RMOL. Menteri Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar menilai pembentukan Panja DPR terkait penjualan saham perdana Krakatau Steel (KS) sangat positif.
“Saya siap memberi keterangan yang selengkap-lengkapnya kepada Panja DPR selama tidak menyimpang dari aturan,’’ ujarÂnya kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, Sabtu (4/12).
Berikut kutipan selengkapnya:
Apa Anda tidak khawatir?Itu justru positif, sehingga bisa dijelaskan apa adanya. Saya kira tidak sulit yakinkan Panja tak ada persekongkolan penjualan saham KS. Sebab, semua proses berjalan sesuai aturan dan terang benÂdeÂrang. Cuma kurang waktu, kuÂrang kesempatan saja untuk menÂjelaskan dengan lengkap. MakaÂnya saya lihat positifnya saja menÂjadi lebih banyak waktu untuk pendalaman aspek per aspek.
Kenapa Anda bilang positif? Hal-hal yang belum jelas selama ini bisa dijelaskan di situ. Dengan begitu kita harapkan kecurigaan-kecurigaan yang ada bisa terÂkuÂrangi dan mudah-mudahan bisa
clear semuanya. Jadi tak ada lagi muncul fitnah sana fitnah sini.
Apakah ada langkah-langÂkah khusus untuk hadapi Panja?Tidak ada yang harus dihadapi, kita akan jelaskan semua. Saya minta pada semua pihak yang ikut dalam proses ini untuk memÂberikan penjelasan dan keteÂrangan selengkap-lengkapnya. Data-data sepanjang yang boleh dibuka, kita buka selama itu tidak menyimpang dari aturannya. Saya usahakan penuhi perminÂtaan DPR untuk beri penjelasan yang selengkap-lengkapnya.
Dengan terbentuknya Panja ini apakah mengganggu rencaÂna Initial Public Offering (IPO) BUMN lainnya?Mudah-mudahan tidaklah. Saya berharap Panja Krakatau Steel ini tidak berimbas pada IPO yang lain. Mungkin selama ini kurang sosialisasi, agak kurang komunikasi. Jadi, kami menyamÂbut baik, makanya saya dengan sebaik-baiknya mempersiapkan koÂmuÂnikasi kepada publik, jadi penjelasannya harus jelas, harus inklusif, harus gamblang, dan ada baiknya kita konsultasi dengan DPR dalam hal ini Komisi VI dan Komisi XI.
Ini supaya tidak terjadi
gape communication, miss understanÂding. Kalaupun ada usulan moraÂtorium, kita hargai pikiran itu supaya jangan buru-buru, jangan salah-salah, itu harapan sebagian anggota Komisi VI DPR. Tapi kalau kita bisa memÂpersiapkan diri lebih baik, apalagi semua BUMN yang IPO itu masih berÂjalan sesuai dengan rencana.
Tapi banyak kalangan meÂniÂlai ini penuh persekongkolan?Kita lihat saja nanti hasil dari pendalaman oleh Panja ya. TeÂman-teman berharap mudah-muÂdahan tidak ada yang meÂnyimÂpang, teman-teman di kantor beÂkerja sesuai dengan aturan. Saya berharap, penjelaÂsan-penÂjelasan nanti mudah-mudahan makin menambah keyakinan kita bahwa IPO ini adalah membantu, meÂnguatkan BUMN kita.
Dan berdasarkan pengalaman, dari 13 BUMN yang sudah IPO, sebaÂgian besar diantaranya saÂngat terbantu penjualannya secara cepat kemudian menuju sehat. Apalagi sekarang ini pasar modal sedang dalam pesat-pesatnya, dan hasil kerja yang kita petik dari
roadÂshow yang kita lakukan dari New York sampai ke LonÂdon, Singapura, dan HongÂkong, saya kira ini memang bagus untuk perusahaan-perusahaan yang memenuhi syarat untuk
go public, kita manÂfaatÂkan.
Jangan samÂÂpai saÂlah kesan seakan-akan BUMN kita jual aset kita pada pihak asing, tidak demikian. Hanya sebagian aset kita, saham kita yang kita bolehÂkan untuk dibeli di pasar saham oleh invesÂtor asing. Sayang kalau kita tidak manfaatkan situasi yang bagus ini untuk besarkan perusahaan kita. Lihat BRI, Telkom, Bank ManÂdiri, dan BTN yang akhir tahun lalu kita
go public itu langsung tembus seÂkitar 80 persen.
Tapi peristiwa ini apakah akan jadi bahan evaluasi bagi IPO Garuda?Tentu saja, karena ada kejaÂdian kasus perubahan sistem peÂnilaian di Garuda, tentu kita akan evaÂluasi sejauh mana mengÂganggu proses keikutsertaan IPO. Saya berharap minggu depan atau pertengahan bulan Desember ini, kita akan minta pada pihak yang ikut memproses persiapan IPO Garuda untuk diminta hasil IPO-nya.
Awalnya panja DPR ini terÂbentuk karena ada kecurigaan pemesan saham yang berafiÂliasi dengan parpol tertentu?Itu kan semua ada aturannya, kalau sesuai aturannya akan saya jelaskan. Kalau domainnya Bapepam, ya tentu sesuai dengan aturan Bepepam.
Kalau domainnya
under writer, ya sesuai dengan aturan yang dimilikinya. Jadi, saya kira seÂmuanya kita jalankan sesuai deÂngan aturan, sehingga pendalaÂman yang diharapkan Panja ini dapat dicapai. Saya melihat kalau rapat-rapat biasa mungkin tidak cukup waktu untuk ungkap karena banyak aspek yang diÂbahas dalam forum yang biasa kita lakukan. Dengan Panja ini mungkin lebih spesial, lebih ada waktu, lebih ada kesempatan penÂdalam untuk analisa kompreÂhensif sehingga menjadi terang benderanglah proses IPO KraÂkatau Steel kita ini.
Bagaimana kalau nanti beruÂjung pada Pansus seperti CenÂtury?
Ya, itu kita serahkan pada DPR. Itu bukan domain saya untuk komentari. Kita beri kesempatan dulu pada Panja untuk bekerja, dan kami dari kementerian akan meminta kepada Krakatau Steel, termasuk
under writer kita yang ditunjuk BUMN untuk memberi selengkap-lengkapnya informasi, baik data maupun keterangan-keterangan, termasuk rangkaian proses yang diminta anggota dewan.
[RM]