Berita

Wawancara

WAWANCARA

Ruhut Sitompul: Digadang-gadangnya Ical Jadi Capres Hanya ‘Perang Politik’ Jelang Reshuffle

MINGGU, 17 OKTOBER 2010 | 07:52 WIB

RMOL. Kenapa harus diagendakan se­karang, padahal Pemilu 2014 masih jauh. Apakah ini pertanda, partai berlambang pohon beri­ngin itu tidak merasa nyaman lagi bergabung dalam Setgab Parpol Koalisi.

Atau jangan-jangan ini hanya ‘perang politik’ menjelang eva­luasi setahun kinerja menteri yang bisa berbuntut reshuffle kabinet.     

“Evaluasi kinerja menteri itu belum tentu berakhir dengan re­shuffle. Jadi, jangan terlalu pa­ranoid,’’ ujar Ketua DPP Partai Demokrat bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom), Ruhut Sitompul, kepada Rakyat Mer­deka, di sela-sela peluncuran buku Kepemimpinan Sepanjang Zaman karya Freddy Numberi, di Jakarta, kemarin.


Berikut kutipan selengkap­nya:

Wajar saja kan Partai Golkar  dari sekarang sudah mengelus jagoannya jadi capres?     
Sah-sah saja memang, tidak ada masalah. Hanya saja karena Pemilu 2014 masih jauh, tentu kurang elok kita bicara capres. Apalagi, Ical itu kan Ketua Ha­rian Setgab Parpol Koalisi. Ini kan bisa menimbulkan persepsi macam-macam.

Misalnya apa?
Rakyat kan bisa menilai ada perpecahan di Setgab, meskipun keadaannya kompak-kompak saja. Bisa juga ditafsirkan, ja­ngan-jangan ini hanya ‘perang politik’ menjelang evaluasi seta­hun kinerja menteri yang bisa berbuntut reshuffle kabinet.     

Maksudnya?
Mana tahu ya, elit Partai Gol­kar itu khawatir ada menterinya yang kena reshuffle. Padahal, reshuffle itu sendiri kan belum tentu ada. Yang pasti adalah eva­­luasi setahun kinerja menteri setahun. Kalau soal reshuffle kan merupakan hak prerogatif Pre­siden. Hanya beliau yang tahu, apa­kah ada reshuffle atau tidak.

Belum ada bocoran ya?
Saya belum mendengarnya. Sejumlah teman-teman saya di lingkaran Istana, tak ada yang bi­lang dilakukan reshuffle ka­bi­net seusai evaluasi kinerja men­­teri akhir Oktober men­datang.

Apa Presiden pernah ngo­mong soal itu?
Sepengetahuan kami semua, Pak SBY belum pernah bicara soal ada menteri yang diganti.  Bapak SBY orangnya kan sangat transparan. Kalau memang ada menteri yang diganti, tentu sudah ada sinyal-sinyalnya. Ini kan nggak ada. Jadi, teman-teman par­­­pol yang bergabung dalam Setgab nggak perlu khawatir.

Emang siapa yang kha­watir?
Mana tahu khawatir gitu lho. Kalau nggak ada yang khawatir, ya baguslah. Tapi kalau dari se­karang sudah digadang-ga­dang Ical jadi capres,  bisa ditaf­sirkan seperti itu.

Kenapa?
Itu terlalu tergesa-gesa, kan masih ada empat tahun lagi Pe­milu, kenapa harus dari seka­rang sudah ribut. Sebaiknya Ical kon­sentrasi menyelesaikan ma­salah lumpur Lapindo. Ja­ngan dulu ngurusin capres untuk se­karang ini.

Jangan-jangan Partai Demo­krat yang khawatir kalau Ical jadi capres ya karena SBY ti­dak bisa maju lagi dalam Pe­milu 2014?
Kita tidak khawatir sama se­kali. Kami punya banyak kader-kader terbaik.

Kenapa nggak digadang-ga­dang lagi dari sekarang?
Kita nggak mungkin melaku­kan itu. Sebab, sesuai dengan ara­han Pak SBY kepada semua ka­der Demokrat yang ada di ek­se­kutif dan legislatif agar kon­sen­trasi melayani dan berbuat nyata buat rakyat sampai 2014. Menje­lang Pemilu nanti baru dibicara­kan soal capres. Tidak perlu dari sekarang. Belanda ma­sih jauh kok kita bicara Capres, ha-ha-ha.

Tidak elok membicarakan Ca­pres 2014 pada saat ini. Ibarat pe­patah Jawa, ojo kesusu (jangan terburu-buru). Marilah kita hor­mati etika politik.

Kan tidak ada yang salah?
Nggak ada, cuma nggak etis saja. Partai Golkar sebaiknya te­rus bekerja lebih baik untuk rak­yat. Selama itu tidak dilaku­kan, saya pesimis Ical bisa menang. Jadi selama kader Golkar tidak bisa merebut hati rakyat, mimpi kali yee Ical jadi Presiden.

Partai Golkar kan diperki­ra­kan perolehan suaranya me­ning­­kat Pemilu 2014?
Itu kan hasil survei sekarang. Tapi Pemilu kan empat tahun lagi. Seandainya pun pemilu di­gelar sekarang, Partai Demokrat juga diperkirakan suaranya me­ning­kat. Jadi, tetap jadi peme­nang pemilu.  [RM]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya