RMOL. Saat namanya diajukan Kapolri Bambang Hendarso Danuri ke Presiden sebagai calon Kapolri, Komisaris Jenderal (Komjen) Nanan Soekarna mulai bersikap tertutup.
Apalagi, saat santer kabarnya bahÂwa Nanan dan Imam SuÂdjarÂwo yang bersaing ketat bakal diÂaÂjukan Presiden ke DPR sebagai caÂlon Kapolri, Inspektur PeÂngaÂwasÂan Umum (Irwasum) Mabes Polri itu seÂmaÂkin sulit dihubungi.
Beberapa kali Rakyat Merdeka mencoba untuk mewawancarai, tapi selalu saja gagal. ‘’Jangan seÂkarang, ntar saja kalau seÂmuanya sudah jelas,’’ ujarnya ketika itu.
Kini, setelah Kepala Badan PeÂmeÂliharaan Keamanan (KaÂbaharÂkam) Mabes Polri Komjen Timur PraÂÂÂdopo yang diajukan Presiden ke DPR sebagai calon tunggal KaÂÂÂÂpolri, Senin (4/10) lalu, Nanan tetap saja irit bicara.
Banyak kalangan menduga bekas Kepala DiÂvisi Hubungan MasyaÂrakat (KaÂdiv Humas) MaÂbes Polri itu sakit hati mengingat telah mengeluarkan pikiran dan enerÂgi saat namanya sudah diÂajuÂkan ke Presiden.
Tapi dugaan banyak kalangan itu terbantahkan. Sebab, Nanan meÂÂngaÂÂku tidak merasa kecewa waÂÂlau bukan dirinya yang diÂajuÂkan seÂbaÂgai calon Kapolri ke DPR.
â€Saya tidak kecewa, saya maÂlah senang. Sebab, yang diajukan seÂbagai calon Kapolri itu adalah teman saya saat di Akpol, teman seÂbarak,’’ ujarnya kepada
Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.
Berikut kutipan selengkapnya : Bagaimana perasaannya ketiÂka nama Anda tidak diajukan PreÂsiden ke DPR sebagai calon KaÂpolri?Begini ya, kalau negara mengÂamÂbil keputusan seperti itu. BerÂarti untuk kepentingan bersama dan institusi. Sebab, itu semua unÂtuk kebaikan kepolisian.
Anda tidak kecewa ya?Tidak. Buat kita mengabdi di mana saja asal untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara. Tidak harus menjadi Kapolri.
Merasa nyaman dengan konÂdisi ini?Saya dengan Pak Timur tidak ada apa-apa. Hubungan pribadi (perÂÂson) sama sekali tak ada maÂÂsalah. Jadi, saya senang Pak TiÂmur yang diajukan Bapak PreÂsiÂden ke DPR sebagai calon Kapolri.
Anda mendukung Timur PraÂdopo?Saya akan mendukung siapa saja kalau itu untuk kepentingan kepolisian. Apalagi niatnya untuk kepolisian demokrasi. Sama-sama membangun kepolisian deÂngan kendala apa pun. Dan kita akan coba menciptakan itu.
Jadi, yang paling penting saat ini adalah siapa pun yang menÂjaÂdi Kapolri nanti harus bisa menÂÂciptakan kebersamaan insÂtitusi. MoÂhon didukung untuk KeÂpoÂliÂsian.
Bagaimana Anda melihat soÂsok Timur?Dia adalah sosok yang tepat untuk menggantikan Jenderal BamÂbang Hendarso Danuri seÂbagai Kapori. Jadi, pencalonan Pak Timur semata-mata demi keÂpentingan Polri yang lebih baik di masa yang akan datang. Semua demi kepentingan dan kebaikan Polri. Mohon ini didukung.
Katanya Anda satu kelas deÂngan Timur ya?Ya, Pak Timur teman satu kelas kok. Teman saya satu barak. Kita harus dukung sama-sama.
Satu kelas di mana?
Ya, sama-sama sekolah di AkÂpol. Sudah ya, saya sedang meÂnemani Pak Kapolri di Medan.
[RM]