Berita

Wawancara

WAWANCARA

Adhie Massardi: Nggak Apa-apa Walau Disebut Makar, Kalau Berhasil Kan Selamatkan Rakyat

KAMIS, 14 OKTOBER 2010 | 07:32 WIB

RMOL. Demokrasi sudah tumbuh di negeri ini. Kalau di era Orde Baru, orang takut mengakui dirinya sebagai makar. Tapi sekarang orang bebas bicara apa saja, termasuk tidak takut disebut makar.
 
Misalnya saja, Ketua Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi yang terang-terangan meminta pemerintah SBY perlu diganti. Padahal, secara kons­titusi, pemerintah ini sampai 2014.

“Nggak apa-apa walau saya disebut makar. Tapi kalau ber­hasil kan untuk selamatkan rakyat,’’ ujarnya kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.


Juru Bicara Petisi 28 itu beren­cana melakukan demo tanggal 20 Oktober 2010, setahun pemerin­tah SBY-Boediono.

Berikut kutipan selengkapnya:           

Kenapa Anda tidak takut di­s­ebut makar?
Kalau berhasil mengganti pe­merintah gagal, itu bukan makar namanya.

Terus namanya apa?
Pahlawan yang menyela­mat­kan kehidupan rakyat, he-he-he...

Anda tidak takut mendapat risiko?
Semua yang kita lakukan ada risikonya. Saya keluar rumah deng­an menyetir mobil saja su­dah berisiko tabrakan. Tapi risiko yang dihadapi rakyat ke de­pan sangat luar biasa, ketim­bang yang saya hadapi. Saya masih gam­pang mencari makan, dan banyak teman.

O ya, apakah Anda satu misi dengan Rizal Ramli?
Ya, kita semua satu misi.

Apa misinya?
Melihat sekarang ini tidak ada kelompok politik yang membela rakyat. Partai-partai di parlemen juga asyik dengan kelompoknya sendiri. Makanya perlu pemerin­tahan ini diganti.

Tapi pemerintah ini secara konstitusi kan harus sampai 2014, kenapa harus diganti se­karang?
Kalau tidak membela rakyat, kenapa harus dipertahankan sam­pai 2014. Dari hasil eva­lua­si ma­ha­siswa, pemerintah sudah gagal. Problem utama rakyat Indo­nesia adalah keter­purukan, kemis­kinan, kehilang­an harga diri, dan ke­hilangan rasa aman.

Anda meminta pemerintah diganti, tapi di luar isunya ada upaya menggulingkan peme­rintah SBY, bagaimana menu­rut Anda?
Saya tidak pernah mau meng­gulingkan tapi meminta meng­ganti. Rakyat kan yang punya kewenangan. Kalau rakyat minta diganti, tentu diganti.

Apakah ada kaitan permin­taan Anda itu dengan perte­muan di Muhamadiyah, 8 Okto­ber lalu, yang dihadiri sejumlah tokoh nasional?
Sama-sama mengkritisi peme­rintah.

Tapi mereka kan tidak ingin mengganti pemerintah, bukti­nya Ketua MK Mahfud MD ti­dak tahu menahu soal permin­taan tersebut, bagaimana me­nurut Anda?
Yang jelas banyak kalangan menilai pemerintah sudah gagal. Begitu juga penilaian maha­siswa.

Jangan-jangan mahasiswa yang kenal saja?
Kan banyak demo-demo ma­ha­siswa, itu kan pertanda peme­rintah ini sudah gagal.

Bagaimana kalau upaya ini gagal?
Yang bisa kita lakukan, sudah kita lakukan. Kalau tidak ber­hasil, ya sudah selesai. Tapi ini sedang berjalan, dan ini harus di­lakukan terus-menerus.  [RM]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya