RMOL. Harapan warga Jakarta Utara (Jakut) terbebas dari banjir rob (air pasang surut laut), nampaknya belum bisa terwujud dalam waktu dekat. Pasalnya, pembangunan Pintu Air Pasang Surut Cilincing di Kali Banglio yang rencana rampung akhir 2010 terhambat masalah pembebasan lahan warga.
Padahal, pembangunannya yang semula ditargetkan selesai akhir 2010 dan sudah ada pemeÂnang tendernya itu, menjadi tumÂÂpuan bagi warga Jakarta Utara agar terhindar banjir rob di kawasan Cakung. Tapi, karena belum ada titik temu terkait beÂsaran ganti rugi pembebasan lahan warga yang bermukim di sekitar Kali Banglio, membuat anggaran proyek ini dialihkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2011.
“Pembangunan pintu air ini sebenarnya sudah diprogramkan dalam APBD DKI 2010. Tapi proyek tersebut terpentok masaÂlah pembebasan beberapa baÂnguÂnan di sekitar lokasi, seÂhingga pembangunan pintu air sepanjang 40 meter lengkap deÂngan pompa airnya itu terpaksa ditunda,†kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto.
Sebenarnya, lanjut dia, lahan yang mesti dibebaskan tinggal satu rumah warga dan dua pos keÂamanan laut (kamla) dan pos polisi air (polair). Namun, karena
kontraktor pemenang tender membutuhkan kondisi aman untuk pengerjaan proyek, maka dibutuhkan ruangan kosong 20 meter ke kanan dan 20 meter ke kiri.
“Untuk keperluan ruangan pengerjaan proyek itu diperluÂkan kerelaan masyarakat untuk pergi dan mau dibeli rumahnya. Kata camat disini, mereka sudah bersedia pergi asal ada ganti rugi. Saya pribadi menganggap itu wajar, karena mereka memÂbangun rumah pakai uang. Jadi tawar saja,†ujarnya.
Untuk itu, bekas Asisten TeriÂtorial Pangdam Jaya ini mendeÂsak Kepala Dinas Pekerjaan UmÂum Ery Basworo dan WaliÂkota Jakarta Utara Bambang SuÂgiyoÂno untuk segera berkoorÂdinasi dengan dua institusi, yaitu TNI Angkatan Laut serta Polda MeÂtro Jaya dalam peminÂdahan pos mereka. Termasuk bernegosiasi mengenai harga ganti rugi pemÂbebasan rumah warga yang terÂkena proyek.
Ditegaskannya, pembebasan seluruh rumah pemukiman warÂga dan dua pos tersebut harus suÂdah rampung pada akhir tahun anggaran 2010. Sehingga pada 2011, pembangunan pintu air tersebut sudah bisa dilakukan.
Kepala Dinas Pekerjaan UmÂum Ery Basworo mengatakan, pihaknya akan berupaya berkoÂorÂdinasi dengan dua institusi yang pos dinas mereka terkena proyek. Secara lisan, jelas Edy, kedua institusi tersebut sudah bersedia memindahkan pos diÂnasnya ke Tempat Pelelangan Ikan Cilincing.
“Agar resmi, nantinya kami akan buatkan surat permohonan kepada dua institusi tersebut,†kata Ery.
Hal senada juga diungkapkan Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono. Dia mengatakan, berÂsama camat dan dewan keluraÂhan setempat akan melakukan musyawarah bersama warga untuk menentukan harga ganti rugi yang pantas.
“Secepatnya kami akan memÂbahas hal ini dengan warga. MuÂdah-mudahan segera meÂnemuÂkan harga yang pantas,†ucapnya.
Sementara Kasie PengendaÂlian Banjir Dinas PU DKI JÂaÂkarta Wagiman mengatakan, tahun ini ada tiga proyek yang teÂrmasuk dalam program peÂnanggulangan banjir rob. Di antaranya, penanggulan Tanggul Marunda, Tanggul Pantai KreÂmatorium Cilincing dan pembaÂngunan Pintu Air Pasang Surut Cilincing.
“Ketiganya termasuk dalam satu paket program penangÂguÂlangan. Dana yang dialoÂkasikan oleh PU DKI sebesar Rp 2 miliar dari APBD DKI 2010 dan harus rampung akhir 2010,†ujarnya.
Wagiman juga menjelaskan, pengerjaan penanggulan TangÂgul Marunda telah selesai 50 perÂsen. Karena, sambungnya, peÂÂngerÂjaannya hanya mengÂgunaÂkan pengamanan tanggul sepanÂjang enam meter dari dinding tanggul dengan menggunakan
tetra pot atau batu belah.
Sedangkan penanggulan di Tanggul Pantai Krematorium Cilincing baru akan dibangun
sheet pile sepanjang 264 meter. Pengerjaannya juga sudah menÂcapai 50 persen. Dipastikan, dua proyek penanggulanan ini seleÂsai pada 15 Desember 2010.
Tetapi, dalam proyek pembaÂngunan Pintu Air Pasang Surut Cilincing yang diperkirakan akan menghabiskan dana sebeÂsar Rp 3,5 miliar akan ditunda pengerjaannya. Karena sebaÂnyak 37 KK yang terkena proyek tersebut masih bertahan dan tidak mau direlokasi.
Padahal, keberadaan pintu air tersebut sangat penting untuk menanggulangi banjir rob yang bisa mencapai 1-2 kilometer sepanjang Jalan Inspeksi CaÂkung Drain.
“Karena itu, pengerjaannya terpaksa kami tunda. Dananya akan dialihkan buat pembaÂngunan
sheet pile sepanjang 180 meter di Jalan RE Martadinata. Letaknya di sebelah jalan yang ambles. Mudah-mudahan tahun ini bisa selesai,†jelasnya.
Sekadar informasi, air pasang laut sempat menerjang kawasan pesisir pantai Marunda, CilinÂcing sejak Jumat hingga Senin lalu (8/11). Kejadian itu menyeÂbabkan 20 penambak bandeng mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Salah satu penambak itu adaÂlah Oncim (45). Menurut dia, akiÂbat terjangan air pasang laut, menyebabkan puluhan ikan banÂdeng di lahan seluas 6 hekÂtare miliknya hanyut terbawa air paÂsang. “Padahal bulan depan kita panen,†kata Oncim, warga RT 2/7 Marunda.
Diakuinya, bandeng yang ada ditambaknya mencapai 20 ribu ekor. Namun air pasang menghaÂnyutkan sekitar puluhan ribu ikan bandeng miliknya. Untuk biaya ternak, dia menghabiskan dana sekitar Rp 8 juta, termasuk biaya pakan.
“Padahal jika ternak lancar dan tidak tersapu gelombang air pasang, keuntungannya bisa menÂcapai Rp 16 juta,†ujarnya.
[RM]