Berita

Wawancara

Dr Putra Kaban: Tahanan Keluar Masuk Penjara Itu Hal Lumrah & Wajar Tuh...

MINGGU, 21 NOVEMBER 2010 | 00:06 WIB

RMOL.Tahanan yang berduit disinyalir bisa keluar masuk penjara. Ini bukan rahasia umum lagi. Dari dulu hal ini sudah terbiasa dilakukan.

“Itu hal lumrah dan wajar tuh. Jadi, berita Gayus Tambunan ke­luar dari Rumah Tahanan Bri­mob, Depok, sebenarnya bukan hal yang luar biasa. Semua taha­nan yang berduit bisa mela­ku­kan ’cuti’ di luar Lembaga Pe­masya­ra­katan,’’ ujar bekas Staf Penga­jar di Lembaga Pe­masya­rakatan, Dr Putra Kaban, ke­pada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya:

Kenapa hal itu terjadi?

Jawabannya sederhana saja, yakni saling membutuhkan. Ta­ha­nan membutuhkan keluar dari penjara, sedangkan penjaga ru­mah tahanan membutuhkan duit. Jadi, kloplah. Ini sudah terbiasa dari dulu, tapi karena seorang Gayus Tambunan yang melaku­kannya menjadi berita yang besar. Padahal, itu hal biasa dan lumrah. Masalah ini belum bisa ditangani secara tuntas.

Masalahnya apa?  

Pemerintah belum pernah me­nyelesaikan masalah ini secara komprehensif. Saya pernah men­jadi staf pengajar di Lembaga Pemasyarakatan yang antara lain mengajarkan soal etika, sehingga saya mengerti betul apa yang menjadi masalah di sana.

Misalnya apa saja?

Gaji sipir dan kepala rutan ter­lalu kecil. Padahal, kebutuhan hi­dup demikian tinggi. Jadi, sangat gampang sekali tergoda bila di­suap para tahanan. Selain itu, sis­tem di tahanan juga masih am­bu­ra­­dul. Jadi, perlu pembe­nahan secara kom­prehensif. Mi­salnya perlu me­ningkatkan sum­ber daya manusia para sipir,dan pembe­na­han penjara. Semuanya ini tentu membu­tuhkan dana yang tidak sedikit.  

Kongkritnya perlu gaji sipir dan kepala rutan dinaikkan?

Ya, itu suatu keharusan bila kita ingin mengurangi para taha­nan bisa seenaknya keluar ma­suk pen­jara. Selain itu, penga­wasan juga perlu ditingkatkan, sehingga peluang mereka untuk melakukan penyimpangan itu semakin kecil.

Ketua Komisi III DPR Benny K Harman mengusulkan agar se­mua rumah tahanan itu di ba­wah kendali Kemenkumham, menurut Anda?

Itu lebih baik, sebab penanga­nan­nya menjadi satu atap di ba­wah kendali Kemenkumham. Tentu pengawasannya lebih gam­pang dilakukan. Tapi sekali lagi yang paling utama adalah mem­perbaiki nasib pegawai di Lem­baga Pemasyarakatan.

Bagaimana cara mewujud­kan­nya?

Gampang, keluarkan saja Ke­putusan Presiden (Keppres). Se­bab, pada dasarnya rumah taha­nan itu kan di bawah Kemen­kum­­ham, tapi faktanya sekarang ada yang dikelola polisi dan jaksa. Tinggal diluruskan saja lewat Keppres, tidak perlu di­revisi Undang-undangnya.

Ada usulan agar Gayus di­mis­­kinkan, sehingga tidak bisa lagi me­nyuap aparat, menurut Anda?

Saya ini kan pengacara, tentu landasan untuk memiskinkan itu harus berdasarkan hukum. Misal­nya, kekayaanya disita, tapi apa kuat untuk menyita kekayaannya itu secara hukum. Jangan sampai semangat memiskinkan Gayus itu dengan cara melanggar hu­kum dan hak asasi manusia, itu juga tidak benar.

O ya, bagaimana tanggapan Anda soal usulan perlunya ruang biologis di Lembaga Pe­ma­sya­rakatan?

Itu saya setuju. Daripada se­perti sekarang, praktik seperti ini sudah dilakukan tapi secara ter­­s­elubung. Jadi, lebih baik di­buat saja secara terang-te­rang­an. Ma­sa­lah biologis itu kan me­­­rupakan kebutuhan. Nanti ka­lau tidak di­salurkan, ma­lah bisa berdampak kepada keja­hatan. Cuma perlu di­buat atu­ran­­­­nya. Jangan sampai ter­jadi praktik prostitusi. Ruang bio­­logis itu hanya untuk yang su­dah punya pasangan suami istri. [RM]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya