Berita

Wawancara

WAWANCARA

Komjen Ito Sumardi: Sudah Tahu dari Awal Kok Pencalonan Saya Itu Rumor

SELASA, 05 OKTOBER 2010 | 07:19 WIB

RMOL. Komjen Ito Sumardi mengaku sudah mengetahui dari awal bahwa dirinya tidak pas menjadi calon Kapolri. Sebab,  terkendala dengan usia.

Makanya Kepala Bagian Reserse dan Kriminal (Kabares­krim) Mabes Polri itu meng­anggap lucu-lucuan saja saat namanya disebut-sebut calon Kapolri yang diajukan Presiden SBY ke DPR.

“Saya sudah tahu kok dari awal bahwa itu rumor. Makanya saya senang saja kalau kemudian Presiden memilih Timur Pradopo sebagai calon Kapolri,’’ ujarnya kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.


Berikut kutipan selengkapnya:

Timur Pradopo dipilih SBY sebagai calon Kapolri, komen­tar Anda?
Saya senang saja. Itu berarti pilihan terbaik. Kita harus men­dukung, harus loyal mendukung. Gitu saja.

Timur Pradopo kan baru-baru diangkat jadi bintang tiga, bukankah ini bisa menim­bul­kan sekat angkatan ?
Itu kan semua hak prerogatif  Presiden. Kita harus menghor­mati dan harus mendukung apa­pun alasannya. Tentu ada pertim­bangan khusus dari Bapak SBY.

Sudah siap bersinergi deng­an Timur Pradopo jika terpilih jadi Kapolri?
Dengan siapapun juga kita harus siap dong. Kita kan anak buah, ya kan. Buat saya sih memang kemarin itu (pencalonan itu) kan lucu-lucu saja, lho kok tiba-tiba saya diberitakan jadi calon Kapolri. Kan saya pasti kendalanya usia. Pasti. Kalau bukan kendala usia, ada harapan kali. Tapi saya sudah menyadari bahwa usia itu merupakan ken­dala utama, jadi terlalu pendek kan.

Jadi, puas nih jadi bintang tiga saja?
Dengan bintang tiga itu sudah alhamdulillah banget. Kita harus mensyukuri apa yang kita dapat. Itu saja.

O ya, kenapa sih detik-detik terakhir nama Anda disebut-se­but yang dikirim Presiden ke DPR?
Saya nggak tahu. Yang jelas, itu lucu-lucuan saja. Sebab, kalau Presiden melakukan penunjukan calon Kapolri biasanya itu ada alasan-alasannya. Penunjukan ke saya, kan nggak ada alasan. Maka­nya  dari awal saya anggap itu rumor saja.

Kenapa dari awal menduga seperti itu, padahal pimpinan par­pol dan anggota DPR sem­pat menjagokan Anda?
Begini ya, untuk jabatan Ka­polri itu kan sudah ada mekanis­menya ya. Kalau memang kita diarahkan ke sana, pasti kita di­panggil. Tapi saya tidak ada panggilan maupun pemberita­huan.

Bagaimana Anda melihat tan­tangan kepolisian ke depan, apakah konsentrasi di  pembe­rantasan terorisme saja?
O, tidak. Masih banyak yang harus dikerjakan. Masalah keja­hatan itu kan sangat-sangat ber­variasi. Dan tantangan yang di­hadapi kepolisian, saya kira juga makin banyaklah.

Apakah benar basis tero­ris­me saat ini berada di Suma­tera?
Nggak, dia bergerak terus kan. Seluruh Indonesia kan ada dae­rah-daerah yang potensi terjadi­nya konflik. Konflik itu kan terorisme teratur bentuknya. Dia bergerak dan terus menjadi per­hatian dari Mabes Polri dan Den­sus 88.

Terorisme sudah masuk pe­rang kota, tak lagi se­mata-mata bom bu­nuh diri?
Belum. Kita masih mengkaji modus operandinya.

Saat ini ada upaya melibat­kan TNI dalam pemberantasan teroris, menurut Anda bagai­mana?
Kita kembali ke Undang-un­dang­nya saja. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian dan  Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI. Di situ jelas disebutkan, kalau situasi dianggap sudah memerlukan bantuan dari TNI yang punya kemampuan khusus, ya kita bekerja sama. Tentunya pasti kita melibatkan TNI. Kan dengan adanya kejadian di be­berapa tempat kan cukup meng­u­ras personil yang ada di kita. Nah kita minta bantuan TNI. Kan masalah keamanan tanggung jawab semua kompo­nen masya­rakat.

Densus mencium paling ba­nyak aksi terorisme?
Jelaslah. Mencium aksi tero­risme di seluruh Indonesia, per­sisnya sejumlah daerah tertentu.

Tapi Densus 88  masih sang­gup kan?
Ya kita masih sangguplah dalam batas tertentu. Tapi kalau sudah menyangkut keahlian seperti penyanderaan tnetu kita minta tolong. Kalau  penyan­deraan di laut minta tolong sama  detasemen Den Jaka. Sedangkan di darat minta tolong sama  deta­semen Bravo. Sebab, mereka dilatih khusus untuk menangani situasi demikian. Kita kan tidak dilatih khusus.

Apa Mabes Polri mencium bahwa terorisme ini sudah meng­arah pada ideologi sen­diri?
Ya jelas mereka kan punya ideologi sendiri. Punya struktur dan misi yang berbeda. Tapi pada intinya gerakan mereka kan ke yang tadi, untuk mendirikan NII (Negara Islam Indonesia, red). Selain itu kan ada juga yang me­mang dari sempalan-sempalan gerakan radikal yang selama ini sudah ditangani oleh Densus 88. Jadi sisa-sisanya bergabunglah mereka. Membentuk suatu ja­ringan baru. Itu yang kita harus hadapi saat ini.   [RM]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya