RMOL.Siapa dua nama yang diajukan menjadi calon Kapolri masih belum jelas. Tapi Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Mabes Polri, Iskandar Hasan, memastikan di antara tiga nama yang santer disebut-sebut itu ada nyangkut.
Tiga nama itu adalah Komjen Pol Nanan Soekarna (Irwasum Mabes Polri), Irjen Imam Sudjarwo (Kepala Lemdiklat), dan Ijen Timur Pradopo (Kapolda Metro Jaya).
“Pokoknya tiga nama yang disebut-sebut itu, pasti ada yang nyangkut deh. Analisis saja dari usianya,’’ ujarnya kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.
Berikut kutipan selengkapnya:
Kenapa sih calon Kapolri ditutup-tutupi?
Kan Kapolri yang punya kuasa. Kapolri saja belum bercerita, kalau saya sebutkan nanti salah, bisa-bisa aku dipanggil beliau dan dimaki-maki. Nanti nggak dikasih uang THR, he-he-he.
Sebutkan dong satu saja?
Saya kira itu sudah sering di koran. Di antaranya itulah.
Siapa itu?
Makanya dianalisis sendiri-sendiri saja. Kalau saya sebutkan nanti Kapolri marah. Kalau yang saya lihat, nama-nama itu sudah sering disebut di koran. Paling tinggal menunggu tiga minggu lagi, nama itu sudah diumumkan.
Ketiga nama yang disebut-sebut itu terdiri dari Komjen Pol Nanan Soekarna (Irwasum Mabes Polri), Irjen Imam Sudjarwo (Kepala Lemdiklat), dan Irjen Timur Pradopo (Kapolda Metro Jaya), siapa yang diajukan ke Presiden?
Pokoknya di antara yang Anda sebut itu, pasti ada yang nyangkut. Kan Anda bisa melihat, pangkatnya mereka sekarang apa, dan masa aktifnya tinggal berapa. Di situ-situ saja.
Lagipula aturannya kan minimal 2 tahun masa tugas sebagai Kapolri. Kalau tinggal 5 bulan lagi, kan nggak mungkin. Jadi, Anda anlisis sendiri di situ. Kalau aku sebutkan nanti salah.
Maksudnya?
Analisis saja umurnya, dan jabatannya. Kira-kira seperti itu.
Siapa kira-kira yang tidak dicalonkan?
Ya, Anda lihat saja. Yang menduduki jabatan bintang tiga siapa, itu yang mungkin (tidak dicalonkan).
Apa sih syarat lulus sebagai calon Kapolri selain faktor usia?
Tim seleksi sudah menetapkan kriterianya. Yaitu lulus hasil assessment, tes kompetensi, riwayat jabatan, kesehatan jiwa dan kesehatan fisik.
Kemudian apakah selama ini mereka mempunyai masalah-masalah, terutama yang menyangkut pelanggaran pidana atau segala macamnya. Nggak mungkin itu akan dipilih. Kemudian yang menyangkut keluarga. Itu juga dilihat.
Jadi, banyak aspek yang dilihat untuk dipilih-pilih lagi. Nah, yang memenuhi syarat itulah yang diajukan.
Apakah ada penilaian lain?
Penilain baik dari teman satu angkatan, bawahan, dan atasan. Apakah sehari-harinya, dia baik sama temannya, atasannya, dan bawahannya.
Selain itu, dilihat juga soal perilaku, ucapan, dan penampilannya. Orang kan bisa melihatnya, ini pantas atau nggak. Kriteria itu dinilai dan dimasukkan. Memang banyak aspek yang dilihat, tidak ujuk-ujuk langsung dipilih.
Kapan nama-nama calon itu akan diajukan ke Presiden?
Paling lambat dua minggu sebelum tanggal 10 Oktober 2010. Mungkin bisa maju lebih awal. Itu perkiraan saya. Lagipula calonnya ini kan sedang digodok Pak Kapolri.
Penggodokannya seperti apa sih?
Ya, itu tadi dari segala aspek. Siapa tahu muncul nama yang baru, bisa jadi. Kan gitu.
Nama yang paling santer adalah Nanan Soekarna, apa betul?
Ya, banyak yang nyebut dia. Tapi semua juga disebut kok.
O ya, gimana nih perasaan Anda dengan jabatan yang baru ini?
Ah, saya sih biasa aja. Karena itu suatu amanah, silakan teman-teman wartawan menilai saya beberapa hari ini setelah dilantik.
Visi misi Anda seperti apa?
Visi misi saya, ya sesuai dengan undang-undang, dan peraturan yang ada. Saya nggak mau melanggar itu semua. Artinya apa yang saya bisa berikan, ya saya berikan sesuai dengan ketentuan, dan landasan yang baik dan benar, supaya masyarakat juga bisa menerima informasinya dengan baik dan benar.
Jadi visi saya nggak muluk-muluklah, yang simpel-simpel saja.Takutnya nanti nggak tercapai. [RM]