Berita

Wawancara

Sukmawati Soekarnoputri: Kami Senang Rumah Bung Karno Tidak Dijual Ke Swasta & Asing

SABTU, 04 DESEMBER 2010 | 00:48 WIB

RMOL.Sukmawati Soekarnoputri mengaku tidak ada masalah dengan penjualan rumah masa kecil Bung Karno kepada Pemerintah Kota Blitar dan Jawa Timur.

“Daripada dijual kepada pihak swasta, tentu lebih bagus dibeli Pemkot Blitar dan Jawa Timur. Kami senang saja, yang penting Istana Gebang Blitar itu sudah ada yang mengurus,’’ ujarnya kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Rumah yang berdiri di atas tanah 1,4 hektar di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan, itu dibeli dari pihak ahli waris, Ny Soekarmini Wardojo, kakak Bung Karno dengan harga  Rp 35 miliar. Dana sebanyak Rp 25 miliar diambil dari APBD Pem­prov Jatim dan Rp 10 miliar dari APBD Pemkot Blitar.

Sebelumnya, ahli waris Ny Soekarmini Wardojo mematok harga jual Istana Gebang, yang dikenal warga sekitar dengan sebutan Dalem Gebang, senilai Rp 50 miliar. Tapi setelah tawar-menawar akhirnya menjadi Rp 35 miliar.

Sukmawati selanjutnya me­nga­takan, pihaknya merasa se­nang karena dibeli Pemko Blitar dan Jawa Timur, apalagi di situ akan dibangun cagar budaya.

“Yang penting Istana Gebang itu tidak dipindahtangankan ke pihak asing. Kalau ke pihak asing tentu kami nggak senang,’’ ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Bagaimana kalau dibeli swasta?

Tentu nggak senang dong, kan berbeda kalau dibeli Pemkot Blitar dan Jawa Timur berarti masih milik rakyat. Jadi, saya senang dong kalau sudah dijual ahli warisnya.

Kenapa bukan anak-anak Bung Karno yang menjadi ahli warisnya?

Ahli warisnya kan dari Almar­humah Ibu Wardoyo (kakak pe­rempuannya Bung Karno).  Bung Karno sudah rela menye­rahkan rumah itu ke kakak pe­rem­puannya.

Kenapa sih rumah Bung Karno harus dijual?

Eh, itu kan soal yang mengu­rus, siapa yang mau tinggal di situ dan mengurusnya. Semuanya tinggal di Surabaya dan Jakarta. Ya, udah nggak ada yang mau ngurus rumah di Blitar.

Ada yang bilang penjualan rumah Bung Karno disebab­kan tidak memiliki biaya pera­watan, renovasi, dan pembaya­ran PBB,  apa betul begitu?

O, saya nggak tahu tentang keluarga mereka. Ya, udah kerja samanya kan sama Pemkot. Jadi, bagus dong. Artinya, aset­nya kan masih milik Indonesia. Ya, udah jangan diperpanjang ma­salah itu.

Ketika rumah Bung karno mau dijual, apa sebelumnya mengontak ke anaknya Bung Karno?

Nggak ada, sudah terserah saja.

O ya, bagaimana komentar Anda ditolaknya gelar pahla­wan untuk Soeharto?

Ya, udah kan ditolak. Betul itu, gitu lho.

Kenapa Anda setuju dengan peno­la­kan itu?

Ya dong, kan nggak layak untuk Soeharto diberi gelar pah­lawan. Se­bab, di era ke­pe­mim­pi­nan­nya ba­nyak pe­langga­ran hak asasi manusia.

Barangkali ini penundaan saja, mungkin beberapa tahun lagi bisa mendapat gelar pah­lawan, komentar Anda?

Saya sebagai pribadi dan kader-kader PNI Marhaenisme tetap nggak setuju. PNI pernah men­jadi korban saat pemerintah Soeharto. Jadi, ini memper­lihat­kan bukan hanya keluarga Bung Karno saja yang menjadi korban, tapi juga partai politik.

Apa Anda pernah mengirim surat kepada Presiden SBY agar tidak diberikan gelar pahlawan kepada Soeharto?

Nggak pernah kirim surat. Kita lihat-lihat situasi saja. Tapi ter­nyata sudah ditolak, ya udah.

Bagaimana hubungan Anda dengan anak-anak Soeharto?

Kalau ketemu, ya baik-baik saja.

Apa sering kontak-kontakan dengan Anda?

O, nggaklah. Kalau ketemu saja, ya ngobrol. Gitu saja. [RM]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya