Berita

Koperasi Harus Bisa Masuk Pasar Modal

RABU, 19 JANUARI 2011 | 18:27 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Koperasi harus mampu menjadi sejajar dengan pengusaha nasional di masa mendatang. Karena itu, target pengembangan koperasi di jangka panjang adalah menjadi pemain di pasar modal, bahkan internasional.

Hal itu dikemukakan Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan saat meresmikan pengembangan Jeruk Kalamansi melalui One Village, One Product di Kota Bengkulu, kemarin.

"Kita harus mengangkat pelaku koperasi seperti pengusaha nasional yang lain. Suatu saat koperasi harus bisa menjadi pemain di pasar modal, bahkan masuk ke pasar saham internasional. Perusahaan besar dari negara lain kan juga bermula dari yang seperti koperasi," kata Syarief Hasan.


Menurut catatan Kementrian Koperasi dan UKM, saat ini baru ada 97 koperasi yang berskala nasional di seluruh Indonesia. Karena itu mulai tahun 2011, pemerintah akan menggalakkan setiap kabupaten dan propinsi memiliki setidaknya tiga buah koperasi berskala nasional. Syarief Hasan berharap, jika ada investor yang hendak menanamkan modal di daerah ke depan, bisa bekerja sama dengan koperasi di daerah dalam mencari peluang usaha.

Karena itu, badan hukum koperasi harus diperkuat dan daerah mesti memberi dukungan untuk menggerakkan koperasi. Walikota Bengkulu Ahmad Kanedi mengatakan dengan badan hukum yang kuat, pemerintah daerah tak akan berpikir panjang untuk menggunakan APBD bagi pengembangan koperasi.

"Koperasi merupakan pilar utama ekonomi kerakyatan. Karena itu, tahun 2010 lalu kami telah menggunakan Rp 3,4 miliar untuk pengembangan koperasi. Hasilnya, saya jamin 100 persen tidak akan ada kredit macet di koperasi yang kami kembangkan itu," kata Kanedi.

Ia menjelaskan, dari 67 kelurahan di Kota Bengkulu saat ini, setidaknya sudah ada 102 koperasi yang bergerak di berbagai sektor dan memberikan kesempatan kerja lebih dari 300 orang. "Kami siap dengan konsep koperasi nasional. Kami yakin kami akan memenuhi standar," katanya.

Wakil Gubernur Bengkulu Djunaedi Hamzah mengatakan hanya dengan penguatan koperasi, Propinsi Bengkulu akan lebih cepat berkembang. Setidaknya sudah ada total Rp 37 miliar aset 1667 koperasi di seluruh Bengkulu saat ini. "Kami yakin APBD yang digunakan untuk pengembangan koperasi saat ini tidak akan hilang tetapi kembali," katanya.

Karena itu, ia berharap, semua daerah bekerja sama secara arif dan bijak. "Jangan ribut soal batas wilayah. Untuk apa ribut batas wilayah kalau tidak maju," tegasnya.[ald]

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Posko Kesehatan PLBN Skouw Beroperasi Selama Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:03

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

Kapolri: 411 Jembatan Dibangun di Indonesia, Polda Riau Paling Banyak

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:47

Gibran Salat Id dan Halal Bihalal di Jakarta Bersama Prabowo

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:30

Bonus Atlet ASEAN Para Games Cair, Medali Emas Tembus Rp1 Miliar

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:05

Gibran Pantau Arus Mudik dari Command Center Jasa Marga

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:47

Pengusaha Kapal Minta SKB Lebih Fleksibel Atur Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:38

Pengiriman Pasukan RI ke Gaza Ditunda Imbas Perang Iran

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:25

Bias Layar: Serangan Aktivis KontraS Ancaman Demokrasi dan HAM

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:10

Istana Sebar Surat Edaran, Larang Menteri Open House Lebaran Mewah

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:06

Selengkapnya