RMOL. Koperasi harus mampu menjadi sejajar dengan pengusaha nasional di masa mendatang. Karena itu, target pengembangan koperasi di jangka panjang adalah menjadi pemain di pasar modal, bahkan internasional.
Hal itu dikemukakan Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan saat meresmikan pengembangan Jeruk Kalamansi melalui One Village, One Product di Kota Bengkulu, kemarin.
"Kita harus mengangkat pelaku koperasi seperti pengusaha nasional yang lain. Suatu saat koperasi harus bisa menjadi pemain di pasar modal, bahkan masuk ke pasar saham internasional. Perusahaan besar dari negara lain kan juga bermula dari yang seperti koperasi," kata Syarief Hasan.
Menurut catatan Kementrian Koperasi dan UKM, saat ini baru ada 97 koperasi yang berskala nasional di seluruh Indonesia. Karena itu mulai tahun 2011, pemerintah akan menggalakkan setiap kabupaten dan propinsi memiliki setidaknya tiga buah koperasi berskala nasional. Syarief Hasan berharap, jika ada investor yang hendak menanamkan modal di daerah ke depan, bisa bekerja sama dengan koperasi di daerah dalam mencari peluang usaha.
Karena itu, badan hukum koperasi harus diperkuat dan daerah mesti memberi dukungan untuk menggerakkan koperasi. Walikota Bengkulu Ahmad Kanedi mengatakan dengan badan hukum yang kuat, pemerintah daerah tak akan berpikir panjang untuk menggunakan APBD bagi pengembangan koperasi.
"Koperasi merupakan pilar utama ekonomi kerakyatan. Karena itu, tahun 2010 lalu kami telah menggunakan Rp 3,4 miliar untuk pengembangan koperasi. Hasilnya, saya jamin 100 persen tidak akan ada kredit macet di koperasi yang kami kembangkan itu," kata Kanedi.
Ia menjelaskan, dari 67 kelurahan di Kota Bengkulu saat ini, setidaknya sudah ada 102 koperasi yang bergerak di berbagai sektor dan memberikan kesempatan kerja lebih dari 300 orang. "Kami siap dengan konsep koperasi nasional. Kami yakin kami akan memenuhi standar," katanya.
Wakil Gubernur Bengkulu Djunaedi Hamzah mengatakan hanya dengan penguatan koperasi, Propinsi Bengkulu akan lebih cepat berkembang. Setidaknya sudah ada total Rp 37 miliar aset 1667 koperasi di seluruh Bengkulu saat ini. "Kami yakin APBD yang digunakan untuk pengembangan koperasi saat ini tidak akan hilang tetapi kembali," katanya.
Karena itu, ia berharap, semua daerah bekerja sama secara arif dan bijak. "Jangan ribut soal batas wilayah. Untuk apa ribut batas wilayah kalau tidak maju," tegasnya.
[ald]