Berita

Wawancara

Marsda (Purn) Tatang Kurniadi: Investigasi Sementara Tabrakan KA Hasilnya 2.000 Lembar Rekomendasi

SELASA, 12 OKTOBER 2010 | 00:07 WIB

RMOL.Komisi V DPR, hari Senin (4/10) sudah memanggil Menteri Perhubungan Freddy Numberi dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Dirut PT KAI) Ignatus Johan.

Dalam rapat kerja ini,   Freddy sempat disuruh mundur sebagai bentuk tanggung jawab atas ta­bra­kan kereta api (KA) itu. DPR juga mendesak Ignatus Jonan me­letakkan jabatan. Jangan hanya menyalahkan masinis.

Selain itu, Komisi V DPR juga telah membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk membongkar tun­tas siapa yang bertanggung jawab atas  tabrakan yang menewaskan 34 jiwa tersebut.

Ketua Komisi V DPR Yasti Soepredjo Mokoagow mengata­kan, Panja diberikan waktu mak­simal dua bulan untuk menuntas­kan investigasinya.

“Panja harus mengaudit sarana, prasarana, anggarannya, dan lain­nya,’’ ujarnya kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Kerja cepat juga dilakukan Ko­misi Nasional Keselamatan Trans­portasi (KNKT). Hasil in­ves­tigasi sementara sudah diha­silkan.  

“Banyak rekomendasinya, kira-kira 2.000 lembar,’’ ujar Ke­pala KNKT, Marsda (Purn) Tatang Kurniadi, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya:

Hasil sementara ini bentuk­nya apa?

Ya, rekomendasi untuk mem­per­baiki yang sifatnya segera  sambil menunggu  investigasi se­cara menyeluruh selesai.

Apa saja isinya?

Banyak rekomendasinya dan itu dalam bentuk buku. Ya kira-kira 2.000 lembar, he-he-he.

Rekomendasi itu akan dibe­ri­kan kepada siapa?

Kepada pihak-pihak terkait, termasuk Kementerian Perhu­bungan yang direncakana hari Kamis (12/10) sudah dikirim.

O ya, investigasi  KNKT se­cara keseluruhan itu kapan se­le­sainya?

Itu memakan waktu lama. Namanya juga hasil investigasi KNKT yang final.Kecelakaan udara saja berdasarkan acuan in­ternasional diberi waktu 14 bulan. Aturannya seperti itu. Nah, untuk kereta api selama 6 bulan. Bah­kan bisa  9 bulan kalau mene­rima masukan-masukan yang lain. Jadi, kalau 3 bulan selesai, itu berarti ada keseriusan untuk me­nun­taskan secara cepat.

Kalau saya katakan investigasi sebulan, hasilnya ini-ini,  pasti di­ke­tawain orang luar negeri. In­vestigasi macam apaan itu, inves­tigasi asal cuap saja.

Tapi sudah bisa diprediksi kan siapa kira-kira yang ber­tanggung jawab?

Nggak boleh seperti itu. Kalau salah seorang sudah mulai di­sa­lahkan, semua orang akan fokus ke dia. Padahal kesalahan belum tentu di situ.

Nah itu tidak boleh.

Kenapa nggak boleh?

Ini masalah etika investigasi. Yang berhak menentukan bersa­lah kan pengadilan. Kita hanya bisa menyebutkan hasil inves­tiga­sinya saja.

Tapi kepolisian telah mene­tapkan tersangka masinis Argo Bromo?

Itu urusan polisi. KNKT tidak boleh mancampuri itu. Tiga Un­dang-undang tentang Pener­bang­an, Pelayaran dan Kereta Api me­nyebutkan investigasinya dilaku­kan oleh pemerintah, komite yang ditunjuk dan asasnya adalah untuk memperbaiki sistem safety yang menimbulkan kece­lakaan itu. Tapi bukan untuk meng­hukum, menya­lahkan se­seorang.

Kalau begitu bagaimana ben­tuk rekomentasi final KNKT?

Ini kan untuk memperbaiki sis­tem agar tidak terjadi kecelakaan lagi, atau kecelakaannya berku­rang. Pokoknya, rekomendasi kita untuk memecahkan masalah. Jadi sistem polisi dan KNKT itu ibarat rel kiri dan kanan, tidak akan ketemu, tapi dua-duanya diperlukan.

O ya, apakah ada keku­rang­an dalam pendidikan masinis?

Itu nanti kita lihat, tapi yang jelas bahwa masinis itu harus dia­nalogikan dengan kapten kapal, nahkoda, pilot, karena tugasnya berat. Jadi harus mendapatkan suatu tempat yang cocok untuk tanggung jawab yang besar. [RM]


Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

UPDATE

Penyegelan Tiffany & Co jadi Pesan Tegas ke Pelaku Usaha yang Curang

Sabtu, 14 Februari 2026 | 01:57

Istri Mantan Kapolres Bima Kota Turut Diperiksa soal Kepemilikan Narkoba

Sabtu, 14 Februari 2026 | 01:36

Dokter Diaspora Kenang Kisah Bersama PDIP saat Bencana Sumatera

Sabtu, 14 Februari 2026 | 01:19

Kepala BGN Hingga Puluhan Perwira Polri Peroleh Bintang Jasa dari Prabowo

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:57

Sekjen PDIP: Bencana adalah Teguran Akibat Kebijakan yang Salah

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:32

Garda Satu Papua Barat Tempuh Jalur Hukum Atasi Aksi Premanisme

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:10

Kerry Riza Chalid Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp13,4 Triliun

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:01

Legislator Demokrat Jakarta Pimpin Kader Ziarahi Makam Misan Syamsuri

Jumat, 13 Februari 2026 | 23:54

Polisi Tangkap Warga Malaysia Pengedar Narkoba Senilai Rp39,8 Miliar

Jumat, 13 Februari 2026 | 23:28

BPKH Dorong Peningkatan Diplomasi Ekonomi ke Arab Saudi

Jumat, 13 Februari 2026 | 23:07

Selengkapnya