Berita

ilustrasi/ist

Kasus Ahmadiyah Dibawa ke Dewan HAM PBB di Swiss

SENIN, 07 FEBRUARI 2011 | 09:35 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Kasus penyerangan yang kerap terjadi terhadap warga Jamaah Ahmadiyah akan dibawa ke Sidang Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, yang akan berlangsung tanggal 28 Februari hingga 25 Maret mendatang.

Adalah International NGOs Forum on Indonesia Development (Infid) yang akan membawa kasus itu ke Sidang Dewan HAM PBB itu. Selain itu menurut Program Manajer Infid, Wahyu Susilo, pelanggaran HAM dalam bentuk pembiaran terhadap kekerasan yang dialami warga Jamaah Ahmadiyah di Indonesia akan dilaporkan ke UN Special Rapporteur on Torture atau Pelapor Khusus PBB untuk kasus Kekerasan yang bersidang tanggal 7 Maret dan UN Special Rapporteur on Freedom on Religion or Belief atau Pelapor Khusus PBB untuk Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan yang akan bersidang pada tanggal 10 Maret.

“Pelaporan ini akan memperlihatkan realitas terancamnya kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia yang selama ini selalu diklaim oleh pemerintah Indonesia ke masyarakat internasional sebagai negara demokrasi yang toleran dan pluralis,” demikian Wahyu dalam pernyataannya yang diterima Rakyat Merdeka Online, Senin (7/2).

Infid menilai bahwa kerusuhan yang menewaskan tiga orang dan melukai belasan lainnya itu terjadi karena negara melakukan pembiaran terhadap kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok vandalis. Peristiwa itu juga menunjukkan kegagalan pemerintah Indonesia menjamin kebebasan beragama dan berkeyakinan sebagaimana yang diamanatkan dalam UUD 1945. [guh]


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya