­kaian mereka berlangsung te­rus-menerus?
Sayang memang kalau intern Presiden SBY dan koalisinya masih ribut terus. Sebab, hal tersebut akan berdampak dan mengganggu kinerja kabinet, serta program kerja pemerin­tahan. Kalau kondisi ini terus di­biarkan para menteri tidak dapat bekerja maksimal, karena kon­sentrasi terbelah. Mereka pasti memikirkan saya diganti atau tidak. Kerenanya, PDI Perjuang­an mendukung langkah SBY dalam mereshuffle kabinet.

Kapan reshuffle harus dila­ku­kan?
Sebaiknya, reshuffle diper­cepat. Jadi, tidak akan ada lagi duri dalam pemerintahan. Seba­gai pembantu Presiden, menteri kan harus loyal dan taat pada Presidennya.

Menurut Anda, menteri apa saja yang tidak loyal dan tidak taat?
Soal menteri apa yang harus diganti, saya yakin Presiden sa­ngat memahami hal itu dan seka­rang adalah momentumnya (re­shuffle kabinet). Yang pasti, dalam reshuffle nanti, Presiden harus progresif dalam menata ulang pemerintahannya.

Gerindra akan ikut ambil ba­gian dalam reshuffle tersebut dan membidik beberapa kursi menteri, bagaimana menurut Anda?
Soal sikap politik Gerindra, kami tidak akan ikut campur. Itu hak politik mereka, tidak bisa dikaitkan dengan sikap PDI Perjuangan.

Bukankan Gerindra dan PDIP merupakan partai koalisi dalam Pemilu Presiden 2009 lalu?
Betul. Tapi, kami memiliki sikap politik dan menghargai ke­daulatan masing-masing. Tidak harus Gerindra mengikuti PDI Perjuangan maupun sebaliknya. Terlebih, reshuffle kan hak pre­rogatif Presiden. Jadi, beliau bebas untuk menilai dan memilih menteri yang dianggap bisa be­kerja sama.   [RM]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

34 Ribu Kendaraan Melintas Padalarang dan Lembang, Mayoritas Roda Dua

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:55

Tinjau Terminal Pulo Gebang, Seskab Teddy Jamin Arus Balik Lancar

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:38

Akui Coretax Bermasalah, Purbaya Perpanjang Deadline Lapor SPT hingga Akhir April 2026

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:48

Energi Filipina Masuk Zona Waspada, Presiden Marcos Aktifkan Mode Siaga

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:27

Dugaan Intervensi Politik Bayangi Penanganan Kasus Yaqut di KPK

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:10

Emas Mulai Ditinggalkan, Investor Lirik Bitcoin sebagai Aset Aman

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:06

Mendagri: Sumbar Capai 100 Persen Pemulihan Pascabencana, Sumut-Aceh Belum

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:39

Tren Nikah Melonjak Usai Lebaran, Kemenag Pastikan KUA Siaga Meski WFA

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:20

Ledakan Wisatawan Lebaran di Jabar, DPRD Ingatkan Waspada Bencana dan Pungli

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:01

IHSG Menguat ke Level 7.199 di Sesi I Rabu Siang, Ratusan Saham Menghijau

Rabu, 25 Maret 2026 | 12:28

Selengkapnya