Berita

Wawancara

Effendi Simbolon: Pembatasan BBM Bersubsidi Bikin Rakyat Kian Tertindas

SABTU, 04 DESEMBER 2010 | 00:15 WIB

RMOL.Pimpinan dan anggota Komisi VII DPR yang berasal dari Fraksi PDIP bakal menolak pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

“Pembatasan BBM bersub­sidi ini sangat jelas bikin rakyat kian tertindas. Jadi, ini perlu di­cegah,’’ ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR, Effendi Simbolon, ke­pada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Pemerintah berencana memba­tasi BBM bersubsidi yang di­mulai 1 Januari 2011. Tapi, upaya itu harus disetujui Komisi VII DPR yang membidangi masalah energi.

Menurut Ketua DPP PDIP Bidang Sumber Daya dan Dana itu, pemerintah belum menyam­paikan secara resmi ke DPR ter­kait keinginan membatasi BBM bersubsidi tersebut.

“Kami belum menerima secara resmi soal pembatasan BBM ber­subsidi itu,” kata Effendi Sim­bolon.

Berikut kutipan selengkapnya:

Rencananya awal De­sem­ber diajukan ke DPR, kenapa belum diserahkan ya?

Mana saya tahu. Yang jelas, secara resmi kami belum menda­patkan usulan dari pemerintah soal pembatasan BBM bersub­sidi itu. Ini kan gaya pemerintah yang tidak pernah secara tegas meng­hormati DPR.

Maksudnya?

Seharusnya setiap perubahan dalam kebijakan dari Undang-undang APBN dibahas dan di­minta persetujuan DPR. Itu hake­kat sebuah sistem penyelengga­raan negara. Kalau ingin ada pe­rubahan dalam kebijakan energi masalah BBM yang bersubsidi, maka itu harus dibicarakan.

Apa Anda menolak dengan pem­batasan tersebut?

Kami Fraksi PDIP DPR secara tegas menolak. Pemerintah tidak jujur. Seharusnya katakan bahwa pemerintah tidak siap menye­diakan premium.

Kalau dilakukan pembatasan, tentu sudah masuk pada ranah-ranah pribadi. Kenapa masyara­kat tidak boleh memilih pre­mium, kenapa harus dipaksa memilih pertamax dan pertamax plus. Itu kan cara pemerintah kong­kalikong dengan Pertamina untuk melukai rakyat. Pembata­san BBM ini sederhana tapi dam­paknya luar biasa.

Pemerintah berdalih kalau BBM disubsidi terus maka ne­gara mengalami kerugian?

Kembali saya minta pemerin­tah harus jujur pada dirinya sen­diri dan kepada rakyat. Apa sih, hakekat dari subsidi itu sendiri. Apakah sebagai sedekah atau donasi. Ini kan harus dimak­nai sebagai sebuah arti stimulasi bagi pertumbuhan ekonomi. Khu­susnya di masyarakat mar­jinal.

Jangan hanya sebagai donasi atau sedekah dari negara atau pe­merintah kepada rakyat. Apakah dengan begitu, rakyat kemudian membutuhkan subsidi itu. Me­reka memang membutuhkan tapi bukan dalam arti mengemis.

Memang siapa yang berhak mendapatkan BBM bersub­sidi?

Mereka yang benar-benar belum mempunyai daya beli yang cukup, sehingga mereka sangat membutuhkan BBM yang ber­subsidi. Jadi, jangan menyalah­kan mereka.

Apa Anda melihat ada mua­tan politis dari pembatasan itu?

Jangan sampai saja, sekarang dilakukan pembatasan, dan me­naikkan harga BBM, tapi mende­kati 2014, harganya diturunkan lagi dua kali, dan diiklankan lagi bahwa ini pembelaan kepada rakyat.

Ini kan tipu-tipu. Seharusnya  masyarakat dari kalangan bawah yang menggunakan motor hen­daknya perlu diperhatikan. Ja­ngan dibatasi menggunakan pre­mium. Lagipula masyarakat meng­gunakan motor karena pe­merintah yang becus menyedia­kan transportasi. [RM]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya