RMOL. Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengaku siap dipanggil DPR terkait kepergiannya ke Jerman sebagai pembicara Indonesian Business Day, awal November lalu. Maklum, saat warga Mentawai menderita pasca dihajar bencana tsunami, Irwan malah ngacir ke Jerman.
“Saya selalu siap dipanggil DPR. Tapi hingga kini saya beÂlum dipanggil,†ujar Irwan PraÂyitno keÂpada Rakyat Merdeka, melalui via telepon, di MentaÂwai, Rabu (24/11).
Sebelumnya Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap meÂngaÂtakan, pihaknya segera meÂmanggil Irwan Prayitno ke DPR terkait kepergiannya ke JerÂman. Sebab, di Mentawai maÂÂÂsih menÂderita karena terÂkena tsuÂnami.
Irwan mengatakan siap diÂpanggil ke Senayan karena diÂrinya tidak meÂrasa bersalah. “SaÂya nggak bersalah kok, jadi keÂnapa takut dipanggil DPR,†ucap anggota DPR periode 2004-2009 dari Fraksi PKS itu.
Berikut kutipan selengkapnya:Apa Anda sudah menerima surat panggilan dari DPR?Nggak ada. Kalau dipanggil, ya datang. Tapi kan sudah selesai masalahnya, kenapa meski diÂungkit-ungkit lagi.
Bagaimana kalau yang meÂmanggil Presiden?
Tidak ada masalah sama sekaÂli. Saya datang ke Jerman untuk menarik investor. Itu kan sudah dijadwalkan sejak dua bulan yang lalu.
Apa Mendagri juga belum meÂmanggil?Nggak ada panggilan. Itu berÂarti sudah selesai masalahnya.
Banyak pihak menilai Anda tidak pantas ke luar negeri di saat rakyat Mentawai sangat menderita diterpa tragedi tsuÂnami?Itu yang masalah siapa. Itu kan pemberitaan di Jakarta saja. SeÂdangkan berita di lokal tenang-tenang saja. Masyarakat SumaÂtera Barat, khususnya masyaÂraÂkat Mentawai juga tenang-teÂnang saja.
Demikian juga, BuÂpati, Wakil Bupati dan anggota DPRD pun dengan saya tidak marah seÂdikitpun. Sebab, saya sudah full time saat bencana di Mentawai. Dan mereka tahu, saya bukan seperti yang dituÂduhkan oleh media.
Kenapa Anda tidak memÂbaÂtalkan kunjungan tersebut?Ketika saya ingin membatalÂkan, Dubes Jerman keberatan. Makanya saya di sana hanya satu hari saja.
Oh ya, apa saja yang sudah Anda lakukan dalam penaÂnganÂan masyarakat Mentawai korban tsunami?Kami sudah membuat hunian sementara bagi korban tsunami. Insya Allah 22 Desember mendaÂtang sudah selesai. Kami juga sudah bekerja keras mengirim material. Jadi, pengiriman banÂtuan tidak terkendala kalau cuaÂcaÂnya bagus.
Selain itu apa lagi?Untuk relokasi yang terkena tsunami, maka harus dijauhkan dari pantai. Yakni berada di jalan HPH (Hak Pengusahaan Hutan).
Jadi, masyarakat Mentawai tidak kesulitan untuk mencari mata pencaharian ya?Tidak, malah dekat dengan mata pencaharian mereka.
Bagaimana dengan bantuan pemerintah?Pemerintah pusat mengirim anggaÂran melalui BNPB. Hampir semua kementerian telah memÂberikan bantuannya. MisalÂnya, Menkominfo memberikan bantuÂan berupa jaringan telekoÂmuÂnikasi. Mensos memberikan bantuan beras dan Menteri PenÂdidikan memberikan bantuan untuk mendirikan sekolah.
Ngomong-ngomong untuk merehabilitasi Mentawai, beÂrapa anggaran yang dibutuhÂkan?Hampir Rp 90 miliar. AnggaÂran sebesar itu sudah dibuat berÂdasarkan perkiraan angka-angka. Kami sudah meminta permohoÂnan tentang anggaran tersebut keÂpada BNPB dan peÂmerintah daerah.
[RM]