Berita

effendi choiri/ist

Soal Tayangan Silet, KPI dan RCTI Sebaiknya Utamakan Dialog

RABU, 02 MARET 2011 | 15:41 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) disarankan untuk mengedepankan dialog dan komunikasi dalam upaya pendekatan penyadaran pengelola televisi guna menciptakan penyiaran televisi yang sehat.

Demikian dikatakan Effendi Choirie, anggota Fraksi PKB, dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi I DPR dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di Gedung DPR, hari ini (Rabu, 2/3).

Dalam paparannya, Ketua KPI Dadang Rahmat Hidayat menyebut kasus yang menonjol yang ditangani KPI pada 2010 antara lain pornografi dalam tayangan Metro TV terkait pemberitaan kasus Ariel Peterpan dan tayangan Silet RCTI, 7 November 2010 yang memberitakan ramalan letusan Gunung Merapi.


Di sela-sela rapat, Gus Choi mengatakan langkah hukum KPI mengadukan manajement RCTI ke polisi terkait tayangan Silet bisa saja dilakukan untuk menunjukkan eksistensi KPI yang tidak setenar komisi-komisi negara lainnya seperti KPK atau KPU.

"KPI periode pertama dan kedua kurang dikenal barangkali sekarang mau menunjukkan keberaniannya tapi langkah pengaduan ke polisi ini belum tentu tepat," katanya atas langkah KPI.

Gus Choi, sapaan akrab Effendi Choirie, meminta agar KPI mengedepankan langkah dialog dengan RCTI. Bahkan bila perlu mengajak serta pakar pendidikan dan komunikasi untuk mencari solusinya. Gus Choi mengingatkan motivasi KPI dilahirkan  untuk menjadi jembatan yang efektif bagi seluruh pihak.

"Jadi tempuhlah langkah komunikasi dan berdialog dengan baik. Karena kalau langkah hukum belum tentu baik bagi pihak yang menang ataupun kalah," tambahnya.

"KPI sebaiknya tidak hanya menegur, atau mengeluarkan surat peringatan tapi mencari perspektif baru dengan cara persuasif dan edukatif bagaimana dunia televisi mencari uang tanpa merugikan pihak lain," saran Gus Choi. [zul]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

I Wayan Sudirta Resmi Jadi Wakil Ketua MKD DPR RI Gantikan TB Hasanuddin

Selasa, 27 Januari 2026 | 14:13

Pencabutan Izin Perusahaan Wajib Diikuti Pemulihan Lingkungan Sumatera

Selasa, 27 Januari 2026 | 14:11

Politikus Senior PDIP Jejen Sayuti Dipanggil KPK Terkait Kasus OTT Bupati Bekasi

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:56

DPR Klaim Sudah Ingatkan Pemerintah Soal Mitigasi Cuaca Ekstrem Sejak Dua Bulan Lalu

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:48

Bukan Masalah Posisi, DPR Pilih Fokus Kawal Profesionalisme Polri

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:40

Paripurna DPR Sahkan 8 Poin Percepatan Reformasi Polri

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:35

OJK: Tren Cashless Picu Penurunan Jumlah ATM di Seluruh Indonesia

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:31

Paripurna DPR Sahkan 9 Komisioner Ombudsman RI Periode 2026-2031

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:21

Badai Musim Dingin AS Tahan Kenaikan Harga Bitcoin

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:15

Gubernur Banten Janji Normalisasi Sungai Atasi Banjir di Tangerang Raya

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya