Berita

RUU JOGJAKARTA

Syarief Hasan Tak Membantah Rapat Setgab Satukan 'Kekuatan'

JUMAT, 10 DESEMBER 2010 | 08:14 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Rapat Sekretariat Gabungan (setgab) partai politik pendukung pemerintah soal Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tadi malam menghasilkan tiga kesepakatan.

Ketiga kesepakatan itu adalah pemerintah tetap menghormati keistimewaan DIY, sistem demokrasi harus diterapkan khususnya terkait pemilihan kepala daerah serta meningkatkan komunikasi dengan masyarakat Yogyakarta terkait draf usulan pemerintah pusat.

Hadir dalam rapat yang digelar di kantor Setgab, Jalan Diponegoro 43, Jakarta Pusat antara lain Ketua Harian Setgab yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, Sekretaris Setgab Syarif Hasan dan juga hadir Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.


Selain itu juga hadir Ketua Fraksi Demokrat Jafar Hafsah, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Marwan Jafar, Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Tjatur Sapto Edy.

"Ini  baru brainstorming, dan kesepekatan awalnya begitu," ujar Syarif Hasan yang juga Menteri Koperasi dan UKM ini.

Dia menambahkan, pertemuan membahas RUU DIY itu sekedar urung rembug terkait draf RUU yang akan segera diserahkan pemerintah ke DPR. Namun, Syarif tidak membantah bila konsolidasi Setgab dimaksudkan untuk menyamakan pandangan fraksi partai koalisi di DPR atas draf RUUK DIY.

"Ini kan menyangkut UU keistimewaan, diharapkan ada satu keputusan yang dapat sesuai dengan yang diamanatkan UU dan diterima oleh semangat demokrasi yang," jelas dia.

Syarif mengatakan pertemuan lanjutan akan digelar untuk mensolidkan parpol koalisi dalam pembahasan RUU di DPR. "Kita mengharapkan ada satu rancangan itu oleh pemerintah mudah-mudahan lebih bagus, lebih bisa diterima oleh semua pihak sesuai keinginan pemerintah dan rakyat Yogya," sambungnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya