Berita

Wawancara

WAWANCARA

Heru Lelono: Belum Apa-apa Sudah Dikritik Beri Kesempatan Basrief Bekerja

SENIN, 29 NOVEMBER 2010 | 04:47 WIB

RMOL. Masyarakat dan pemerhati hukum hendaknya memberi kesempatan Jaksa Agung yang baru, Basrief Arief, untuk bekerja.

“Kalau sekarang dikritik kan kurang fair, bekerja saja belum kok sudah dikritik. Beri kesem­patan Basrief bekerja. Biarkan beliau membuktikan komitmen­nya dalam pemberantasan korup­si,’’ ujar Staf Khusus Presiden Bidang Informasi, Heru Lelono, kepada’Rakyat Merdeka, di Jakarta.

Berikut kutipan selengkapnya:


Banyak kalangan meragu­kan Jaksa Agung yang baru Basrief Arief bisa menuntaskan kasus-kasus korupsi, komentar Anda?
Presiden menentukan Jaksa Agung yang baru dengan berba­gai pertimbangan.

Apa pertimbangannya?
Kalau ditanya latar belakang dan alasan teknis secara detail, saya nggak bisa menjawab. Itu hak prerogatif Presiden. Sebab, saya bukan orang yang diajak untuk mempertimbangkan itu. Tapi hampir pasti tidak mungkin tanpa alasan. Yang jelas Pak Ba­srief yang terbaik.

Memang komitmen Basrief seperti apa?
Seperti yang disampaikan be­liau (Basrief).

Pertama, adalah menyelesai­kan perkara-perkara di kejak­saan. Kedua, dia memahami bahwa apa yang dilakukan Pak Hendarman Supandji, salah satu­nya adalah reformasi di internal. Reformasi itu masih harus di­lanjutkan.

Maka untuk memperbaiki in­ter­nal, harus dilakukan refor­masi. Ini yang lebih penting dari­pada menyelesaikan satu atau dua pe­kerjaan. Seperti yang disam­pai­kan Presiden, masalah penegakan hukum ini masih banyak masa­lah. Kita doakan saja, komitmen itu dijaga betul tanpa dihambat internal maupun eksternal.

Jangan dipolitisir, ini bisa me­rusak penegakan hukum kita.  Jadi, beri kesempatan kepada Ba­srief Arief, jangan belum apa-apa sudah dikritik. Biarkan dia untuk membuktikan komitmen itu.

Tapi prestasinya selama ini kan tidak terlihat, sehingga ba­nyak kalangan pesimistis?
Kalau pesimistis dasarnya apa. Sebaliknya, kalau optimistis da­sar­nya apa. Kita harus melihat kinerja. Jadi, kita tidak boleh bi­cara pesimistis dan optimistis saat sekarang. Kita menunggu saja apa yang dilakukan Basrief Arief dengan segala komitmen­nya.

Apa harapan Presiden ke Ba­srief?
Pak Basrief harus memahami benar kalau penegakan hukum kita masih banyak masalah, se­hingga menjadi Pekerjaan Ru­mah. Untuk penegakan hukum ini tidak cukup hanya dengan be­kerja, tapi harus bekerja keras.

Maksudnya?
Kalau pegawai negeri itu be­kerja dari pukul 08.00 WIB sam­pai 17.00 WIB. Maka untuk mem­­perbaiki penegakan hukum di kejaksaan tidak cukup itu, tapi harus lebih.

 Kemudian Presiden memberi pesan yang sangat jelas bahwa kebenaran itu harus ditingkatkan. Memang hukum itu untuk kea­dilan. Tapi kadang-kadang, kea­dilan bagi siapa. Adil di sini tapi nggak adil di sana. Yang lebih penting dalam penekanannya adalah tegakkan kebenaran.

Terpilihnya Basrief Arief  men­­cengangkan banyak ka­langan karena namanya kurang disebut-sebut sebelumnya?
Tidak seperti itu juga. Nama Basrief Arief  sudah cukup lama beredar. Saya pribadi, dengan nama Basrief  bukan hal yang mengagetkan.

Komentar Anda atas terpi­lih­­­nya Busyro Muqoddas men­jadi Ketua KPK?
Sekarang ini semua pimpinan lembaga hukum sudah ada, yakni Jaksa Agung, Kapolri, dan Ketua KPK. Diharapkan terjadi sinergi demi pemberantasan korupsi di negeri ini.  [RM]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya