RMOL. Demokrasi sudah tumbuh di negeri ini. Kalau di era Orde Baru, orang takut mengakui dirinya sebagai makar. Tapi sekarang orang bebas bicara apa saja, termasuk tidak takut disebut makar.
Misalnya saja, Ketua Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi yang terang-terangan meminta pemerintah SBY perlu diganti. Padahal, secara konsÂtitusi, pemerintah ini sampai 2014.
“Nggak apa-apa walau saya disebut makar. Tapi kalau berÂhasil kan untuk selamatkan rakyat,’’ ujarnya kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.
Juru Bicara Petisi 28 itu berenÂcana melakukan demo tanggal 20 Oktober 2010, setahun pemerinÂtah SBY-Boediono.
Berikut kutipan selengkapnya: Kenapa Anda tidak takut diÂsÂebut makar?Kalau berhasil mengganti peÂmerintah gagal, itu bukan makar namanya.
Terus namanya apa?Pahlawan yang menyelaÂmatÂkan kehidupan rakyat, he-he-he...
Anda tidak takut mendapat risiko?Semua yang kita lakukan ada risikonya. Saya keluar rumah dengÂan menyetir mobil saja suÂdah berisiko tabrakan. Tapi risiko yang dihadapi rakyat ke deÂpan sangat luar biasa, ketimÂbang yang saya hadapi. Saya masih gamÂpang mencari makan, dan banyak teman.
O ya, apakah Anda satu misi dengan Rizal Ramli?Ya, kita semua satu misi.
Apa misinya?Melihat sekarang ini tidak ada kelompok politik yang membela rakyat. Partai-partai di parlemen juga asyik dengan kelompoknya sendiri. Makanya perlu pemerinÂtahan ini diganti.
Tapi pemerintah ini secara konstitusi kan harus sampai 2014, kenapa harus diganti seÂkarang?Kalau tidak membela rakyat, kenapa harus dipertahankan samÂpai 2014. Dari hasil evaÂluaÂsi maÂhaÂsiswa, pemerintah sudah gagal. Problem utama rakyat IndoÂnesia adalah keterÂpurukan, kemisÂkinan, kehilangÂan harga diri, dan keÂhilangan rasa aman.
Anda meminta pemerintah diganti, tapi di luar isunya ada upaya menggulingkan pemeÂrintah SBY, bagaimana menuÂrut Anda?Saya tidak pernah mau mengÂgulingkan tapi meminta mengÂganti. Rakyat kan yang punya kewenangan. Kalau rakyat minta diganti, tentu diganti.
Apakah ada kaitan perminÂtaan Anda itu dengan perteÂmuan di Muhamadiyah, 8 OktoÂber lalu, yang dihadiri sejumlah tokoh nasional?Sama-sama mengkritisi pemeÂrintah.
Tapi mereka kan tidak ingin mengganti pemerintah, buktiÂnya Ketua MK Mahfud MD tiÂdak tahu menahu soal perminÂtaan tersebut, bagaimana meÂnurut Anda? Yang jelas banyak kalangan menilai pemerintah sudah gagal. Begitu juga penilaian mahaÂsiswa.
Jangan-jangan mahasiswa yang kenal saja?Kan banyak demo-demo maÂhaÂsiswa, itu kan pertanda pemeÂrintah ini sudah gagal.
Bagaimana kalau upaya ini gagal?Yang bisa kita lakukan, sudah kita lakukan. Kalau tidak berÂhasil, ya sudah selesai. Tapi ini sedang berjalan, dan ini harus diÂlakukan terus-menerus.
[RM]