Berita

hatta rajasa/ist

Ruhut Sitompul: Non Jawa Jangan Bermimpi Jadi Presiden

KAMIS, 13 JANUARI 2011 | 08:37 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Urusan Jawa dan non Jawa agaknya masih penting untuk dibicarakan di atas pentas politik Indonesia.

Setidaknya demikian menurut Jurubicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul. Seperti dimuat Harian Rakyat Merdeka edisi hari ini (Kamis, 13/1), Ruhut menyarankan agar politisi non Jawa jangan bermimpi jadi presiden. Politisi-politisi non Jawa itu dimintanya untuk bersabar dulu, dan jangan nggege mongso (memaksakan kehendak) karena "Belanda masih jauh."

“Ini bukan SARA tapi realitas politik. Kita sudah dua kali lakukan pemilihan presiden langsung, tapi yang masuk tiga besar, calon-calon dari Jawa,” ujar Ruhut.

Menurut Ruhut, apa yang disampaikannya bukan asal bicara, tapi realitas yang dirasakan. Kata dia, jangankan dipilih langsung rakyat, di internal partai saja, calon dari luar Jawa selalu kalah. Sebagai contoh, Ruhut menunjuk bekas Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung. Akbar, sudah pernah berjuang habis-habisan pasang badan untuk Golkar tapi dalam konvensi capres Golkar, dia kalah oleh Wiranto yang tokoh Jawa.

“Ini bukti yang tidak bisa dihindari. Saya bisa ngomong begini, karena jadi saksi hidup pada konvensi Capres Golkar. Ketika itu saya masih di Golkar dan menjadi salah satu panitia konvensi, kata Ruhut dengan enteng.

Pernyataan Ruhut ini disampaikan untuk menanggapi pernyataan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Muhammad Nadjib. Menurut Nadjib, tidak tertutup kemungkinan Partai Demokrat akan mengambil bos PAN Hatta Rajasa yang lahir di Palembang tahun 1953 silam sebagai Capres maupun Cawapres.

Menurut Najib, kemungkinan itu bisa dilihat dari beberapa indikasi, di antaranya, pada Pilpres 2009, Hatta ditunjuk sebagai ketua tim sukses SBY-Boediono. Selain itu, lanjutnya, Hatta pernah jadi menteri dan sekarang malah menjabat Menko Perekonomian.

“Jadi, saya pikir Hatta sudah pantas dijadikan Capres,” katanya.

Politisi PAN itu mengakui, hingga saat ini belum ada pembicaraan sama sekali dengan Demokrat atau partai lain untuk mengajukan Hatta sebagai Capres atau Cawapres.

Sementara menurut Ruhut, Demokrat belum memutuskan masalah Capres, masih menunggu keputusan majelis tinggi. Tapi Ruhut yakin, tak mungkin Demokrat mencalonkan Hatta Rajasa sebagai presiden, karena masih banyak kader Demokrat yang pantas. Dia menyebut tiga nama yakni Ani Yudhoyono, Pramono Edy Wibowo dan Anas Urbaningrum.

"Kayaknya, Demokrat akan memprioritaskan kader dari dalam," kata Ruhut.

Pernyataan Ruhut ini tentu juga menyentil Parpol lain yang sudah memunculkan sejumlah nama Capres dari non Jawa. [guh]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya