Berita

eurico guterres/rmol

Eurico Guterres: Status Eks Pengungsi Timtim Masih Dipertanyakan

SENIN, 20 DESEMBER 2010 | 12:36 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Status pengungsi eks Timor Timur di banyak tempat di Indonesia dianggap masih belum jelas. Menurut pemerintah Indonesia, pengungsi eks Timtim adalah WNI. Buktinya, mereka memiliki KTP Indonesia, juga ada yang bekerja sebagai anggota Polri dan TNI. Tetapi, dunia internasional memiliki anggapan yang berbeda dalam melihat status pengungsi eks Timtim.

Demikian dijelaskan Ketua Umum Uni Timor Aswain (Untas), Eurico Guterres, ketika ditemui di kamp pengungsi Tuapukan, Kabupaten Kupang, pekan lalu (16/12). Untas adalah organisasi yang dibentuk oleh pengungsi eks Timtim untuk mewadahi aspirasi mereka yang memilih bergabung dengan Republik Indonesia pasca jajak pendapat tahun 1999 silam. Dalam Kongres akhir bulan November lalu, Eurico yang merupakan mantan Wakil Panglima Pasukan Pro Intergrasi dan kini memimpin Partai Amanat Nasional (PAN) di Nusa Tenggara Timur (NTT), terpilih sebagai ketua umum.

Menurut masyarakat internasional, sambung Eurico, semua pengungsi eks Timtim di Indonesia bukanlah WNI, melainkan warganegara Republic of Democratic Timor Leste yang belum kembali ke Timor Leste.

“Mereka (dunia internasional) terus meminta agar pemerintah Indonesia segera memulangkan kami ini,” ujar Eurico.

Pernyataan Eurico ini disampaikannya dua hari sebelum Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa berkunjung ke kamp pengungsi di Tuapukan pekan lalu (Jumat, 18/12). Dalam kunjungan itu, Hatta yang datang ke Kupang untuk membuka Muswil DPW PAN NTT berjanji akan memperhatikan nasib pengungsi. Hatta juga dilaporkan sempat meneteskan airmata di depan pengungsi yang ditemuinya.

Eurico juga berharap DPR dan pemerintah dalam waktu sesegera mungkin membuat keputusan politik untuk menegaskan status kewarganegaraan pengungsi eks Timtim di mata dunia internasional.

“Ada Tap MPR 5/1999 yang mengatakan hak warganegara eks Timor Timur harus diperhatikan. Tapi kenyataannya, tidak ada aplikasinya. Mestinya dibuat UU atau serendah-rendahnya Peraturan Pemerintah,” masih kata Eurico.

Eurico mengakui bahwa sampai kini masih ada bantuan yang mengalir untuk pengungsi. Tetapi bantuan itu hanya sekadarnya saja dan terkesan untuk mengejar target sehingga persoalan yang dihadapi pengungsi tidak kunjung terpecahkan. Sementara warga eks Timtim yang berada di kamp Tuapukan dan kamp Noelbaki sampai hari ini masih hidup prihatin. Sebagian besar dari mereka bekerja sebagai petani dan peladang penggarap.

Ada dua hal yang harus dilakukan pemerintah dalam waktu dekat ini, sambung Eurico. Pertama, menghitung kembali jumlah pengungsi dan anak-anak mereka yang lahir di Indonesia. Kedua, mengidentifikasi masalah yang dihadapi warga eks Timtim.

“Tidak ada salahnya kalau Pak Hatta saya ajak ke pengungsian dan bisa melihat dengan matakepala sendiri. Saya kira kehadiran Pak Hatta akan menjawab semua pertanyaan selama ini dengan harapan ada perubahan,” demikian Eurico. [guh]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya