Berita

Wawancara

Endriartono Sutarto: Saya Pastikan Nggak Ada Barter Atas Deponeering Kasus Bichan

RABU, 03 NOVEMBER 2010 | 00:32 WIB

RMOL.Kejaksaan Agung (Kejagung) mengeluarkan deponeering kasus Bibit-Chandra (Bichan) bukan berdasarkan adanya barter kasus.

“Saya pastikan, nggak ada itu barter kasus. Saya tahu proses dikeluarkannya deponeering itu,’’ ujar bekas Panglima TNI En­driartono Sutarto, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Menurut Penasihat Tim Pem­bela Bibit-Chandra itu, KPK akan membongkar setiap kasus ko­rupsi, tidak ada istilah pandang bulu, termasuk bila ada indikasi melibatkan aparat kepolisian atau kejaksaan.

“Gebrakan KPK tidak perlu diragukan lagi, sudah terbukti kan. Jadi, jangan berpikiran ne­gatif bahwa ada barter kasus atas deponeering kasus Bibit-Chandra ini,’’ ucapnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Kenapa Anda begitu yakin?

Saya tahu proses dikeluarkan­nya deponeering

Apaan tuh?

Nggak boleh diceritainlah. Nanti saya melanggar sumpah. Jadi, saya pastikan itu bukan bar­ter latar belakang dan ceritanya kok. Saya tidak punya prasangka bahwa deponeering itu dikeluar­kan Kejagung karena sistem barter.

Artinya, KPK pasti mem­bong­kar tuntas kasus itu?

Ya, sejauh ini mereka berani untuk membongkar kasus ini.

Kalau nanti KPK nggak be­rani, apa Anda siap mundur dari tim pembela Bibit-Chan­dra?

Ya, tugas saya kan sudah se­lesai. Apa lagi yang mau dibela. Kasus ini kan sudah selesai.

Ada juga yang menduga ada kongkalikong?

Kalau disebut kongkalikong saya tidak paham, antara siapa dengan siapa. Kalau antara KPK dengan Kejak­saan, bargaining­nya apa. Tapi itu kan nggak ada. Sebetulnya kita mengusulkannya agar dilaku­kan­nya pemeriksaan tambahan.

Kalau cukup bukti, silakan aju­kan ke pengadilan. Sebaliknya kalau tidak cukup bukti, secara fair diakui, terbitkan Surat Ke­tetapan Penghentian Penun­tutan (SKPP) baru.

Anda mencurigai deponee­ring itu?

Saya berharap deponeering itu merupakan pertimbangan yang matang secara hukum, sehingga tidak menjadi masalah di ke­mu­dian hari. Jangan sampai seperti SKPP dulu yang menggunakan alasan yang nggak-nggak. Dan itu dipermasalahkan lagi secara hukum.

Deponeering betul-betul bisa diterapkan dengan mengambil beberapa pertimbangan. Ini yang bisa diterima semua pihak, dan mudah diupayakan hukum dari pihak-pihak yang nggak setuju.

O ya, apa tidak ada syukuran karena dikeluarkan deponee­ring?

Ah, nggak ada syukuran. Kita minta KPK untuk bekerja mak­simal. Ini demi kepentingan bang­­sa ini, agar kasus-kasus ko­rupsi bisa ditangani secara cepat.

Kami juga minta agar DPR se­gera memutuskan apakah memi­lih Busyro Muqoddas atau Bam­bang Widjojanto men­jadi pimpi­nan KPK. Deng­an cara itu KPK bisa bekerja lebih mantap lagi.

Kemudian  kita berharap kasus ini tidak terulang kembali. Kerja sama yang bagus di antara para institusi penegak hukum hendak­nya perlu dijaga. Jangan sampai terjadi saingan.

Kalau ada oknum kepolisian yang bersalah, biarkanlah kejak­saan dan KPK memeriksa. Se­dangkan kalau ada oknum kejak­saan yang nggak benar, biarkan­lah KPK dan kepolisian meme­riksa. Sebaliknya, kalau ada ok­num KPK yang bersalah, biarkan kejaksaan dan kepolisian meme­riksa. Kita harus bekerja sama dengan baik, agar negara kita ter­bebas dari korupsi. [RM]


Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

UPDATE

Penyegelan Tiffany & Co jadi Pesan Tegas ke Pelaku Usaha yang Curang

Sabtu, 14 Februari 2026 | 01:57

Istri Mantan Kapolres Bima Kota Turut Diperiksa soal Kepemilikan Narkoba

Sabtu, 14 Februari 2026 | 01:36

Dokter Diaspora Kenang Kisah Bersama PDIP saat Bencana Sumatera

Sabtu, 14 Februari 2026 | 01:19

Kepala BGN Hingga Puluhan Perwira Polri Peroleh Bintang Jasa dari Prabowo

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:57

Sekjen PDIP: Bencana adalah Teguran Akibat Kebijakan yang Salah

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:32

Garda Satu Papua Barat Tempuh Jalur Hukum Atasi Aksi Premanisme

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:10

Kerry Riza Chalid Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp13,4 Triliun

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:01

Legislator Demokrat Jakarta Pimpin Kader Ziarahi Makam Misan Syamsuri

Jumat, 13 Februari 2026 | 23:54

Polisi Tangkap Warga Malaysia Pengedar Narkoba Senilai Rp39,8 Miliar

Jumat, 13 Februari 2026 | 23:28

BPKH Dorong Peningkatan Diplomasi Ekonomi ke Arab Saudi

Jumat, 13 Februari 2026 | 23:07

Selengkapnya