Berita

presiden sby/ist

SBY yang Pertama Kali Abaikan Tokoh Agama

SENIN, 17 JANUARI 2011 | 11:00 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Hari ini Presiden SBY bermaksud mengundang tokoh-tokoh agama yang belakangan secara terbuka mengkritik jalannya roda pemerintahan.

Tetapi, pertemuan antara SBY dan tokoh-tokoh agama itu kelihatannya tidak akan optimal. Sejumlah tokoh kunci ternyata telah memiliki kegiatan lain. Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Mgr. Martinus Dogma Situmorang, misalnya, sampai tadi malam masih berada di Thailand. Adapun Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin sedang berada di Yogyakarta. Begitu juga mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif.

Apakah tokoh-tokoh agama memang tidak mau berkomunikasi dengan SBY?

Pasti tidak. Dari perjalanan diskusi demi diskusi yang dilakukan tokoh-tokoh agama tersebut sejak pertengahan tahun lalu, dapat dipastikan bahwa mereka memiliki keinginan kuat untuk bertemu dengan SBY dan menyampaikan keresahan masyarakat secara langsung. Tetapi, justru SBY dan pihak Istana lah yang tidak pernah memberi respon.

Pihak Istana baru bereaksi setelah tokoh-tokoh agama dalam pertemuan kesekian mereka pekan lalu merilis 18 kebohongan lama dan baru pemerintahan SBY.

Dalam pertemuan di Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang, Jawa Timur pertengahan November lalu, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Pdt. Andreas A. Yewangoe mengatakan bahwa pihaknya pernah mengirimkan surat untuk Presiden SBY. Menurutnya, di dalam surat KWI disampaikan beberapa persoalan penting yang berkembang di tengah masyarakat, yang bila dibiarkan berlarut-larut dikhawatirkan akan merusak elemen penting dalam kehidupan bermasyarakat.

"Kami sudah mengirimkan surat ke Presiden. Terakhir bulan lalu (Oktober 2010). Tetapi tidak ada jawaban, tidak ada alasan," ujar Pdt. Andreas A. Yewangoe ketika itu.

Mgr. Martinus Dogma Situmorang yang juga hadir dalam pertemuan itu juga menyampaikan kekhawatiran serupa. Menurut dia dalam sidang tahunan KWI yang dihadiri uskup se-Indonesia disimpulkan bahwa masyarakat resah.

"Kami ini risau. Pemimpin agama risau. Kami mengajak semua pihak melihat bahwa kita masih ada kapital di tengah pemiskinan yang terus terjadi, ketidakadilan dan ketidaktegasan," demikian Mgr. Situmorang ketika itu.

Selain Pdt. Andreas dan Mgr. Situmorang, pertemuan itu juga dihadiri Salahuddin Wahid yang menjadi tuan rumah, Romo Benny, dan ekonom senior Rizal Ramli yang membahas situasi perekonomian mutakhir.

Gus Solah, dalam sebuah wawancara di stasiun televisi Minggu malam (16/1) mengatakan, bahwa pertemuan dengan SBY kelihatannya tidak akan bermanfaat apa-apa. Dia pernah bertemu SBY dan tidak ada apa-apa setelahnya.

Din Syamsuddin yang berada di Jogjakarta meminta agar kalau pun dilaksanakan, pertemuan dengan SBY itu harus disiarkan secara langsung. Ini penting, agar semua substansi pembicaraan bisa diketahui masyarakat yang menjadi korban dari pemerintahan yang tidak amanah. [guh]


Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya