Berita

Wawancara

WAWANCARA

Suryo Bambang Sulisto: Jadi Mitra Pemerintah, Kadin Wajib Kembangkan Ekonomi Daerah

SENIN, 20 SEPTEMBER 2010 | 08:13 WIB

RMOL. Lima hari jelang pemilihan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, dukungan terhadap Suryo Bambang Sulisto (SBS) untuk mengisi kursi MS Hidayat terus menguat. Misalnya saja, Sabtu (18/9), 20 Kadin Daerah (Kadinda) telah berkumpul di Bali untuk menyatakan dukungannya kepada SBS.

Selain SBS yang saat ini menjabat Ketua Dewan Pembina Kadin Indonesia, ada empat calon lain yang ikut berburu kursi ketua umum Ka­din yang akan digelar 24-25 September di Jakarta Con­vention Centre. Mereka adalah Chris Kanter (Wakil Ketua Umum Bidang Inves­tasi dan Logistik), Sandiaga Salahuddin Uno (Wakil Ketua Umum Bidang UMKM dan Ko­perasi), Wisnu Wardhana (Wa­kil Ketua Bidang Keuangan non Bank), dan Adhi Putra Taher (Pjs Ketua Umum Kadin).

Kenapa SBS tergerak hatinya untuk maju jadi ketua umum Kadin? Kepada Rakyat Merdeka, SBS mengatakan, alasan dirinya maju sebagai calon ketua umum Kadin karena merasa tertantang untuk membawa organisasi itu menjadi lebih baik lagi.


“Setelah berkecimpung lebih dari 40 tahun mengembangkan bisnis di daerah, saya memiliki ke­gelisahan besar untuk men­cipta­kan ekonomi Indonesia yang tangguh melalui peningkatan ekonomi daerah,” katanya.

Menurut Presiden Komisaris PT Bumi Resource Tbk itu, Ka­din harus berperan aktif mengem­bangkan ekonomi daerah dan menjadi mitra pemerintah.

“Oleh karena itu Kadin harus merevitalisasi diri menjadi organi­sasi yang kuat,” ujar bekas Utusan Khusus Presiden untuk wilayah Amerika Utara, Tengah dan Selatan itu.

Berikut kutipan selengkapnya:

Pandangan Anda terhadap Kadin saat ini bagaimana?
Sebagai payung pengusaha na­sional, Kadin seharusnya mampu berperan maksimal dalam melin­dungi kepentingan pelaku bisnis, meningkatkan iklim investasi, serta menjadi mitra pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang pro bisnis untuk mening­katkan daya tarik investasi. Se­cara organisasi, peran tersebut yang belum dapat terlaksana dengan baik.

Melihat kondisi tersebut, apa yang harus dilakukan Kadin ke depan?
Kadin harus bisa tampil seba­gai representasi dunia usaha Indo­­nesia agar disegani oleh rakyat, pemerintah dan dunia internasional. Upaya peningkatan Kadin di masa mendatang bisa dilakukan melalui konsep lima pilar revitalisasi Kadin, yaitu kepemimpinan, perkuatan landa­san hukum, revitalisasi anggota, pengembangan ekonomi daerah, dan peningkatan daya saing ekonomi nasional.

Adakah penghambat dalam meningkatkan peran Kadin itu?
Saat ini Indonesia menghadapi tantangan masa depan yang berat. Peran Kadin tidak hanya sebagai organisasi dari se­kum­pulan pe­ngu­saha, na­mun juga di­perlu­kan leader­ship, inisiatif, gagasan, dan dedikasi untuk kembali menata pola pikir dan tindakan dalam men­cipta­kan dan im­ple­­men­tasi ke­bija­kan strategi eko­­nomi.

Bagaimana meng­antisi­pasi­nya?
Untuk itu, Ka­din harus mela­kukan revi­tali­sasi in­ternal se­bagai pe­ngua­tan organisasi dengan me­nitikberat­kan pada reposisi Ka­din, baik di pusat maupun dae­rah. Melalui revitalisasi terse­but, dua hal yang penting adalah pem­beradayaan daerah dan pe­ning­katan posisi tawar Kadin dengan seluruh pihak yang ber­ke­pen­tingan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Bisa diceritakan, kenapa Anda sampai maju jadi calon ketua umum Kadin?
Saya maju sebagai Ketua Umum Kadin karena dorongan dari teman-teman di Kadin Dae­rah. Bagi saya, dorongan terse­but merefleksikan adanya hara­pan dan tuntutan yang sangat besar terhadap peran dan fungsi Kadin agar dapat memberikan perhatian lebih besar kepada perekonomian daerah, memaju­kan daerah untuk menjadi pemain berdaya saing tinggi, dan bahkan bisa memiliki compe­titive advantages dan menjadi pemain global.

Alasan lainnya?
Pengalaman saya selama lebih dari 40 tahun menggeluti bisnis sebagai wirausaha, orga­nisasi, diplomasi, dan kemam­puan saya menjalin hubungan dengan ba­nyak pihak, mulai dari nasional hingga tokoh-tokoh internasio­nal, merupakan bekal untuk membawa Kadin menjadi  lebih baik.

Jika terpilih sebagai ketua umum Kadin, apa yang akan Anda lakukan untuk mening­kat­kan peran Kadin dalam men­do­rong perekonomian Indonesia?
Menuju ekonomi Indonesia yang tangguh, Kadin memiliki tiga misi utama, yakni revitali­sasi Kadin, berperan sebagai motor pendorong kebangkitan daerah, dan mendorong peman­faatan sebesar-besarnya inves­tasi asing dan dalam negeri untuk kemak­muran dan kea­manan bangsa, dan pilar kekua­tan perekonomian ne­gara adalah kekuatan perekono­mian daerah.

Oleh sebab itu, jika terpilih saya akan memposisikan Kadin sebagai motor utama penggerak pembangunan. Revitalisasi Kadin akan mendorong terwujudnya sistem ekonomi yang lebih adil, yang digerakkan oleh dunia usa­ha. Pada akhirnya, setiap daerah melalui prgram-program dari Ka­din Daerah bersama-sama men­jadi solusi bagi pembangunan yang menciptakan kemakmuran bangsa Indonesia.   [RM]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Kebijakan WFH Sehari Tunggu Persetujuan Presiden

Kamis, 26 Maret 2026 | 12:03

Tito Pastikan Skema WFH Sehari Tak Hambat Layanan Pemda

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:55

Purbaya Guyur Dana Lagi Rp100 Triliun ke Bank Himbara

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:45

Efisiensi Anggaran Harus Terukur dan Terarah

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:33

Pengamat Soroti Pertemuan Anies, SBY, dan AHY: CLBK Jelang 2029

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:22

Prabowo Tambah 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp239 Triliun

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16

Efisiensi Energi Jangan Korbankan Pendidikan lewat Pembelajaran Daring

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:11

Emas Antam Mandek, Buyback Merosot ke Rp2,49 Juta per Gram

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:01

Akreditasi Dapur MBG Jangan Hanya Formalitas

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:00

KSP: Anggaran Pendidikan Tak Dikurangi

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:58

Selengkapnya