Berita

megawati/ist

Anomali Pidato Megawati Soekarnoputri

RABU, 12 JANUARI 2011 | 10:51 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Pidato Ketua Umum PDP-P Megawati Soekarnoputri memang terlihat heroik dan mengesankan. Sayangnya itu anomali dengan saat Megawati menjabat sebagai Presiden RI ke 5. Apa yang secara keras dinyatakan Megawati dalam konteks kemandirian ekonomi nasional. Menjadi sulit dipahami dengan fakta yang pernah dilakukan Megawati saat memerintah.

Demikian disampaikan Ketua Masyarakat Profesional Madani, Ismed Hasan Putro, kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Rabu, 12/1).

"Contoh, bagaimana Megawati menjelaskan betapa negara dan republik ini harus menanggung kerugian ratusan triliun akibat menjual gas tangguh dengan sangat murah. Bagaimana pertanggungjawaban Megawati bahwa saat pemerintahannya banyak asset-asset negara yang strategis dijual secara murah dan bernuansa skandal; VLLC Pertamina misalnya. Demikian juga kerugian negara akbat penjualan Indosat dan aset-aset BPPN lainnya. Itu semua terjadi dalam kurun tiga tahun pemerintahan Megawati," kata Ismed.


Ismed menyarankan agar Megawati meminta meminta maaf dulu kepada bangsa dan negara.
 
"Karena akibat kebijakan pemerintahannya ada banyak kerugian negara dan bangsa yang dampak dan implikasi negatifnya akan ditanggung anak cucu kita dalam jangka panjang," tegas Ismed.

Jika saat memegang pemerintahan Megawati membela wong cilik, lanjut Ismed, sejatinya Indonesia pasca pemerintahan PDI Perjuangan menjadi lebih makmur dan sejahtera.

"Saya juga yakin, kalangan muda dan rakyat akan kukuh mempertahankan Megawati sebagai presiden melalui Pemilu. Namun faktanya itu tidak terjadi. Mengapa, karena Megawati saat memerintah tidak pro rakyat. Bahkan cenderung lupa pada rakyat," demikian Ismed.[yan]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya