Berita

mahfud md/ist

Kalau Tidak Mau Disebut Cari Popularitas, Mahfud Harus Ungkap Nama Jaksa Pengancam

RABU, 12 JANUARI 2011 | 19:58 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD didesak segera mengungkap identitas pengancam dirinya, saat menangani uji publik putusan perkara uji materi UU No 16/2004 tentang Kejaksaan, yang diajukan Yusril Ihza Mahendra.

Desember 2010, Mahfud mengutarakan dirinya diancam oknum Kejaksaan Agung agar MK tetap menyatakan Hendarman Supandji sah sebagai Jaksa Agung, hingga berakhirnya masa pemerintahan 2014. Pada akhirnya, MK mengabulkan satu permohonan Yusril yang kemudian memutus Hendarman tidak sah lagi menjabat Jaksa Agung, sejak putusan dibacakan 22 September 2010.

"Kita akan mendesak Mahfud untuk mengungkapnya, dan kami akan
mempertanyakan ini pada saat rapat konsultasi dengannya," ujar anggota

mempertanyakan ini pada saat rapat konsultasi dengannya," ujar anggota
Komisi III, Ahmad Yani kepada wartawan, Rabu (12/1).

Ahmad Yani mengatakan, ia sudah mengantongi nama oknum, yang diduga
melakukan ancaman kepada Mahfud saat memutus perkara itu.

"Kami hanya akan konfirmasi saja ke Mahfud, karena kami juga sudah punya nama," katanya.

Mahfud MD sendiri, lanjut Ahmad Yani, sudah mengetahui mekanisme dan
telah melaporkan hal tersebut kepada Kejaksaan Agung.

"Dan kami juga akan mendesak Jaksa Agung untuk mengusut laporan tersebut," ujar Ahmad Yani

Sementara itu, anggota Komisi III lainnya, Desmon J Mahesa mengatakan, bahwa Mahfud MD harus segera membongkar siapa pengancam dirinya. Sebab kalau hal tersebut tak dibongkar, justru membuat publik akan bertanya-tanya.

"Jangan-jangan ini hanya klaim Mahfud saja untuk mencari popularitas, jadi seharusnya diungkap. Mahfud harus membongkarnya," tandas Desmon.[ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya