Berita

Wawancara

WAWANCARA

Freddy Numberi: Jumlah Kecelakaan & Korban Meninggal Menurun Drastis Saat Mudik 2010

SELASA, 21 SEPTEMBER 2010 | 08:51 WIB

RMOL. Menteri Perhubungan Freddy Numberi merasa lega karena berhasil melayani pemudik dengan menggunakan berbagai moda transportasi.

Apalagi, lanjutnya,  terjadi pe­nurunan kecelakaan dan korban meninggal dunia. Kalau tahun 2009 terjadi 1.648 kecelakaan dengan 702 orang meninggal dunia, tapi tahun ini  1.397 kece­lakaan dengan meninggal dunia 311 orang.  

Sedangkan korban luka berat sebanyak 418 orang, luka ringan  855 orang. Jadi, total kerugian ma­­teriil diperkirakan Rp 5,6 miliar.


“Ini berdasarkan laporan Polda selurus Indonesia dengan per­hitungan H-7 sampai H+7. Jadi, ada keberhasilan yang di­capai. Ini membuat kita lega, tapi pela­yanan tetap diting­katkan untuk mudik 2011,’’ ujar Freddy Num­beri kepada Rakyat Merdeka, di sela-sela penu­tupan Posko Le­baran, di Gedung Kemenhub, Jakarta, kemarin.

Yang membanggakan, katanya, ada 17 perusahaan otobus  yang  digunakan untuk program mudik gratis oleh pihak swasta dan BUMN dengan total kendaraan 1.683 bus dengan jumlah penum­pang  91.907 orang.

“ Tapi sayangnya,  perusahaan tersebut tidak memfasilitasi arus balik bagi pemudik, sehingga harus menggunakan  kereta api dan bus. Ini membuat kita sedikit agak kerepotan. Tapi semua bisa terlayani. Mudah-mudahan ke depan arus balik juga disediakan bus oleh perusahaan swasta dan BUMN itu,’’ paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Biasa setiap tahun ada peru­sahaan bus yang ditindak, ta­hun ini berapa?
 Dari H-7 sampai dengan H+7 periode angkutan lebaran 2010 di wilayah Jabodetabek terdapat 21 perusahaan dengan 57 kendaraan yang diindikasikan melakukan pelanggaran tarif batas atas dan bawah yang tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 1 Tahun 2009.

Apa sanksinya?
Setelah nanti dilakukan klarifi­kasi akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Artinya, sanksi itu sesuai dengan perbuatannya. Kalau tergolong berat, maka sanksinya adalah menarik izin operasi perusahaan angkutan itu.  Tapi kalau ringan, ya diberikan teguran saja.

Kapan sanksi itu diberikan?
Mungkin dalam minggu ini. Sekarang ini kan sedang dilaku­kan klarifikasi soal kesalahan-kesalahannya.

O ya, di mana kejadian te­r­tangkapnya perusahaan bus yang menaikkan tarif itu?
Ada 19 terminal, yaitu Puloga­dung, Rawamangun, Tanjung Priok, Bekasi, Lebak Bulus, Tangerang, Kalideres, Grogol, Kampung Rambutan, Bandung, Tasikmalaya, Purwokerto, Peka­longan, Cirebon, Tegal, Solo, Yogya­­karta, Merak, dan Lampung.

Bagaimana metode untuk menjebaknya?
Kita menggunakan beberapa metode pemantauan. Yaitu pe­man­tauan statis (pemantauan di terminal atau lokasi keberang­katan) di berbagai wilayah Jabo­detabek serta pemantauan di­namis (pemantauan dengan mengikuti di dalam ken­daraan) pada trayek-trayek di luar wila­yah Jabodetabek.

Kita lakukan penga­wasan secara ketat dan kita him­bau agar ope­­rator bus bekerja sama untuk melihat masalah ini. Se­bab, ini adalah pekerjaan mulia untuk rakyat kita ber­sama. Tentunya yang kita harap­kan ka­lau bisa terus dibantu.

Dengan adanya penutupan Posko Lebaran ini, apakah pemantuan dihentikan?
Untuk moda laut masih dila­kukan posko angkutan lebaran sampai H+15.

O ya, apakah  jumlah pemu­dik menggunakan darat, laut, dan udara, bertambah atau ber­kurang bila dibandingkan ta­hun lalu?
 Secara umum jumlahnya mengalami penurunan sebesar 0,35 persen dibandingkan dengan jumlah pemudik pada tahun 2009. Dari H-7 sampai dengan H+7 pada tahun 2009 sebesar 13.980.378 pemudik. Tapi seka­rang 13.931.204 pemudik.

Tapi angkutan udara menga­lami peningkatan sebesar 15,52 persen. Kalau tahun 2009 seba­nyak 2.163.731 pemudik, tahun 2010 sebesar 2.499.468 pemudik.

Bagaimana dengan menggu­na­kan sepeda motor?
Selama periode H-7 sampai dengan H+7 mengalami penuru­nan sebesar 15 persen di 5 titik pemantauan, yakni Ciasem, Sa­dang, Merak, Cianjur, dan Ciamis. Tapi dari 5 titik terpantau kondisi lalu lintas tertinggi terjadi pada Ciasem kabupaten Subang Jawa Barat sebesar 1.115.199 sepeda motor.

Kalau menggunakan mobil pribadi?
Itu mengalami peningkatan sebesar 18 persen dengan 5 titik pemantauan yang sama. Dan dari 5 titik terpantau lalu lintas mobil pribadi terjadi pada titik Ciasem kabupaten Subang Jawa Barat sebesar 709.531 kendaraan.   [RM]

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

UPDATE

Penyegelan Tiffany & Co jadi Pesan Tegas ke Pelaku Usaha yang Curang

Sabtu, 14 Februari 2026 | 01:57

Istri Mantan Kapolres Bima Kota Turut Diperiksa soal Kepemilikan Narkoba

Sabtu, 14 Februari 2026 | 01:36

Dokter Diaspora Kenang Kisah Bersama PDIP saat Bencana Sumatera

Sabtu, 14 Februari 2026 | 01:19

Kepala BGN Hingga Puluhan Perwira Polri Peroleh Bintang Jasa dari Prabowo

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:57

Sekjen PDIP: Bencana adalah Teguran Akibat Kebijakan yang Salah

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:32

Garda Satu Papua Barat Tempuh Jalur Hukum Atasi Aksi Premanisme

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:10

Kerry Riza Chalid Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp13,4 Triliun

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:01

Legislator Demokrat Jakarta Pimpin Kader Ziarahi Makam Misan Syamsuri

Jumat, 13 Februari 2026 | 23:54

Polisi Tangkap Warga Malaysia Pengedar Narkoba Senilai Rp39,8 Miliar

Jumat, 13 Februari 2026 | 23:28

BPKH Dorong Peningkatan Diplomasi Ekonomi ke Arab Saudi

Jumat, 13 Februari 2026 | 23:07

Selengkapnya