RMOL. Menteri Koperasi dan UKM yang juga Sekretaris Sekretariat Gabungan, Syarief Hasan, kembali mengritik barisan pemuka agama yang dimotori Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin dan Syafii Maarif, yang menuduh pemerintahan SBY pembohong.
Syarief meminta para pemuka agama jangan membawa sensitivitas agama ke dalam ranah politik, karena itu akan berimplikasi negatif dengan isu agama. Selain itu, fakta yang dibeberkan para pemuka agama ini sangat tendensius dan bisa jadi fitnah yang terorganisasi.
"Kalau tidak setuju, para pemuka agama itu bisa menyampaikan kepada pemerintah, bukan dengan menuduh pemerintah bohong. Saya bukan ahli agama, tapi cara-cara mereka tidak elegan," katanya seusai meninjau produk UKM di Bojonegoro, Jatim, Minggu (15/1)
Syarief menyatakan, fakta konkrit mengenai pertumbuhan ekonomi sangat jelas. Kata dia, Gubernur, Bupati dan Walikota seluruh Indonesia mempublikasikan hasil kinerjanya di setiap daerah.
"Ini bukan kata saya atau pemerintah, tapi kata Gubernur, Bupati dan Walikota se Indonesia," katanya.
Syarief menantang para pemuka agama dan pihak yang menyudutkan pemerintah untuk turun ke lapangan dan di daerah.
"Kalau pemerintah dituduh bohong, berarti gubernur, bupati dan walikota dituduh bohong juga, padahal mereka mati-matian dalam meningkatkan ekonomi rakyat," ujar Syarief.
Seperti contoh, setiap Sabtu dan Minggu, Syarief selalu meluangkan waktu turun ke daeah-daerah. Contoh kasus, Kabupaten Bojonegoro pertumbuhan ekonominya di atas rata-rata yaitu 12,5 persen dan dinyatakan secara resmi oleh Pemda setempat. "Ini adalah sebagian kecil. Apakah ini bohong? Ini adalah fakta," tandasnya.
[ald]