Berita

Wawancara

Tjatur Sapto Edy: Kami Mau Intip Kehidupan Pribadi Calon Kapolri Dengan Tetangganya

RABU, 13 OKTOBER 2010 | 00:15 WIB

RMOL.Komisi III DPR serius melakukan fit and proper test  terhadap calon tunggal Kapolri, Komjen Timur Pradopo, meski banyak pihak meyakini itu hanya sekadar formalitas.

“Kami serius kok melakukan uji kelayakan dan kepatutan ini. Maka­nya Komisi III DPR mem­bentuk tim kecil,’’ ujar Ketua Tim Kecil ‘Peneropong’ Rekam Jejak Timur Pradopo, Tjatur Sapto Edy, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Tim Kecil ini dibentuk Senin (11/10), bekerja sampai Rabu (13/10) untuk merangkum rekam jejak bekas Kapolda Metro Jaya itu dari berbagai kalangan ma­syarakat.

“Setelah itu, Kamis (14/10) Ko­misi III DPR melakukan fit and proper test,’’ ujar Wakil Ke­tua Komisi III DPR itu.    

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa saja yang sudah dilaku­kan?

Sudah banyak. Misalnya, tadi (kemarin, red) rapat dengar pen­dapat dengan 20 koalisi masyara­kat sipil, antara lain ICW, aktivis Kontras, Imparsial, aktivis yang menyuarakan reformasi Polri, dan korban tragedi Trisakti, Se­manggi 1, dan Semanggi 2.

Hasilnya bagaimana?

Sekarang ini kita rangkum saja semua pendapat itu. Nanti kita simpulkan. Kemudian itu antara lain yang kita tanyakan kepada Timur Pradopo saat uji kelayakan dan kepatutan nanti.

Kalau besok (hari ini, red) agen­danya ke mana?

Kami akan meminta masukan dari lembaga-lembaga negara seperti Kompolnas, Komnas HAM, PPATK, dan KPK. Kemu­dian sorenya, kami akan mengun­jungi kediaman Timur Pradopo.

Ngapain saja ke rumahnya?

Kami akan survei, lihat kehidu­pan kesehariannya, bagaimana relasinya dengan tetangga, dan lainnya. Pokoknya, kami ingin mengintip kehidupan keseharian dari calon Kapolri ini.

Apa mungkin nanti ditolak?

Ya, tergantung hasil fit and proper test. Kalau hasilnya baik, dan nggak ada masalah, bisa lan­car. Timur harus bisa me­nyam­paikan hal-hal yang menjadi ke­beratan beberapa kelompok ma­sya­rakat. Itu harus bisa dijelaskan dengan baik.  

Termasuk soal tragedi Tri­saksi dan Semanggi?

Ya, semuanya harus dijawab­nya secara baik. Kalau tidak baik, tentu kami bisa melakukan pe­nilaian.

Tapi Parpol Koalisi kan su­dah mendukung Timur Pra­dopo?

Prosesnya kan tetap di Komisi III DPR. Kita lihat saja nanti ya.

O ya, kenapa sih Komisi III mendahulukan fit and proper test calon Kapolri ketimbang ca­lon Ketua KPK?

Kami tidak menomorduakan pimpinan KPK, tapi berdasarkan perintah Undang-undang KPK menyebutkan bahwa DPR harus memilih dan menetapkan pimpi­nan KPK itu 3 bulan setelah surat dari Presiden diterima oleh DPR.

Sementara untuk calon Ka­polri,  DPR harus sudah menetap­kan persetujuannya atau tidak persetujuannya dalam waktu 20 hari kerja. Nah, walaupun surat Presiden tentang calon KPK da­tang duluan, tapi karena  dikasih waktu 20 hari, maka kami dahu­lukan calon Kapolri dulu.

Kapan fit and proper test calon Ketua KPK?

Kira-kira 21 Oktober sudah bisa dimulai. Jadi, masih ada waktu kok.

ICW mendesak agar fit and proper test calon ketua KPK di­percepat?

Lho, ini kan sudah dipercepat, tanggal 21 Oktober itu sudah sangat cepat.

Nggak mundur lagi kan?

Kami usahakan semaksimal mungkin agar tidak mundur. [RM]


Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Kebijakan WFH Sehari Tunggu Persetujuan Presiden

Kamis, 26 Maret 2026 | 12:03

Tito Pastikan Skema WFH Sehari Tak Hambat Layanan Pemda

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:55

Purbaya Guyur Dana Lagi Rp100 Triliun ke Bank Himbara

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:45

Efisiensi Anggaran Harus Terukur dan Terarah

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:33

Pengamat Soroti Pertemuan Anies, SBY, dan AHY: CLBK Jelang 2029

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:22

Prabowo Tambah 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp239 Triliun

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16

Efisiensi Energi Jangan Korbankan Pendidikan lewat Pembelajaran Daring

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:11

Emas Antam Mandek, Buyback Merosot ke Rp2,49 Juta per Gram

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:01

Akreditasi Dapur MBG Jangan Hanya Formalitas

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:00

KSP: Anggaran Pendidikan Tak Dikurangi

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:58

Selengkapnya