Berita

Wawancara

WAWANCARA

Julian Aldrin Pasha: Presiden Utamakan Penanganan Bencana Ketimbang Mengangkat Jaksa Agung

SABTU, 06 NOVEMBER 2010 | 07:06 WIB

RMOL. Presiden SBY mengutamakan penanganan meletusnya Gunung Merapi, di Sleman, Yogyakarta, ketimbang mengangkat Jaksa Agung.
Memang SBY pernah diren­ca­na­kan sepulang dari luar negeri  memilih Jaksa Agung, 31 Okto­ber lalu. Tapi mengingat meletus­kan Gunung Merapi, di Sleman, Yogyakarta, masih terjadi, se­hingga niat itu dibatalkan.

“Presiden lagi konsentrasi un­tuk penanganan bencana Merapi. Sedangkan untuk Jaksa Agung masih ada waktu. Toh sudah ada Pe­laksana tugas (Plt) Jaksa Agung Dharmono,’’ ujar Juru Bi­cara (Jubir) Presiden Bidang Da­lam Ne­geri, Julian Aldrin Pasha, ke­pada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya:

Berikut kutipan selengkapnya:

Jadi, kapan persisnya peng­angkatan Jaksa Agung itu?
Kalau ada informasi, nanti saya sampaikan ke Anda ya. Untuk sekarang ini saya belum bisa me­mastikan mengenai pengangka­tan Jaksa Agung itu.

Kenapa begitu?
Bapak Presiden kan konsen­trasi mengurusi bencana meletus­nya Gunung Merapi.

Konkretnya seperti apa?
Seperti yang disampaikan Pre­siden bahwa semua pihak terlibat. Sebab, ini sudah melibatkan dua provinsi. Memang skalanya su­dah sangat luas maka perlu pe­nanganan serius untuk soal ini. Ini juga langsung ditangani pe­merintah pusat.

Perbedaannya apa sih kalau ditangani pusat?
Tadi kan (kemarin) Bapak Pre­siden sudah menyatakan bahwa  kendali operasi penanganan lang­sung di bawah Kepala BNPB (Ba­dan Nasional Penanggu­langan Bencana) Pak Syamsul Maarif. Ini dilakukan untuk pe­nanggulangan dan antisipasi agar tidak terjadi korban yang makin luas. Jadi, dengan sendirinya, bisa dikatakan bahwa ini telah di­tangani langsung di bawah peme­rintah pusat.

Ini pertanda keseriusan pe­me­­­rintah pusat untuk me­na­nga­ni Gunung Merapi ya?
Ya, kita sangat berduka. Se­cara nasional kita tahu, bahwa peme­rintah saat ini sangat serius untuk menangani aktivitas Gu­nung Merapi.

Apakah ini pertanda sudah di­tetapkan menjadi bencana na­sional?
Saya tidak akan sampai dalam pernyataan seperti itu. Kalau di­simak pernyataan Presiden sudah jelas bahwa pemerintah pusat sangat serius menanggapi ini.

Karena semuanya terlibat, mulai dari bidang kesejahteraan rakyat. Kemudian bidang kese­hatan, transmigran, transportasi, PU. Semuanya terlibat. Jadi, bisa Anda bayangkan bagaimana se­riusnya dan sangat perhatian dari pemerintah untuk menangani masalah ini

Untuk itu, tidak perlu terje­bak soal status bencananya. Yang penting adalah penanga­nan yang komprehensif dengan koordinasi yang sangat terpadu antara pe­merintah pusat deng­an daerah.

Dan tentunya dengan BNPB. Itu yang sekarang sedang dilaku­kan. Mudah-mudahan ini bisa teratasi dalam waktu yang tidak terlalu lama dan semua akan kem­­­bali normal.   [RM]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya