RMOL. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj tidak yakin Gerakan 20 Oktober 2010 berhasil menjatuhkan pemerintah SBY-Boediono.
“Kami dari Ormas (organisasi massa) sama sekali tidak ada geÂrakan ke arah makar atau mengÂguÂlingkan pemerintahan. Kalau mengkritik oke,’’ ujarnya kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, Sabtu (16/10).
PBNU, lanjutnya, tidak ada misi untuk bertindak makar. Apalagi pemerintah hasil Pemilu 2009 itu masih berjalan dalam rel yang benar.
“PBNU kan nggak mengerti politik. Jadi, mana mungkin ikuÂtan makar. Tidak ada misi politik untuk menggulingkan pemerinÂtah yang sah,’’ katanya.
Berikut kutipan selengkapnya:
Apa benar orang-orang muda PBNU nggak ikutan gerakan ini?Kalau anak muda NU, barangÂkali ada yang ikut kegiatan aktivis itu. Tapi kalaupun ada, itu bersifat pribadi.
Artinya secara organisasi nggak ada dukungan begitu?Ya. PBNU nggak ikut-ikutan soal gerakan seperti itu. Tapi kaÂlau mengkritik pemerintah, itu ya.
Tapi markas PBNU yang diÂÂjaÂdiÂkan kumpul-kumpul aktiÂvis?Saya tidak tahu itu. Memang Gedung PBNU itu di lantai 8. Biasa dipinjam, dan disewakan dengan harga yang murah.
Kenapa sampai nggak tahu?Ketika itu saya berada di luar negeri, Lebanon, Syiria, dan Libya. Tahu-tahu ada tiga SMS, salah satunya dari seorang MenÂko. Kok, gedung PBNU untuk pertemuan orang-orang yang makar.
Anda bilang apa?
Tentu saya kaget. Saya biÂlang, nggak tahu itu. Kemudian saya hubungi ke Jakarta via teÂleÂpon. Informasinya teman-teÂman yang waktu itu minta izin, mau pinjam untuk perteÂmuan aktivis. Tapi sebenarnya penguÂrus harian nggak mengiÂzinkan, tapi kenapa ada perteÂmuan aktiÂvis di situ.
Kurang hati-hati dong kalau begitu?Sebenarnya kami sudah meÂwanti-wanti agar tidak sembaÂrangan meminjam gedung PBNU untuk pertemuan politik. Kami selalu selektif untuk meminjamÂkannya.
Bagaimana Anda melihat geÂrakan ini?
Sepanjang itu untuk mengÂkritik, sah-sah saja, tapi jangan berniat untuk menggulingkan secara inkonstitusional. Kalau ada yang ingin menjadi Presiden, ya tunggu 4 tahun lagi. Jangan sampai pemerintah ini digulingÂkan di tengah jalan karena sistem presidensil.
Kecuali nyata-nyata Presiden melanggar UUD 1945.
PBNU mengharap kepada peÂmerintah agar menerima kritik dari siapapun termasuk dari ormas maupun LSM. Tapi kritik-kritik yang membangun. Kami minta pemerintah terbuka, meneÂrima kritikan demi kemajuan bangsa dan negara.
[RM]