Berita

Jumhur Hidayat/ist

TKI DISIKSA

Kepala BNP2TKI: Kemungkinan Besar Majikan Sumiati Sakit Jiwa

JUMAT, 19 NOVEMBER 2010 | 22:23 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) Jumhur Hidayat, mendukung penuh upaya Asosiasi Advokat Indonesia memberikan advokasi terhadap Sumiati.

Kata dia, AAI mempunya jaringan advokat internaional sehingga pengawasan lebih maksimal di sana. “Kami siap berkordinasi dengan pengacara yang hebat,” ujar Jumhur Hidayat di kantornya, Jalan MT Haryono, Jakarta saat menerima perwakilan AAI (Jumat, 19/11).

Menurut Jumhur, pengacara-pengacara akan dikirim ini bukan pengacara yang
asal-asalan. Selain untuk mendampingi Sumiyati, pengacara dari AAI juga akan mendampingi TKI lainnya yang bermasalah dengan hukum. "Jadi, kami siap berkoordinasi dengan pengacara-pengacara yang hebat," ujarnya.

asal-asalan. Selain untuk mendampingi Sumiyati, pengacara dari AAI juga akan mendampingi TKI lainnya yang bermasalah dengan hukum. "Jadi, kami siap berkoordinasi dengan pengacara-pengacara yang hebat," ujarnya.

Ketika ditanya kenapa ada majikan yang melakukan kekerasan yang berlebihan,
Jumhur mengatakan kemungkinan besar karena majikan Sumiyati ini mengidap masalah
kejiwaan.

“Kalau majikan tidak suka terhadap TKI yang bekerja padanya bisa mengembalikan
TKI ke agen, dan majikan bisa meminta ganti TKI yang lebih baik,” katanya dengan
nada tinggi.

Untuk mencegah terulangnya kasus yang menimpa Sumiati, Jumhur berharap agar ke
depan ada semacam seleksi kejiwaan atau psikologi bagi calon majikan yang akan
merekrut TKI.

“Kalau kejiwaan majikan cenderung menyimpang, pemerintah bisa menolak
memperkerjakan TKI di majikan tersebut,” ujarnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya