Berita

Wawancara

WAWANCARA

Aris Merdeka Sirait: Kami Pasti Pantau Persidangan Kasus Ariel Soal Video Mesum­

SELASA, 26 OKTOBER 2010 | 07:43 WIB

RMOL. Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait mengatakan, pihaknya akan memantau persidangan kasus Ariel Peterpan terkait video mesum.

“Kasus ini menarik bagi kami, sehingga pasti dipantau,’’ ujarnya kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Dikatakan, Pengadilan Ne­geri Bandung diharapkan sece­patnya menyidangkan kasus yang me­narik perhatian masya­rakat itu. Putusan pengadilan itu  penting agar tidak terjadi kon­troversi para remaja dan anak-anak bangsa.


“Kami minta secepatnya kasus ini disidangkan, sehingga ada pu­tusan pengadilan, apakah Ariel bersalah atau tidak bersa­lah. Ini penting bagi keadilan dan efek jera untuk melakukan tindakan seperti itu,’’ paparnya.

Berikut petikan selengkapnya:

Anda begitu tertarik ter­ha­dap kasus ini, kenapa?
Ya, tentu tertarik. Ini kan me­nyangkut moral anak-anak dan remaja.  Bagi orang dewasa, apa­kah artis, politisi, atau orang biasa, agar tidak melakukan con­toh yang tidak baik bagi per­kembangan anak-anak dan remaja.

Dengan adanya kasus ini, se­olah-olah orang melakukan hu­bungan seks itu boleh saja kalau nggak disebarkan. Itu kan salah. Orang berbuat zinah, seolah-olah kalau tidak disebarkan, boleh-boleh saja. Ini yang salah. Ini jelas-jelas merusak mental anak-anak dan remaja kita.

Sejauhmana Efeknya?
Saya kira sangat pengaruh dan berbahaya. Anak-anak kita kan peniru ulung. Kalau itu dicon­toh­kan oleh idolanya pasti anak-anak menirunya. Lalu mem­prak­­­tek­kan­nya dengan te­man se­baya­nya. Makanya kasus ini perlu di­vonis secara ce­pat, se­hingga men­jadi pem­­bela­ja­ran bagi anak-anak kita.

Apa cukup Ariel saja yang di­­si­dang­kan?
Dia kan salah satu simbol. Ka­lau misalnya Ariel dinyatakan ber­salah, berarti pasangannya juga bisa dinyatakan bersalah. Jadi,  Luna Maya dan Cut Tari ba­kal menyusul disidangkan juga. Hasilnya mengarah ke bersalah juga kan.

Yakin seperti itu?    
Video mesum itu dibuat kan secara bersama dan secara sadar. Kecuali kalau satu orang itu tidak mau melakukannya, tapi dipaksa. Berarti orang itu tidak mungkin kena pidana. Ini kan tidak de­mikian. Mereka melakukannya secara sadar kok.

Bagaimana kira-kira nasib karier mereka?
Kalau nanti di pengadilan di­nyatakan bersalah, tentu karier­nya bakal habis. Sebaiknya me­reka juga mundur dari dunia hi­bu­ran, saya kira itu sebagai kon­sekuensinya.

 Tapi kalau masyarakat masih mau menerima, mereka masih bisa lanjut. Tapi pertanyaannya apa masyarakat mau menerima.

Kalau mereka minta maaf?
Kalau diampuni masyarakat, saya kira tidak ada masalah. Sila­kan minta maaf, nanti masyarakat yang menentukan.

Kalau dinyatakan bersalah, apakah Ariel-Luna Maya perlu menikah?
Saya nggak mau komentari soal pribadi. Saya tidak masuk ke arena privasi mereka.

Apa harapannya?
Harapan saya, pengadilan hen­daknya memutus dengan cepat kasus ini, sehingga ada kejelasan bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja.  [RM]

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

UPDATE

Penyegelan Tiffany & Co jadi Pesan Tegas ke Pelaku Usaha yang Curang

Sabtu, 14 Februari 2026 | 01:57

Istri Mantan Kapolres Bima Kota Turut Diperiksa soal Kepemilikan Narkoba

Sabtu, 14 Februari 2026 | 01:36

Dokter Diaspora Kenang Kisah Bersama PDIP saat Bencana Sumatera

Sabtu, 14 Februari 2026 | 01:19

Kepala BGN Hingga Puluhan Perwira Polri Peroleh Bintang Jasa dari Prabowo

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:57

Sekjen PDIP: Bencana adalah Teguran Akibat Kebijakan yang Salah

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:32

Garda Satu Papua Barat Tempuh Jalur Hukum Atasi Aksi Premanisme

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:10

Kerry Riza Chalid Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp13,4 Triliun

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:01

Legislator Demokrat Jakarta Pimpin Kader Ziarahi Makam Misan Syamsuri

Jumat, 13 Februari 2026 | 23:54

Polisi Tangkap Warga Malaysia Pengedar Narkoba Senilai Rp39,8 Miliar

Jumat, 13 Februari 2026 | 23:28

BPKH Dorong Peningkatan Diplomasi Ekonomi ke Arab Saudi

Jumat, 13 Februari 2026 | 23:07

Selengkapnya