Berita

Inilah Alasan Menolak Boediono di Ende

SELASA, 28 DESEMBER 2010 | 09:27 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Wakil Presiden Boediono dijadwalkan menghadiri Natal bersama masyarakat Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, petang nanti (Selasa, 28/12). Sebelum menghadiri Natal, Wapres Boediono akan meresmikan renovasi tempat pembuangan Bung Karno di Ende tahun 1933-1937 silam.

Tetapi rencana kunjungan Boediono ke Ende ditolak mentah-mentah oleh berbagai kelompok masyarakat dan mahasiswa. Menurut mereka, Boediono sama sekali tidak memiliki semangat membela kepentingan negara. Sebaliknya, ia adalah salah seorang pendukung utama neoliberalisme yang membuat Indonesia menghamba pada kepentingan asing.

“Di saat menjabat sebagai salah seorang Direktur BI dan Kepala Bappenas, Boediono adalah orang yang terlibat menyalurkan dana BLBI yang sampai saat ini telah merugikan negara sampai Rp 1.800 triliun. Saat menjadi Menteri Keuangan ia menyetujui penyerahan blok Cepu kepada Exxonmobile,” sebut Sekjen Liga Mahasiswa Nasional utuk Demokrasi (LMND), Agus Priyanto, membeberkan sebab penolakannya (Selasa, 28/12).

“Dalam kampanye Pilpres 2009 pun Boediono mengatakan bahwa privatisasi masih perlu dilakukan,” sambungnya. Bersama dua elemen mahasiswa lainnya, yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Kesatuan Aksis Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), LMND mendirikan koalisi Gerakan Rakyat Anti Neoimperialis dan Neoliberalis. Kelompok ini bertekad membersihkan negara dari anasir-anasir kepentingan asing yang ada di lembaga pemerintah. [guh]


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Wabah DBD Bangladesh Makin Parah, 42.590 Dirawat dan 117 Lainnya Meninggal Dunia

Senin, 07 September 2026 | 12:27

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun di 2027

Senin, 07 September 2026 | 12:14

Public Expose Live 2026, 45 Emiten Siap Buka Kinerja dan Prospek Usaha

Senin, 07 September 2026 | 12:04

Kini Giliran Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 07 September 2026 | 11:53

Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:41

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

Senin, 07 September 2026 | 11:33

Harga Minyak Naik Lagi Sentuh Level 96 Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:25

Ombudsman Soroti Peredaran Narkoba dan Pungli di Lapas

Senin, 07 September 2026 | 11:21

Cadangan Devisa RI Agustus 2026 Capai Rp2.582 Triliun, Naik 1,2 Miliar Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:19

Belanja Mitigasi Jadi Investasi Hadapi Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:12

Selengkapnya