Berita

Yves Lacoste/ist

Yves Lacoste: Sudah Saatnya Negara Mediterania Bersatu Hadapi Teroris

RABU, 12 JANUARI 2011 | 16:19 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Sahel, kawasan seluas 6.000 kilometer persegi di Gurun Sahara dari pantai Samudera Atlantik di barat Afrika hingga Lembah Nil di timur Afrika, telah menjadi salah satu markas kelompok teroris global, yang memiliki rentang operasi hingga ke Amerika Latin. Selain mengganggu keamanan negara-negara di kawasan itu, kelompok ini juga memanfaatkan kawasan Sahel yang sepi sebagai salah satu jalur perdagangan narkoba.

Demikian disampaikan pengamat geopolitik dari Prancis, Yves Lacoste, dalam wawancara dengan media Aljazair, Freedom, baru-baru ini.

Menurut pria kelahiran Fes, sebuah kota di utara Maroko ini, hal itu dimungkinkan, karena Sahel merupakan kawasan yang begitu luas sementara tidak ada satu kekuatan pun yang dapat mengontrol keamanan secara efektif.

Di daerah yang jarang penduduknya ini, berbagai kelompok manusia hidup tersebar dalam ratusan kilometer persegi yang terdiri dari padang pasir ke padang rumput. Kawasan ini pun sejak lama menjadi wilayah yang disengketakan kekuatan-kekuatan kolonial Eropa, terutama Prancis yang pernah berkuasa dari Mauritania hingga Chad. Juga sejak masa lalu, Sahel dikenal sebagai wilayah yang dilintasi para pedagang dari utara ke selatan dan dari timur ke barat.

“Dalam dua puluh tahun terakhir, kita menyaksikan bagaimana mobil 4x4 menggantikan unta, dan truk melintasi jarak yang membentang di Sahel dengan kecepatan tinggi. Intinya, kepadatan lalu lintas meningkat pesat,” ujarnya.

Puluhan ribu orang Afrika melintasi Sahel menuju pantai Mediterania di utara untuk menguji keberuntungan mereka di negara-negara Eropa, khususnya yang tergabung dalam Uni Eropa.

Secara fisik kelompok penyelundup dan pengacau ini juga telah berubah. Kini mereka adalah sekumpulan orang yang melintasi Sahel sambil menenteng Kalashnikov di atas kendaraan 4x4, sementara para pemimpin mereka menggenggam telepon satelit yang digunakan sebagai satu-satunya alat komunikasi untuk mengatur perjalanan dan operasi.

Modernisasi ini, demikian Yves Lacoste, terutama terjadi sejak 1975 menyusul konflik Sahara Barat antara Maroko dan Aljazair yang menggunakan kelompok pengungsi di Tindouf yang berada di selatan wilayah Aljazair.

Setelah konflik antara Maroko dan Aljazair, kelompok Polisario yang didanai dan didukung penuh oleh Aljazair pun seakan kehilangan orientasi. Pada titik itulah banyak aktivis Polisario yang kemudian bergabung dengan kelompok teroris Al Qaeda di Maghribi (AQIM), yang menjadikan teror, antara lain, sebagai alat untuk mengukuhkan kekuasaan mereka di jalur perdagangan obat-obatan terlarang itu.

Pada titik inilah, menurut Yves Lacoste gagasan pembentukan Uni Mediterania menjadi penting untuk diperhatikan. Dengan Uni Mediterania, diharapkan ketegangan tradisional antara negara-negara yang ada di utara dan di selatan Mediterania dapat diselesaikan, sehingga negara-negara di kawasan itu dapat fokus menghadapi masalah bersama yang sesungguhnya jauh lebih besar dan serius. [guh]


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya