Berita

bustanil arifin/ist

Almarhum Bustanil Arifin Meletakan Pondasi Dasar Koperasi

SENIN, 14 FEBRUARI 2011 | 21:42 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Dunia perkoperasian Indonesia bersedih. Salah seorang tokoh yang begitu mewarnai denyut nadi perkoperasian Indonesia, Bustanil Arifin, telah tiada. Sang Khalik memanggil tokoh yang dikenal begitu kebapakan di mata karyawannya itu pada Minggu (13/2) dnihari waktu Los Angeles, Amerika Serikat, pada usia 85 tahun.

"Ini kehilangan besar bagi bangsa kita, seorang putra bangsa terbaik, Bustanil Arifin, telah meninggalkan kita," kata Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan, kemarin.

Syarief menyatakan, Bustanil Arifin telah meletakkan dasar pendidikan koperasi yang sangat patut diteladani dan dilanjutkan di Indonesia. Selain itu, almarhum yang pernah menjabat sebagai Menteri Muda Urusan Perkoperasian merangkap Kabulog itu merupakan tokoh yang sangat perhatian terhadap pendidikan perkoperasian di Indonesia.


"Beliau sangat menyadari betapa koperasi sangat berperan penting dalam perekonomian rakyat," katanya. Bahkan, sampai menjelang ajal menjemputnya, Syarief masih bisa merasakan peran Bustanil Arifin sekaligus jasa-jasanya dalam membangun koperasi Indonesia.

Bustanil menjabat sebagai Menteri Koperasi/Kepala Bulog pada Kabinet Pembangunan IV (19 Maret 1983 - 21 Maret 1988) menggantikan Radius Prawiro. Kemudian pada Kabinet Pembangunan V (21 Maret 1988 - 17 Maret 1993) diangkat kembali menduduki jabatan yang sama hingga kemudian posisi Menteri Koperasi digantikan Subiakto Tjakrawerdaja pada Kabinet Pembangunan VI. Sejak Januari 2011, pensiunan Letnan Jenderal yang sekaligus suami RA. Suhardani itu dirawat di RS Cedars Sinai Hospital Los Angeles karena sakit komplikasi diabetes.
        
Sementara, Sekretaris Menteri Koperasi Guritno Kusumo, almarhum Bustanil Arifin dikenal sangat dekat dengan karyawannya. Pak Bus, begitu biasa ia disapa, memberi perhatian terhadap kesejahteraan para karyawan Departemen Koperasi.
 
"Beliau sangat memikirkan kesejahteraan karyawan terutama karyawan yang paling bawah sekalipun,” imbuhnya.  Guritno mengenal betul sosok Bustanil, karena pernah menjadi karyawan Bulog sebagai stafnya.
          
"Saya waktu itu sebagai pegawai Bulog baru delapan bulan, dan ditunjuk untuk bertugas membantu Pak Bus yang mendapat jabatan menteri muda koperasi," katanya.
           
Salah satu kenangan yang sulit dilupakan, kata Guritno, adalah kebiasaan Pak Bus untuk selalu mengenalkan semua stafnya dalam setiap rapat koordinasi dengan instansi lain.
           
"Sebagai staf yang baru bekerja ini suatu yang luar biasa. Kita disebut-sebut dalam rapat yang pesertanya para petinggi," katanya.
           
Salah satu kebijakan yang luar biasa pada masa Bustanil Arifin, adalah ketika ia mampu menaikkan harga susu dari Rp 60 per liter pada tahun 1978 menjadi Rp 180 per liter.
           
"Pak Bus mewajibkan industri pengolah susu (IPS) untuk membeli susu peternak sapi," katanya.
           
Bahkan dalam kurun delapan tahun, serapan susu produk peternak oleh industri pengolah susu bisa ditingkatkan luar biasa. Pada awalnya serapan susu berdasar rasio satu banding delapan, artinya setiap satu liter susu peternak, IPS akan mengimpor delapan liter susu. Namun dalam waktu delapan tahun rasio itu bisa menjadi satu banding satu dengan mendatangkan sapi impor sekitar 100 ribu ekor. Bustanil juga sangat perhatian dalam pembinaan karyawan, bahkan ada motto "tiada hari tanpa prestasi" ketika itu.

"Bagi yang berprestasi ada rewardnya, naik pangkat. Itu  sangat terasa, fasilitas kehidupan dasar dipenuhi," katanya.
           
Sentuhan Pak Bus itu juga diakui Guritno telah menjadikan dirinya mampu meraih jenjang tertinggi dalam karirnya sebagai pegawai negeri yaitu menjadi Sekretaris Menteri. Kenangan lain yang juga sulit dilupakan adalah kebiasaan Pak Bus untuk makan bersama dengan stafnya.
"Biasanya ketika makan, ia akan tanya kebutuhan apa yang masih kurang," ungkapnya.
           
Kesempatan itu tidak disia-siakan para stafnya yang biasanya menyampaikan berbagai kebutuhan perkantoran yang masih kurang. "Biasanya begitu kita sampaikan, besok kita sudah disuruh membeli apa yang kurang," katanya.
           
Perhatian besar Pak Bus terhadap koperasi juga diwujudkannya dengan selalu datang pada setiap acara halal bihalal yang digelar Kementerian Koperasi dan UKM.
           
"Pada saat halal bi halal tahun lalu, beliau meski harus dituntut masih menyempatkan diri untuk datang," pungkas Guritno yang terakhir kali bertemu Pak Bus sebelum almarhum berobat ke Amerika Serikat.[ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

I Wayan Sudirta Resmi Jadi Wakil Ketua MKD DPR RI Gantikan TB Hasanuddin

Selasa, 27 Januari 2026 | 14:13

Pencabutan Izin Perusahaan Wajib Diikuti Pemulihan Lingkungan Sumatera

Selasa, 27 Januari 2026 | 14:11

Politikus Senior PDIP Jejen Sayuti Dipanggil KPK Terkait Kasus OTT Bupati Bekasi

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:56

DPR Klaim Sudah Ingatkan Pemerintah Soal Mitigasi Cuaca Ekstrem Sejak Dua Bulan Lalu

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:48

Bukan Masalah Posisi, DPR Pilih Fokus Kawal Profesionalisme Polri

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:40

Paripurna DPR Sahkan 8 Poin Percepatan Reformasi Polri

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:35

OJK: Tren Cashless Picu Penurunan Jumlah ATM di Seluruh Indonesia

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:31

Paripurna DPR Sahkan 9 Komisioner Ombudsman RI Periode 2026-2031

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:21

Badai Musim Dingin AS Tahan Kenaikan Harga Bitcoin

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:15

Gubernur Banten Janji Normalisasi Sungai Atasi Banjir di Tangerang Raya

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya