Berita

Wawancara

WAWANCARA

Michael Tene: Wamenlu AS ke Candi Borobudur Sinyal Positif Bagi Pariwisata

MINGGU, 05 DESEMBER 2010 | 00:07 WIB

RMOL. “Justru kunjungan utamanya untuk menghadiri  Forum Demo­krasi Bali, tapi bagus juga ber­kunjung ke Candi Borobudur. Ini tentunya kita sambut dengan baik,” kata  Juru Bicara Kemen­te­rian Luar Negeri (Jubir Ke­menlu) Michael Tene, kepada Rak­yat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya Judith mengata­kan, dia diutus Presiden  AS Ba­rack Obama dan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton agar me­ngunjungi Candi Borobudur.

“Ini demi mempererat hu­bungan people to people,” ujar­nya kepada wartawan di Candi Borobudur, kemarin.


Michael Tene selanjutnya mengatakan, kehadiran Wamenlu AS di Candi Borobudur tentu membawa sinyal positif bagi pariwisata. Sebab, itu pertanda Yogyakarta sudah layak dikun­jungi lagi setelah meletusnya Gunung Merapi.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa komentar Anda terha­dap Kedatangan Wakil Men­teri Luar Negeri Amerika Seri­kat  Judith A McHale yang  mengun­jungi Candi Borobudur?
Memang ada kunjungan dari delegasi Amerika Serikat Judith, rencana sebenarnya untuk meng­hadiri Forum Demokrasi Bali. Sekaligus yang bersangkutan juga berkunjung ke Candi Boro­budur.

Jadi, tentunya dari kita me­nyambut baik siapapun yang ingin datang mengunjungi Candi Borobudur. Karena Candi Boro­budur itu kan salah satu puncak budaya Indonesia dan pusat pariwisata.

Apa betul AS  akan memberi ban­tuan untuk restorasi dan pem­­bersihan Candi Boro­bu­dur?
Yang saya baca di berita se­perti itu. Katanya ingin memberi ban­tuan. Tentunya seperti yang saya bilang tadi, kita menyambut baik pihak-pihak yang ingin mem­bantu. Selama bantuan itu sesuai dengan apa yang kita perlukan.

Nanti bantuannya seperti apa?
Saya belum tahu. Karena mereka juga baru akan memper­timbangkan. Saya kira kalau mereka ingin membantu. Tentu­nya mereka harus melakukan pembicaraan dengan instansi terkait di dalam negeri. Terutama yang menangani konservasi Candi Borobudur.

Apakah negara lain ikut mem­bantu pembersihan Candi Borobudur?
Saya belum tahu. Tapi yang jelas, kita kan sudah berusaha melakukan upaya memperbaiki Candi Borobudur itu. Kita juga punya kapasitas untuk melakukan perbaikan. Dan itu sudah kita lakukan.

Artinya tidak perlu bantuan asing?
Kita sedang membersihkan kembali Candi Borobudur. Maka­nya seperti yang saya katakan, kalau ada yang ingin membantu disesuaikan dengan apa yang diperlukan. Supaya tidak tum­pang tindih kan.

O ya, bagaimana dengan Bali Democracy Forum?
Bali Democracy Forum itu ada­­lah satu forum yang sudah kita lakukan sejak tahun 2008. Dan ini adalah yang ketiga kali­nya (2008, 2009, dan 2010). Ini adalah fo­rum negara di kawasan Asia untuk melakukan dialog, saling bertukar pikiran dan pe­ngalaman mengenai proses de­mokrasi.

Selain itu juga dalam rangka, penguatan character building democrasi. Selain negara Asia, ada juga negara luar kawasan seperti Amerika Serikat dan Eropa juga hadir. Memberikan bantuan-bantuan untuk proses capacity building di bidang demokrasi.

Berarti dari Amerika Serikat yang diutus hanya Judith?
Kemungkinan begitu, sebab saya belum punya daftar un­dangannya.

Kenapa dari Amerika Seri­kat yang diutus Judith?
Bali Democracy Forum diha­diri Presiden, menteri, dan pe­jabat senior. Jadi, memang dari tingkat representasi ada dari kepala negara dan tingkat menteri dan pejabat tingkat tinggi (senior).

Dari Indonesia siapa yang hadir?
Acara ini diketuai bersama oleh Bapak Presiden SBY dan Presiden  Korea Selatan.

Mungkinkah kedatangan Pre­siden Korsel untuk me­minta ban­tuan kepada negara-negara lain mengingat sedang bersite­gang dengan Korut?
Presiden Korsel datang hanya sebagai salah satu ketua bersama  Bali Demokrasi Forum. Un­dangan­nya sudah diberikan sejak tahun lalu. Jadi, sudah diren­canakan dari jauh hari.   [RM]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya