Berita

Wawancara

WAWANCARA

Marzuki Alie: Saya Sering Dikibuli Anak-anak Saat Hari Raya Idul Fitri

JUMAT, 10 SEPTEMBER 2010 | 02:39 WIB

RMOL. Apa makna hari raya Idul Fitri, menurut Anda?
Idul Fitri bagi saya, adalah ke­sempatan melakukan sila­tuh­rahmi dan berbagi dengan se­mua orang. Ya, Alhamdulilah, se­tiap tahun saya punya ke­sem­patan berbagi dengan anak ya­tim dan fakir miskin.

Sekarang Anda sibuk men­ja­lankan tugas sebagai Ketua DPR, apakah masih sempat mel­akukan kegiatan, berbagi de­ngan anak yatim dan fakir miskin?
Setelah menjadi Ketua DPR ak­tivitas saya memang lebih pa­dat. Tetapi saya tetap berusaha me­nyempatkan diri untuk ber­ba­gi dengan sesama. Apalagi mem­berikan santunan kepada anak yatim dan fakir miskin itu su­dah menjadi ritual tahunan. Sa­ya berharap semua masya­ra­kat yang memiliki rezeki lebih na­mun dililit kesibukan, bisa me­nyempatkan waktunya untuk ber­bagi dengan kaum yang ku­rang mampu. Sayang  kalau ha­nya menuruti kesibukan saja, hari Idul Fitri kan da­tangnya hanya se­tahun sekali dan banyak kaum fa­kir miskin yang mem­bu­tuh­kan bantuan untuk keperluan me­rayakan hari Idul Fitri.


Alhamdulillah, bulan Ramadhan ini, saya sempat menyantuni anak ya­tim di berbagai daerah. Sa­yang­nya sedih untuk hari raya Idul Fitri ta­hun ini saya tidak bisa mem­ba­gi­kan ampao untuk anak-anak.

Kenapa memang?
Karena saya lebaran hari perta­ma di Jakarta. Tradisi bagi-bagi am­pao itu biasa saya lakukan di kam­pung halaman saya di Pa­lembang. Di kampung, di hari per­ta­ma hari raya Idul Fitri, usai salat Ied, semua warga kampung mulai da­ri orang tua sampai anak-anak se­mua berkeliling kampung dari ru­mah ke rumah. Karena kebe­tul­an, orang tua saya adalah tokoh ma­syarakat, warga kampung yang men­datangi rumah saya. Saat itu, sa­ya mem­ba­gi-bagikan ampao se­ba­gai untuk anak-anak kecil se­ba­gai hadiah Le­baran. Saya tahun ini, hari pertama idul fitri berada di Jakarta.

Jadi Anda tidak mudik ta­hun ini?
Saya tetap mudik, tetapi tidak se­per­ti orang-orang umumnya yang su­dah pulang kampung sebelum ha­ri Idul Fitri. Saya pulang kam­pung setelah lebaran di Jakarta. Ba­­­gaimana pun saya harus me­nyem­patkan diri bertemu dengan orang tua dan keluarga besar di kam­pung.  Terus terang saya ung­kapkan, sepanjang umur saja, ba­ru tahun ini saya lebaran hari per­tama di luar kampung. Saya tidak bi­sa mengelak, karena di hari per­tama, semua pimpinan lembaga ne­gara dan pemerintah me­la­kukan pertemuan silatuhrahmi di Istana Negara.

Anda tidak melakukan open house?
Saya membuka open house usai acara di Istana Negara sele­sai. Saya membuka pintu kepada siapa saja masyarakat yang ingin silatuhrahmi dengan saya.

Bagaimana perasaan Anda tidak bisa lebaran hari per­ta­ma di kampung?   
Jujur saya katakan, saya ke­ce­wa pada hari pertama tidak bisa me­rayarakan hari Idul Fitri di kam­pung halaman. Lebih afdol, sa­ya meminta maaf secara lang­sung, berlebaran kepada orang tua saya. Beliau sampai saat ini, al­hamdulilah masih sehat. Saya ingin memberikan hadiah untuk ke­dua orang tua .

Selain itu, saya kebetulan se­dang rindu dengan kampung ha­laman. Rasanya ingin cepat-cepat ada di kampung.

Saya merasa lebaran di kam­pung halaman jauh lebih me­nye­nang­kan daripada lebaran di Jakarta.
   
Apa yang membuat Anda begitu terkesan dengan Le­ba­r­an di kampung halaman?
Saya biasa berguyun dengan ma­syarakat kampung. Itu mem­buat saya berkesan, semua bisa bicara tanpa memadang status sosial. Itu tidak saya temukan di Jakarta.

Anda punya pengalaman menarik ketika merayakan Lebaran di kampung?
Ada. Saya sering dikibuli anak-anak setiap hari raya Idul Fitri. Se­perti saya ceritakan, pada hari ra­ya Idul Fitri saya sering mem­be­ri­kan hadiah untuk anak-anak be­rupa ampao. Ada beberapa anak yang bolak-balik lebaran dengan sa­ya. Tujuannya agar dapat am­pao. Tetapi saya maklum, na­ma­nya juga anak-anak.  Pernah ada anak yang ketahuan, bolak-balik. Saya tegur, kok sudah lebaran, le­baran lagi. Anak itu, saya lihat malu.

Tahun ini tidak bisa bagi-bagi ampao dong...
Tahun ini mungkin hanya un­tuk saudara-saudara saja. Kecuali nanti ketika saya pulang kam­pung, anak-anak kecil masih ke­liling, mau tidak mau saya tetap harus siapkan...he..he.. Tetapi, kalau mereka tidak datang ke rumah saya, itu artinya bukan rejeki mereka.

Ada pengalaman menarik lain yang pernah Anda alami saat Lebaran?
Oh iya, ada. Di kampung saya ada tradisi doa bersama yang di­lakukan secara bergantian usai me­lakukan ramah tamah. Ada ke­nangan yang menarik, ada te­tang­ga saya, seorang polisi me­ng­anggap doa saya makbul. Setiap saya berkunjung ke rumahnya, dia meminta saya men­doa­kan­nya. Dia mengaku doa pertama sa­ya membuat hidupnya berubah. Selain cepat naik pangkat, re­ze­ki­nya bertambah. Tahun beri­kut­nya, setelah saya doakan kem­bali, dia mengaku mampu mem­beli rumah dan mobil. Sejak itu, se­tiap Idul Fitri, tetangga saya itu selalu menunggu kedatangan saya.

­­Bagaimana Ramadhan tahun ini. Apakah ada perbedaan dengan tahun sebelumnya?
Tentu ada perbedaan yang saya rasakan. Ramadhan tahun ini, saya memiliki status dan jabatan ber­beda dengan sebelumnya. Sek­a­rang selain sebagai politisi, saya juga sebagai pimpinan lembaga negara.

Ramadhan tahun ini, saya me­mi­liki pekerjaan baru. Saya ba­nyak diminta mengisi ceramah aga­ma di berbagai tempat,  baik di Masjid dan instansi peme­rin­tahan. Karena sering mengisi ce­ra­mah, mantan Ketua MPR Hi­dayat Nurwahid berguyon saya te­lah melebarkan sayap. Selain ja­di politisi juga jadi dai.   [RM]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya