Berita

marcelino hornai/guh

Pengungsi Eks Timor Timur: SBY Jangan Tebar Janji Lagi

RABU, 15 DESEMBER 2010 | 19:16 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Kalimat SBY yang disampaikan tahun 2004 itu masih terngiang-ngiang di telinga Marcelino Hornai.

“Timor Timur adalah bagian dari saya, dan saya adalah bagian dari Timor Timur,” ujar SBY seperti ditirukan kembali oleh kordinator pengungsi eks Timor Timur di kamp Noelbaki itu.

Kamp Noelbaki adalah satu dari dua kamp pengungsi eks Timor Timur yang berada di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejak tahun 1999 lalu sampai kini 475 kepala keluarga pengungsi masih bertahan di kamp itu. Mereka tinggal di rumah-rumah yang umumnya terbuat dari kayu yang disusun rapat dan beratap daun nira. Hampir semua pengungsi laki-laki dewasa bekerja sebagai buruh tani dan ladang penggarap.

Kamp pengungsi kedua adalah Tuapukan yang terletak beberapa kilometer dari Noelbaki yang dihui oleh 267 kepala keluarga. Seperti di kamp Noelbaki, mayoritas laki-laki dewasa di kamp Tuapukan juga bekerja sebagai petani dan peladang penggarap.

Rabu siang (15/12), puluhan kepala keluarga dari kamp Noelbaki dan Tuapukan berkumpul di lapangan kamp Tuapukan, persis di depan gedung kantor perusahaan garam yang sudah rusak dan kini dibiarkan kosong dan terkunci serta tak terawat. Mereka berkumpul mengelilingi Ketua Uni Timor Aswain (Untas), Eurico Gutteres, yang dalam Kongres Untas yang digelar antara 28 hingga 30 November lalu di GOR Kupang, terpilih sebagai Ketua untuk periode 2011-2015.

Sejak beberapa tahun terakhir, Eurico yang mantan Wakil Panglima Pasukan Pejuang Integrasi (PPI) itu memimpin Partai Amanat Nasional (PAN) NTT. Kunjungan ke Jakarta dilakukan Eurico untuk bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi PAN. Dari kunjungan itu, ia memastikan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa akan membuka Muswil PAN NTT tanggal 18 Desember nanti. Dalam kunjungan ke NTT itu Hatta juga direncanakan mengunjungi kamp pengungsi eks Timor Timur.

“Semoga Pak Hatta sebagai menteri dapat melihat langsung bagaimana keadaan para pengungsi di sini yang masih memprihatinkan,” ujar Eurico.

Selain membicarakan rencana menyambut kehadiran Hatta Rajasa, Eurico dan pengungsi eks Timor Timur juga membahas berbagai persoalan penting yang mereka hadapi sehari-hari sambil makan siang dan minum nira bersama. Sementara di atas sana, langit yang cerah perlahan tapi pasti berubah menjadi mendung.

Ketika mendung telah berubah menjadi hujan, di teras sebuah warung di kamp Tuapukan, Marcelino Hornai yang masih mengingat kalimat manis yang disampaikan SBY enam tahun lalu itu bercerita tentang dukungan penuh yang diberikannya kepada SBY dalam dua kali pilpres, 2004 dan 2009.

“Hanya ada atribut Partai Demokrat dan SBY di rumah saya. Tidak ada atribut partai lain,” ujarnya. Ketika bercerita, Marcelino didampingi oleh sejumlah warga pengungsi termasuk koleganya, kordinator pengungsi kamp Tuapukan, Marcelino Lopez.

Marcelino yang setelah masuk Islam tahun 1993 mengubah namanya menjadi Abdul Kholik ini, melanjutkan, janji yang disampaikan SBY untuk mensejahterakan kehidupan pengungsi eks Timor Timur tak pernah dipenuhi. Pemerintah telah membangun ribuan unit rumah untuk para pengungsi di luar Noelbaki dan Tuapukan. Tetapi untuk menempati rumah-rumah itu bukanlah perkara mudah. Rumah memang disediakan. Tetapi rumah-rumah berukuran sekitar 5 kali 6 meter persegi itu dibangun di atas tanah warga setempat.

"Rumah dibangun tapi tanahnya tidak dibeli. Artinya kami yang harus bayar tanah. Uang darimana? Selain itu di resetlement yang disiapkan itu juga tidak ada fasilitas air bersih, jalan, sekolah dan puskesmas," jelas Marcelino. Belum lagi, sambungnya, kualitas tembok batako rumah-rumah itu juga tidak bagus sehingga banyak yang sudah roboh.

Dia membandingkan sikap pemerintah terhadap mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang bergabung dengan Republik Indonesia pasca perjanjian damai Helsinki tahun 2005.

“Kami tidak pernah melawan pemerintah Indonesia. Sebaliknya, kami berkorban untuk Indonesia. Tetapi kami dibiarkan hidup seperti ini,” ujar Marcelino lagi.

Dalam Pemilu 2009 lalu Marcelino juga membantu salah seorang calon anggota DPR-RI dari Partai Demokrat. Anita Yacoba Gah, nama sang caleg kal itu, kini sudah duduk di Komisi VIII DPR RI. Keadaan pengungsi mestinya menjadi salah satu persoalan yang ditangani komisi ini.

Bulan Juli lalu Marcelino ke Jakarta. Salah satu maksud hatinya adalah untuk bertemu dengan Anita dan membicarakan tentang nasib pengungsi eks Timor Timur. Tetapi sampai Marcelino meninggalkan Jakarta, Anita tampaknya sama sekali tidak mau menemui. Marcelino pun pulang dengan tangan hampa.

Kini, seperti semua penghuni di kamp Noelbaki dan Tuapukan, Marcelino berharap pemerintah dapat segera membuktikan janji menyejahterakan pengungsi yang sudah sebelas tahun berada di pengungsian.

“Pak SBY pernah bertugas di Timor Timur. Dia pasti tahu karakter orang Timor Timur. Jadi tolong perhatikan nasib kami. Jangan janji-janji lagi,” demikian Marcelino. [guh]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya