Berita

Syarief Hasan: Cara Pemuka Agama Tidak Elegan

SABTU, 15 JANUARI 2011 | 12:09 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Menteri Koperasi dan UKM yang juga Sekretaris Sekretariat Gabungan, Syarief Hasan, kembali mengritik barisan pemuka agama yang dimotori Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin dan Syafii Maarif, yang menuduh pemerintahan SBY pembohong.

Syarief meminta para pemuka agama jangan membawa sensitivitas agama ke dalam ranah politik, karena itu akan berimplikasi negatif dengan isu agama. Selain itu, fakta yang dibeberkan para pemuka agama ini sangat tendensius dan bisa jadi fitnah yang terorganisasi.

"Kalau tidak setuju, para pemuka agama itu bisa menyampaikan kepada pemerintah, bukan dengan menuduh pemerintah bohong. Saya bukan ahli agama, tapi cara-cara mereka tidak elegan," katanya seusai meninjau produk UKM di Bojonegoro, Jatim, Minggu (15/1)


Syarief menyatakan, fakta konkrit mengenai pertumbuhan ekonomi sangat jelas. Kata dia, Gubernur, Bupati dan Walikota seluruh Indonesia mempublikasikan hasil kinerjanya di setiap daerah.

"Ini bukan kata saya atau pemerintah, tapi kata Gubernur, Bupati dan Walikota se Indonesia," katanya.

Syarief menantang para pemuka agama dan pihak yang menyudutkan pemerintah untuk turun ke lapangan dan di daerah.

"Kalau pemerintah dituduh bohong, berarti gubernur, bupati dan walikota dituduh bohong juga, padahal mereka mati-matian dalam meningkatkan ekonomi rakyat," ujar Syarief.

Seperti contoh, setiap Sabtu dan Minggu, Syarief selalu meluangkan waktu turun ke daeah-daerah. Contoh kasus, Kabupaten Bojonegoro pertumbuhan ekonominya di atas rata-rata yaitu 12,5 persen dan dinyatakan secara resmi oleh Pemda setempat. "Ini adalah sebagian kecil. Apakah ini bohong? Ini adalah fakta," tandasnya.[ald]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya