RMOL. Anggota Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum (Satgas PMH) Mas Achmad Santosa mengaku tidak pernah mengarahkan Gayus Tambunan untuk membongkar kasus dugaan suap pajak grup Bakrie.
Tapi Wakil Bendahara Partai Golkar, Bambang Soesatyo menÂduga Satgas PMH mengarah-ngaÂrahkan Gayus. Makanya polisi hendaknya memeriksa anggota Satgas PMH yang meÂminta Gayus Tambunan untuk membongkar kasus dugaan suap pajak grup Bakrie.
Ini salah satu polemik terhadap kasus Gayus. Polemik lainnya adalah adanya desakan agar KPK yang menangani kasus tersebut, tapi Polri masih ‘bersikeras’ belum mau melimpahkannya ke KPK.
Menanggapi hal itu, sesepuh Polri Komjen Pol (Purn) NoegroÂho Djajoesman mengatakan, Satgas PMH tidak punya keweÂnangan penyidikan, sehingga tidak tepat bila lembaga ini inÂvolve dalam setiap permasalahan hukum di republik ini.
“Saya ingin bertanya, bagaiÂmana asal muasalnya terjadi perÂteÂmuan antara Satgas dengan Gayus di Singapura sekitar Maret atau April lalu,’’ ujarnya kepada
Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.
Berikut kutipan selengkapnya:Mengapa Anda mempertaÂnyakan pertemuan Satgas dan Gayus itu?
Ya, di situ keanehannya menuÂrut saya. Apa memang semua serba kebetulan, mereka bisa bertemu Gayus di Singapura.
Penilaian Anda tentang SatÂgas yang terlihat lebih senang KPK menangani kasus Gayus ketimbang Polri?Kalau sekadar saran sih boleh-boleh saja. Tapi ingat, lewat Juru Bicara Presiden telah memberiÂkan kepercayaan kepada Polri. Lagipula Polri dan KPK juga suÂdah bertemu memÂbahas bagaiÂmana penanganan yang tepat untuk kasus Gayus dan mafia pajak lainnya.
Apakah Satgas bisa memÂpeÂngaÂruhi indeÂpenÂdenÂsi Polri daÂlam melakukan penyidikan?
Sebagai institusi penegak huÂkum yang independen dan diÂpayungi oleh Undang-undang, saya yakin Polri tidak terpeÂngaruh atas manuver yang diÂlakukan Satgas.
KPK akan membantu Polri dengan fungsi supervisi dan koordinasi yang dimilikinya, apaÂkah itu akan terwujud meÂngÂingat hubungan kedua peneÂgak hukum itu belum begitu mesra?Harus dapat dibedakan antara mission dengan masalah-masalah yang sifatnya pribadi.
Saran Anda, bagaimana meÂnyeÂlesaikan penyelewengan opini dari kasus Gayus yang tak kunjung usai ini?Masalah hukum hendaknya jangan dipolitisasi.
Pimpinan KPK dan Polri suÂdah bertemu dan sepakat bahÂwa penanganan kasus GaÂyus teÂtap dipegang kepolisian, koÂmenÂtar Anda?Itu adalah jawaban yang sudah jelas dan sesuai dengan keweÂnangan yang dimiliki Polri.
Kenapa sih Polri tetap berÂsiÂkeras untuk menanganinya?Bukan masalahnya bersikeras, tetapi sistem dan kewenangan yang dimiliki Polri itulah memÂperÂlihatkan sikap Polri yang seÂbenarnya.
Sejak ditangani April lalu, Bareskrim masih kesulitan meÂngumpulkan barang bukti peÂnyuapan terhadap Gayus, keÂnapa begitu?
Untuk kasus penyuapan meÂmang sulit pembuktiannya karena harus dalam kondisi tertangkap tangan. Seperti halnya KPK saat menangkap pejabat Pemkot Bekasi. Jadi, untuk pengungÂkaÂpan kasus Gayus ini perlu mengÂguÂnakan pola dan metode yang lebih cerdas dan terukur.
Polri belum melakukan peÂmeÂÂriksaan terhadap jenderal yang diduga terlibat, padahal inÂdikasi itu sudah terungkap dalam persidangan, mengapa begitu?Itu baru keterangan dalam perÂsidangan tapi belum dilengÂkapi dengan bukti-bukti.
Ada sinyalemen, banyak piÂhak di kepolisian merasa berÂkeÂpÂentingan karena Gayus meÂnyimpan banyak rahasia soal kejahatan pajak yang bisa diguÂnakan untuk mencari keunÂtungan, benarkah demikian?Mengapa kita harus selalu berÂpikir negatif dan mengapa masaÂlah Gayus selalu merupakan headline. Padahal, masih banyak kasus lain, lebih besar dari kasus Gayus yang merugikan negara dan masyarakat.
Kasus apa saja itu? Contohnya, kasus Century, IPO KS, mafia pajak selain kasus Gayus, kecurangan dalam PilÂkada, serta kasus lainnya yang tengah ditangani KPK namun belum tuntas.
Dugaan Anda, Gayus dikeÂluarÂkan dari Mako Brimob oleh kekuatan politik atau sekadar ulah oknum bermotif suap?Saya tidak berani menduga-duga karena kasus ini tengah dalam pemeriksaan kepolisian.
Jika ada, sejauh mana keÂmamÂpuan Polri mengungkap keÂkuatan politik di balik skeÂnario kasus Gayus?Saya yakin Polri tidak akan menyentuh ranah politiknya karena itu bukan domainnya. Tapi, Polri pasti akan memproses aspek yang berkaitan dengan pelanggaran pidananya.
Sepengetahuan Anda, apakah Polri akan memprioritaskan seÂjumlah perusahaan besar yang diakui Gayus pernah mengguÂnakan jasanya?Di sini Polri harus terlebih dahulu membuktikan adanya mata rantai antara peran Gayus dengan pihak perusahaan dan peran Gayus dengan pihak PeraÂdilan Pajak.
[RM]