Berita

ilustrasi/ist

SATU TAHUN KIB II

Mahasiswa Moestopo Aksi, Jalan Hang Lekir Macet Total

RABU, 20 OKTOBER 2010 | 15:58 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Selain digelar di Istana Negara dan Bundaran Hotel Indonesia, aksi menyikapi satu tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono juga digelar di beberapa kampus di Jakarta.  Salah satunya digelar di depan Kampus Universitas Moestopo Beragama, Jalan Hang Lekir, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Saat ini (Rabu, 20/10) ratusan mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa (KAM) Moestopo menggelar unjuk rasa di depan kampus mereka. Dalam aksinya, mereka melakukan aksi tutup jalan dan membentangkan spanduk besar yang bertuliskan,"Satu Tahun Rezim SBY-Boediono Gagal."

Tak pelak aksi mahasiswa ini membuat kondisi lalu lintas di Jalan Hang Lekir macet total sejak sekitar 30 menit lalu. Untuk menghindari hal-hal yang tak diingankan, tampak aparat Kepolisian bersiaga sekitar 50 meter dari titik aksi mahasiswa. Tapi, tampak juga beberapa aparat yang tidak berseragam mendekat dan mengelilingi mahasiswa.


Dalam orasinya, Dimas, Juru Bicara KAM Moestopo Beragama menegaskan rezim SBY-Beodiono adalah rezim rekayasa. Pasalnya, dia memandang, pemerintah memiliki kebiasaan buruk melemparkan isu-isu sebagai alat untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari permasahan sebenarnya yang harus jadi prioritas untuk diatasi. 

"Tidak pernah ada yang ril yang pernah dilakukan pemerintah untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat," tegasnya.

Dia membeberkan, sampai saat ini banyak kasus yang tidak jelas penuntasannya. Mulai dari kasus bailout Bank Century, rentetan gas elpiji yang meledak. Sampai saat ini kasus-kasus itu hanya jadi konsumsi publik tanpa penyelesaian yang jelas.

Selain itu, KAM mendesak pemerintah untuk menyita aset-aset negara yang berada di tangan asing. Hal itu sebagai bentuk realisasi dari pelaksanaan UUD 1945. Mereka juga mendesak agar kasus korupsi yang melibatkan elit-elit di negeri ini untuk dituntaskan.

Sampai saat ini, aksi mahasiswa KAM masih terus berlangsung. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya