Berita

Wawancara

WAWANCARA

Jero Wacik: Perbaikan Kaliurang & Cangkringan Tergantung Instruksi Mbah Rono

JUMAT, 26 NOVEMBER 2010 | 01:11 WIB

RMOL. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) mulai memperbaiki obyek wisata di Yogyakarta yang terkena debu vulkanik dari meletusnya Gunung Merapi.

“Ribuan orang sudah dikerah­kan untuk membersihkan debu di Candi Borobudur setebal 3 centi­meter. Terus membersihkannya juga harus hati-hati agar tidak ru­sak,’’ ujar Menbudpar Jero Wacik kepada Rakyat Merdeka, di kan­tornya, Jakarta, Rabu (24/11).  

Sedangkan obyek wisata Kaliu­­rang dan Cangkringan yang dekat dengan gunung yang mele­tus itu, tentu menunggu instruksi dari Ketua Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono.


“Perbaikan obyek wisata di dekat gunung tergantung instruk­si Mbah Rono (Surono). Kalau belum diizinkan, ya belum diper­baiki dong,’’ ucapnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Ada kesan Kemenbudpar lam­­ban bergerak, kenapa?
Nggak seperti itu juga. Kami langsung bergerak kok, begitu Gunung Merapi meletus pertama kali, saya menyuruh dua Dirjen di Kemenbudpar berangkat ke Yogyakarta untuk memantau obyek-obyek wisata, seperti Candi Borobudur, Candi Pramba­nan, dan lainnya. Tetapi saya menyuruh mereka silent.

Kenapa?
Suasana  kan lagi tanggap ben­cana, dan semua orang sibuk menyelamatkan korban, terus masa kami sibuk ngurusin candi dan objek wisata. Jadi, saya tidak mau tampil menonjol, karena  dalam istilah sepakbola posisi saya offside. Nggak paslah. Lagi­pula saya tidak setuju bencana dijadikan objek wisata, itu tidak manusiawi. Makanya kami tidak muncul. Ada saatnya yang tepat agar saya turun langsung.

Kapan itu?
Ya, sekarang ini sudah mulai di­perbaiki. Saya juga akan ke Yog­ya­­karta, 8 Desember menda­tang. Agenda pertama membuka acara Wisdom di UGM, itu Inter­national Conference tentang Local Wis­dom Inspiring Global Solutions.

Berapa negara yang datang?
Banyak. Pelaksana acara itu 30 Rektor di Indonesia. Setelah itu saya akan memantau obyek wi­sata. Sedangkan malamnya, saya akan makan lesehan di Malioboro dan mengajak wartawan. Di situ nanti saya akan umumkan ke dunia bahwa Yogyakarta sudah aman, sehingga layak untuk di­kunjungi.

Bila perlu nanti saya akan me­ng­­undang Sekjen World Tourism Organization (WTO) untuk datang ke Yogyakarta, sehingga bisa me­li­hat langsung bahwa pasca-bencana merapi sudah oke secara pariwisata.  

Apa ini efektif?
Sangat efektif. Apalagi, nanti beberapa momentum penting tingkat internasional. Misalnya, puluhan event  MICE (Meetings, Incentives, Conventions, exhi­bi­tions). Ini berskala besar, seperti Sea Games dan KTT Asean, kan Indonesia sebagai ketuanya.

Ada dua kali KTT di sini, yakni  di Jakarta April 2011 dan Bali Okto­ber 2011. Ini berarti ribuan orang yang ikut, pasti akan me­nambah distribusi pendapatan. Para delegasi dari berbagai ne­gara itu tidak ada yang bawa kasur, tidak ada yang bawa roti. Jadi, mereka pasti menginap di hotel dan makan di restoran, itu akan menambah income. Ini mo­men­tum untuk meraih keun­tungan besar untuk pariwisata kita. Kita akan panen raya di 2011 itu.

Ada berapa proram pendu­kung untuk itu?    
Banyak sekali, sedikitnya 61 program pendukung kegiatan MICE, ini dilakukan pemerintah, organisasi internasional, asosiasi, maupun kalangan komunitas. Penyelenggaraan MICE terkait antara lain kegiatan seni budaya, olahraga, maupun kegiatan orga­nisasi internasional. Ini akan men­dongkrak pariwisata kita.

Apakah 2011 itu seluruh ob­yek wisata di Yogyakarta sudah bisa diperbaiki, ini kan tidak gampang?
Begini ya, gempa 2006 di Yogya­karta berdampak lebih be­sar ketimbang Gunung Merapi meletus. Saat itu jalan-jalan ru­sak, bandara rusak, banyak hotel rusak, candi-candi juga rusak. Itu saja bisa kita atasi. Jadi, ini pasti bisa. Makanya, Selasa (23/11) saya kumpulkan stakeholder pari­wisata se Yogyakarta untuk meyakinkan mereka bahwa ini bisa kita perbaiki dengan cepat. Meskipun membersihkan candi itu harus hati-hati. Makanya saya melibatkan ahli arkeologi dari UGM dan meminta saran dari UNESCO agar candi ini itu tetap terpelihara dengan baik.  [RM]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya