Berita

Wawancara

WAWANCARA

Said Aqil Siradj: PBNU Nggak Mengerti Politik, Mana Mungkin Ikutan Makar

SENIN, 18 OKTOBER 2010 | 06:54 WIB

RMOL. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj tidak yakin Gerakan 20 Oktober 2010 berhasil menjatuhkan pemerintah SBY-Boediono.

“Kami dari Ormas (organisasi massa) sama sekali tidak ada ge­rakan ke arah makar atau meng­gu­lingkan pemerintahan. Kalau mengkritik oke,’’ ujarnya kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, Sabtu (16/10).  

PBNU, lanjutnya, tidak ada misi untuk bertindak makar. Apalagi pemerintah hasil Pemilu 2009 itu masih berjalan dalam rel yang benar.


“PBNU kan nggak mengerti politik. Jadi, mana mungkin iku­tan makar. Tidak ada misi politik untuk menggulingkan pemerin­tah yang sah,’’ katanya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa benar orang-orang muda PBNU nggak ikutan gerakan ini?
Kalau anak muda NU, barang­kali ada yang ikut kegiatan aktivis itu. Tapi kalaupun ada, itu bersifat pribadi.

Artinya secara organisasi nggak ada dukungan begitu?
Ya. PBNU nggak ikut-ikutan soal gerakan seperti itu. Tapi ka­lau mengkritik pemerintah, itu ya.

Tapi markas PBNU yang di­­ja­di­kan kumpul-kumpul akti­vis?
Saya tidak tahu itu. Memang Gedung PBNU itu di lantai 8. Biasa dipinjam, dan disewakan dengan harga yang murah.

Kenapa sampai nggak tahu?
Ketika itu saya berada di luar negeri, Lebanon, Syiria, dan Libya. Tahu-tahu ada tiga SMS, salah satunya dari seorang Men­ko. Kok, gedung PBNU untuk pertemuan orang-orang yang makar.

Anda bilang apa?
Tentu saya kaget. Saya bi­lang, nggak tahu itu.  Kemudian saya hubungi ke Jakarta via te­le­pon. Informasinya teman-te­man yang waktu itu minta izin, mau pinjam untuk perte­muan aktivis. Tapi sebenarnya pengu­rus harian nggak mengi­zinkan, tapi kenapa ada perte­muan akti­vis di situ.

Kurang hati-hati dong kalau begitu?
Sebenarnya kami sudah me­wanti-wanti agar tidak semba­rangan meminjam gedung PBNU untuk pertemuan politik. Kami selalu selektif untuk meminjam­kannya.

Bagaimana Anda melihat ge­rakan ini?
Sepanjang itu untuk meng­kritik, sah-sah saja, tapi jangan berniat untuk menggulingkan secara inkonstitusional. Kalau ada yang ingin menjadi Presiden, ya tunggu 4 tahun lagi. Jangan sampai pemerintah ini diguling­kan di tengah jalan karena sistem presidensil.

Kecuali nyata-nyata Presiden melanggar UUD 1945.

PBNU mengharap kepada  pe­merintah agar menerima kritik dari siapapun termasuk dari ormas maupun LSM. Tapi kritik-kritik yang membangun. Kami minta pemerintah terbuka, mene­rima kritikan demi kemajuan bangsa dan negara.  [RM]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya