Berita

Wawancara

Adi Putra Tahir: Saya Optimistis Bakal Unggul, Ini Berkat Pendekatan Pertemanan

SABTU, 25 SEPTEMBER 2010 | 01:07 WIB

RMOL.Adi Putra Tahir merasa optimistis bakal unggul dalam pemilihan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia periode 2010-2015 yang dilaksanakan hari ini dalam Munas ke-6, di Jakarta Convention Center (JCC).

“Walau terakhir mencalonkan diri, tapi saya merasa optimistis bakal unggul. Sebab, banyak dukungan dari Pengurus Kadin Daerah dan asosiasi atau perhim­punan usaha,’’ ujar  Ketua Umum Kadin Indonesia, Adi  Putra Tahir, kepada Rakyat Merdeka,  di sela-sela launching Majalah Rakyat Merdeka, di Hotel Sultan, Ja­karta, tadi malam.

Berikut kutipan wawancara dengan putra mendiang Jenderal (Purn) Achmad Tahir itu:

Sehari sebelum pemilihan Ketum Kadin, bagaimana peta dukungan kepada Anda?

Cukup signifikan. Saya kan mencalonkan diri atas permin­taan sejumlah Kadin Daerah karena dianggap mampu men­jadi pere­kat dan pemersatu di Kadin. Jadi, dukungannya cu­kup banyak.

Bisa disebutkan berapa per­sis­nya?

Nggak etislah bicara angka-angka seperti itu.  Sebab, Pengu­rus Kadin Daerah dan pengurus asosiasi atau perhimpunan usaha itu merasa tidak enak kepada calon yang lain kalau disebutkan namanya.

Jadi yakin unggul nih?

Saya optimistis bakal unggul. Tapi ya, kita lihat saja besok (hari ini).

Kenapa begitu yakin?

Ya, karena dukungannya cukup banyak.

Apa mereka tidak mbalelo?

Saya percaya tidak akan mba­lelo. Sebab, hubungan pribadi dengan pengurus Kadin Daerah dan asosiasi atau perhimpunan itu sudah cukup lama.

Jadi, pendekatan saya itu kan pertemanan. Perlu Anda ketahui saya berkarya di Kadin lebih 20 tahun, dan  menjabat Wakil Ketua Bidang Organisasi sudah lama, banyak periode. Bidang ini kan selalu berhubungan dengan Ka­din Daerah karena menyangkut organisasi. Jadi, mereka sudah menjadi teman.

Anda dikenal ‘bertangan dingin’ dalam mengelola orga­ni­­sasi, sebagai organisatoris ulung, bisa disebutkan apa kun­cinya?

Ha-ha-ha, banyak orang bilang seperti itu. Tapi saya meng­anggap­­nya biasa-biasa saja. Tidak ada pakai kunci-kunci. Yang jelas, saya bekerja selalu maksimal. Kemudian pengurus yang lain saya anggap sebagai teman. Itu saja.

Sepertinya Anda merendah, padahal salah satu prestasi Anda adalah sukses mengantar  Sukamdani Sahid Gito­sardjo­no, Aburizal Bakrie (Ical), dan MS Hidayat menjadi Ketum Kadin?

Masa saya memuji diri saya sendiri. Yang jelas, ketiga tokoh itu terpilih memimpin Kadin, saya sebagai Ketua Tim Sukses­nya. Ini suatu kepuasan bagi saya. Apalagi ketiganya menjabat dua periode.

Jabatan periode kedua, ketiga­nya dipilih secara aklamasi. Ini kebetulan saja kali ya, he-he-he.

Apakah ketiga tokoh Kadin itu mendukung Anda?

Pencalonan saya sudah dibi­cara­kan dengan ketiga tokoh Kadin tersebut. Pak Sukamdani kan sudah terang-terangan me­nya­takan dukungannya. Sedang­kan Pak Ical dan Pak MS Hidayat memberikan dukungan agar saya mencalonkan diri.

Apa sudah ketemu dengan Ical?

Sudah bertemu dengan beliau di kediamannya, kawasan Men­teng, Jakarta Pusat, 11 September 2010, sebelum Pak Ical berangkat ke Amerika Serikat.

Ketua DPP Asosiasi Pengem­bang Perumahan dan Permu­ki­­man Seluruh Indonesia (Aper­si), Fuad Zakaria bilang bahwa Anda lebih pas memimpin Ka­din periode 2010-2015 ka­rena ­punya 8 keunggulan, ko­men­tar Anda?

Saya sudah baca pernyataan­nya yang dimuat di koran. Fuad bilang saya berpengalaman di Kadin.  diterima Kadin Pusat, de­kat dengan pengurus Kadin Dae­rah, diterima pemerintah, dekat dengan pengurus asosiasi dan perhimpunan dunia usaha, se­orang politisi yang sekarang ini menjadi anggota Komisi VI DPR,   bukan pengusaha besar sehingga bisa konsentrasi memperbaiki Kadin, dan punya banyak gaga­san yang brilian demi perbaikan ekonomi.

Anggota DPR Lili Asdjudi­redja juga mendukung Anda, ba­gaimana komentarnya?

Kalau itu saya belum baca di media masa. Apa saja pernya­taannya.

Lili tertarik dengan sejumlah program yang ditawarkan, mulai dari revisi UU Tenaga Kerja, menciptakan pengusaha menengah, memperjuangkan infrastruktur, terutama  per­ta­nian, dan lain sebagainya?

Ya, itu memang antara lain pro­gram yang saya akan laksanakan bila saya terpilih menjadi Ketua Umum Kadin Indonesia. Selain itu, saya juga terus berjuang untuk menyakinkan pemerintah dan perbankan agar bunga pinja­man ke bank jangan terlalu tinggi. Selama ini bunganya bisa men­capai 15 persen, itu terlalu tinggi. Hendaknya kita bisa meniru  Singapura, yang bunganya cuma 6 persen.

Kalau pengusaha besar ba­gai­mana?

Itu juga ada persoalan, yakni soal pajak penghasilan, di sini telalu besar yakni 25 persen. Sedangkan di Singapura cuma 16 persen. Sedangkan di sini juga ada pajak deviden 10 persen. Ini kan pajak ganda namanya. Jadi, seharusnya dihapus saja.

Ini penyebab banyak pengu­saha besar bikin usaha di luar negeri?

Betul. Karena pajak badannya untuk tahunan sangat murah. Kalau di Singapura 16 persen di Indonesia 25 persen. Bahkan ta­hun lalu sebesar 35 persen. Maka­­nya Kadin mengusulkan agar pajak itu diturunkan saja.

Memang berapa banyak uang pengusaha itu ?

Banyak sekali. Kalau uang itu bisa dikembalikan ke sini, tentu ini memberikan gairah terhadap perekonomian kita di sini.

Program-program itulah yang membuat Lili mendukung Anda 100 persen, bagaimana tanggapannya?

Dukungan itu sangat berpe­ngaruh. Sebab, Pak Lili itu selain sebagai politisi juga sebagai pengusaha ternama. Saya penasa­ran nih, apa saja yang dikomen­tari Pak Lili. 

Lili merasa yakin kalau Anda terpilih menjadi Ketum Kadin 2010-2015 akan mampu mengu­rangi pengangguran, apa betul seperti itu?

Saya yakin sekali. Kalau semua program itu terwujud, tentu akan menciptakan lapangan pekerjaan. Ini otomatis mengurangi peng­gang­guran.

Banyak program yang sudah Anda paparkan ke media massa, semuanya bagus, cuma bagai­mana implementasinya?

Kalau saya terpilih menjadi Ketua Umum Kadin periode 2010-2015, tentu apa yang men­jadi program saya itu akan saya perjuangkan sampai berhasil. Itu komitmen saya.

Termasuk merevisi UU Te­naga Kerja?

Undang-undang Nomor 3 tahun 2003 tentang Tenaga Kerja perlu direvisi secepatnya. Ini akan menguntungkan pengusaha dan pekerja.

Persoalan utama di negeri ini dalam investasi adalah tenaga kerja. Para pengusaha merasa dirugikan dengan UU Tenaga Kerja sekarang ini.

Banyak sekali pasal-pasal yang memberatkan pengusaha. Tapi anehnya, UU ini juga sangat merugikan pekerja. Soalnya, dalam UU itu tidak dilarang pengusaha untuk menggunakan outsourcing. Artinya, pekerja itu bukan karyawan. Istilahnya pega­wai kontrak. Ini tentunya merugi­kan pekerja.

Bagaimana program pe­ngen­­­ta­san kemiskinan, kong­kritnya seperti apa?

Program paling utama saya adalah membantu pemerintah dalam pengentasan kemiski­nan. Untuk menciptakan lapangan pekerjaan, berarti perlu investasi. Investasi akan terjadi kalau sya­rat-syaratnya ada, kalau infra­strukturnya ada, kalau sumber pen­danaannya bisa didapat. Ada akses, peraturan-peraturannya jelas, dan masyarakatnya men­dukung.

Soal keinginan memper­ba­nyak pengusaha menengah, kong­kritnya seperti apa?

Pengusaha menengah sedikit sekali di negeri ini. Yang paling banyak itu pengusaha kecil dan informal. Makanya perlu dijem­batani pengusaha kecil dengan pengusaha besar dan dengan pe­merintah, sehingga tumbuh pengu­saha menengah. [RM]


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya