Berita

GBPH PRABUKUSUMO/ist

Demokrat Tunjuk Angelina, Masyarakat Jogja Terhina

MINGGU, 12 DESEMBER 2010 | 20:14 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Keputusan DPP Partai Demokrat menunjuk anggota DPR Angelina Sondakh sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Demokrat DI Yogyakarta masih dipertanyakan berbagai kalangan.

Ada yang heran, mengapa bukan anggota DPR Roy Suryo yang masih kerabat Keraton Yogyakarta Hadinigrat yang dipilih, misalnya. Mengapa harus Angelina Sondakh yang dinilai tidak memiliki ikatan emosional yang cukup kuat dengan Yogyakarta untuk mempertahankan eksistensi partai itu.

“Ini strategi Yudhoyono selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat melakukan serangan balik kepada Gusti Prabukusumo yang mundur dari Partai Demokrat,” ujar aktivis Adhie Massardi beberapa saat lalu (Minggu malam, 12/12).

“Ini adalah bentuk lain dari penghinaan terhadap Gusti Prabukusumo. Kira-kira bunyinya begini: kelas elo (Prabukusumo) ya se-Angelina gitu,” sambungnya.

Masih kata Adhie, bukan berarti dirinya hendak mengatakan Angelina tidak memiliki kualitas yang baik. Tetapi, sambungnya, Ketua DPD Partai Demokrat semestinya sekelas dengan Sultan di mata orang Jogja.

“Jadi, kalau ini penghinaan, ini tidak hanya menghina Gusti Prabukusumo, tapi juga Sultan dan masyarakat Jogja. Saya kira, orang Jawa paham kalau ini sebuah penghinaan,” demikian Adhie yang lama tinggal di Jogja ketika kuliah.

Pengangkatan Angelina sebagai Plt. Ketua DPD Partai Demokrat DI Yogyakarta dilakukan dalam rapat DPP Jumat malam (10/12) yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Anas Urbaningrum dan Sekretaris Jenderal Ibas Yudhoyono.

Menurut Angelina, dirinya bertugas sebagai Plt. Ketua DPD hingga Musyawarah Daerah berhasil memilik Ketua DPD baru.

"Saya harus bertanggung jawab kepada DPD DIY dan juga menjaga agar penyelenggaraaan Musda bisa berlangsung dengan damai, aman dan hasilnya maksimal," begitu antara lain kata Angelina menjelaskan tugas barunya. [guh]


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Wabah DBD Bangladesh Makin Parah, 42.590 Dirawat dan 117 Lainnya Meninggal Dunia

Senin, 07 September 2026 | 12:27

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun di 2027

Senin, 07 September 2026 | 12:14

Public Expose Live 2026, 45 Emiten Siap Buka Kinerja dan Prospek Usaha

Senin, 07 September 2026 | 12:04

Kini Giliran Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 07 September 2026 | 11:53

Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:41

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

Senin, 07 September 2026 | 11:33

Harga Minyak Naik Lagi Sentuh Level 96 Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:25

Ombudsman Soroti Peredaran Narkoba dan Pungli di Lapas

Senin, 07 September 2026 | 11:21

Cadangan Devisa RI Agustus 2026 Capai Rp2.582 Triliun, Naik 1,2 Miliar Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:19

Belanja Mitigasi Jadi Investasi Hadapi Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:12

Selengkapnya