Berita

presiden sby/ist

Musnah Sudah Legitimasi Moral Pemerintahan SBY-Boediono

RABU, 09 FEBRUARI 2011 | 09:09 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Dua kerusuhan berdimensi SARA yang terjadi hanya dalam waktu dua hari memperlihatkan satu hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi: legitimasi moral pemerintahan SBY-Boediono hilang. Kedua kerusuhan itu terjadi karena di satu sisi pemerintah lemah dan tidak kredible, serta tidak bisa memperlihatkan kehadirannya di tengah masyarakat.

Demikian antara lain disampaikan tokoh nasional DR. Rizal Ramli yang sejak pertengahan tahun lalu aktif berdiskusi dengan sejumlah pemuka lintas agama. Dalam berbagai pertemuan itu, dapat disimpulkan bahwa kerusuhan yang terjadi di akar rumput, apapun dimensinya, tidak terlepas dari kegagalan pemerintah mensejahterakan rakyat, atau setidaknya memperlihatkan tanda-tanda ke arah kesejahteraan yang otentik.

“Sangat saya menyesalkan kerusuhan berbau SARA di Pandeglang dan Temanggung dimana umat beragama yang minoritas menjadi korban amuk massa. Ini semua tak terlepas dari kelemahan kepemimpinan nasional SBY-Boediono saat ini yang sudah kehilangan legitimasi moral menyusul seruan para tokoh lintas agama dan gerakan mahasiswa soal kebohongan publik,” ujar mantan Menko Perekonomian itu.

Ia mengingatkan bahwa tanda-tanda ke arah kerusuhan seperti yang terjadi di Pandeglang dan Temanggung itu sebetulnya sudah terlihat di depan mata. Tokoh lintas agama pun sudah berkali-kali menyampaikan kekhawatiran mereka, baik kepada masyarakat melalui media massa, maupun kepada Presiden SBY ketika bertemu langsung di Istana. Tetapi, seperti biasa, keluhan yang disampaikan oleh rakyat kelihatannya hanya sekadar menjadi wacana di mata SBY dan Boediono. [guh]


Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya