Berita

ilustrasi/ist

Dunia

Parlemen Iran: Eksekusi Moussavi dan Karrubi

RABU, 16 FEBRUARI 2011 | 10:50 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Anggota Parlemen Iran mengecam demonstrasi yang digelar sekelompok orang di Hari Valentine kemarin (Senin, 14/2). Menurut Press TV, Parlemen Iran meminta agar dua tokoh yang menggerakkan demonstrasi itu diadili.

“Moussavi, Karrubi, eksekusi mereka...” demikian teriakan anggota Parlemen Iran yang ditayangkan Press TV, seperti diberitakan CNN. Mehdi Karrubi dan Mir Hossein Moussavi adalah dua kandidat presiden yang kalah dalam pemilihan presiden yang lalu.

Beberapa anggota Parlemen Iran juga menyebut nama mantan presiden Mohammad Khatami sebagai pihak yang ikut mengompori massa.

Media barat kelihatannya membesar-besarkan demonstrasi dan ekspresi anggota Parlemen Iran tersebut. CNN misalnya, mengaitkan teriakan eksekusi untuk kedua pemimpin demonstran itu dengan eksekusi mati terhadap 66 orang selama bulan Januari.

Kebanyakan dari yang dieksekusi bulan Januari terlibat dalam perdagangan obat terlarang. CNN juga mengutip dugaan PBB yang mengatakan, kemungkinan ada tahanan politik yang juga dieksekusi.

Seperti Amerika Serikat, Iran merupakan negara yang masih menerapkan hukuman mati. [guh]


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

PKB Merawat NU Tanpa Campuri Urusan Internal

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:01

Polisi: 21 Karung Cacahan Uang di TPS Liar Terbitan BI

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:56

Seskab: RI Belum Bayar Iuran Board of Peace, Sifatnya Tidak Wajib

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:51

Ekonomi Jakarta Tumbuh Positif Sejalan Capaian Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:46

Amdatara Gelar Rakernas Perkuat Industri Air Minum Berkelanjutan

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:30

Mahfud Sebut Sejarah Polri Dipisah dari Kementerian Hankam karena Dikooptasi

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:14

AHY Optimistis Ekonomi Indonesia Naik Kelas

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13

Gaya Komunikasi Yons Ebit Bisa Rusak Reputasi DPN Tani Merdeka

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:08

Juda Agung Ngaku Mundur dari BI karena Ditunjuk Prabowo Jadi Wamenkeu

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:05

Tragedi Anak di Ngada Bukti Kesenjangan Sosial Masih Lebar

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:04

Selengkapnya