Berita

adhie massardi/ist

Pemerintah Bisa Lebih Penipu daripada Gayus Tambunan

KAMIS, 20 JANUARI 2011 | 09:03 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Yang paling penting bukan memperdebatkan apakah testimoni yang disampaikan Gayus Tambunan setelah dirinya divonis 7 tahun penjara oleh majelis hakim kemarin (19/1), adalah benar atau tidak. Juga bukan memperdebatkan apakah bantahan yang disampaikan Denny Indrayana cs atas tuduhan-tuduhan Gayus itu adalah benar atau salah.

Menurut aktivis pro-demokrasi, Adhie M Massardie, baik Gayus maupun Denny bisa jadi betul semuanya, salah semuanya, atau betul dan salah sebagian. Yang jauh lebih penting untuk diamati oleh publik adalah kenyataan bahwa testimoni yang disampaikan Gayus itu ternyata bisa dijadikan sebagai alat untuk mengukur tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan SBY.

"Bayangkan, masyarakat masih mau menganggap bahwa pernyataan Gayus yang notabene adalah terpidana kasus penggelapan pajak memiliki unsur kebenaran. Dan di sisi lain, meragukan pernyataan-pernyataan Denny Indrayana yang merupakan alat kekuasaan pemerintahan SBY. Ini celaka karena ada kesan masyarakat lebih percaya kriminal daripada pemerintah," ujar Adhie Massardi, beberapa saat lalu (Kamis, 20/1)


Menurut dia, keraguan masyarakat terhadap pernyataan Denny Indrayana adalah indikasi kuat yang memperlihatkan bahwa masyarakat secara umum tidak percaya lagi kredibilitas pemerintah SBY.

"Kalau orang lebih percaya pada penipu daripada kepada pemerintah, maka kita mungkin harus bisa menyimpulkan pemerintah lebih penipu," demikian Adhie.[yan]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya