Berita

Wawancara

WAWANCARA

Freddy Numberi: Kemenhub Siapkan 35.684 Angkutan, 15,1 Juta Pemudik Dibuat Nyaman

RABU, 01 SEPTEMBER 2010 | 06:29 WIB

Menjelang lebaran berbagai persiapan telah dilakukan Menteri Perhubungan (Menhub), Freddy Numberi. Mulai dari penambahan armada angkutan darat, laut, dan udara, sampai mengatasi permasalahan lalu lintas pada titik-titik rawan.

“Kita sudah mengantisipasi pada beberapa titik rawan. Yang pertama di daerah Jawa karena paling krusial. Sebab frekuensi lalu lintas  cukup tinggi,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka,  di ruang kerjanya, di Jakarta, ke­marin.

Kemenhub juga melakukan pemantuan terhadap pemudik di jalan dengan pemasangan closed circuit television (CCTV),  meng­gunakan radio trunking, handy-talky, pemasangan gada lobal positioning system (GPS), dan pemasangan varible message sign (VMS). 


 Selain itu, lanjut Numberi, untuk sistem informasi dan ko­munikasi dilakukan dengan internet dan SMS dengan nomor 081380068000. Kemudian mela­ku­kan kerja sama dengan Polri dan PT Telkom.

“Kita memasang CCTV di  22 lokasi di jalan nasional dan jalan provinsi. Kemudian pemasangan gada lobal positioning system (GPS) untuk semua moda, se­hingga kita bisa memantu mereka (pemudik) saat melintas,” tambah Numberi.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa saja yang sudah diper­siap­kan Menteri Perhubungan men­jelang lebaran ini?
O, banyak sekali. Kita sudah mengantisipasi wilayah penye­lengga­raan selama lebaran untuk angkutan jalan pada 12 provinsi, angkutan kereta api pada 9 Daop dan 3 divre, angkutan  sungai dan penyeberangan (SDP) pada 6 lintasan utama, angkutan laut pada 52 pelabuhan, dan angkutan udara pada 24 bandara.

Pokoknya kami akan meman­tau dari waktu ke waktu sampai puncak mudik di H-2.

Kira-kira berapa jumlah pe­mudik tahun ini?
Sudah pasti meningkat dari tahun sebelumnya. Kita perkira­kan dari angkutan jalan dari 5,3 juta penumpang meningkat men­jadi 5,4 juta lebih penumpang. Angkutan SDP dari 3,2 juta pe­numpang meningkat menjadi 3,3 juta penumpang. Angkutan kereta api sama jumlahnya yakni 3,1 juta. Angkutan laut dari 1,1 juta penumpang meningkat menjadi 1,2 juta penumpang. Angkutan udara dari 1,7 meningkat menjadi 1,9 juta penumpang.

Berarti lonjakan penumpang pada tahun 2009 yaitu 14,6 juta dan sekarang 15,1 juta penum­pang. Jadi pertumbuhannya 3,5 persen.

O ya, di daerah titik rawan apa saja yang dilakukan?
Kita sudah mengantisipasi pada beberapa titik. Yang teruta­ma di Jawa yang paling krusial dan paling bermasalah. Memang daerah-daerah itu masih rawan sebab lalu lintas frekuensinya cukup tinggi.

Jadi, kita melihat bahwasanya di Nagrek dan penyeberangan Merak dengan fly overnya. Itu juga yang kita antisipasi betul, sehingga kita harapkan masalah ini jangan menghambat lalu lintas.

Makanya kami berkoordinasi dengan kepolisian terus menerus selama 24 jam untuk memantau jalannya mudik.

Soal kereta api gimana?
Kereta api kita naikkan volu­me­nya yang biasanya 48 lintasan menjadi 65 lintasan per hari. Berarti hampir setengah jam, kereta api lewat. Sebab, jumlah kereta api  dari 113 ditingkatkan  men­jadi 227 kereta api.

Bagaimana dengan angku­tan lainnya?
O itu sudah kita kerahkan se­muanya, dan sudah kita tingkat­kan armadanya. Misalnya untuk angkutan jalan raya sebanyak 34.358 bus. Angkutan SDP 119 kapal, bahkan  kita siapkan kapal ferry dan ro-ro yang dipersiapkan untuk mengangkut kendaraan roda empat dari pelabuhan Tan­jung Priok ke Surabaya. Angku­tan laut sebanyak 719 kapal, dan angkutan udara sebanyak 261 pesawat. Jadi, total semua 35.684 angkutan.

Kapan tim Kemenhub mulai melakukan pengawasan?
Kita sudah jalan untuk meman­taunya. Sekarang kita turun pe­man­tauan terus. Kita juga punya Posko di kantor perhubungan di lantai 7.

Berapa posko yang ada di ja­lan raya?
Banyak Posko yang kita buat. Kemudian kami bekerja sama dengan Polri untuk memberla­kukan traffic management trans­port dengan memasang CCTV yang dikoneksikan dengan Ke­menhub di seluruh posko untuk 22 lokasi. Pemasangan VMS di jalur Pantura dan Jalur Selatan. Kemudian penggunaan GPS di­rencanakan 7 perusahaan AKAP untuk memantau kondisi lalu lintas Jawa-Bali dan 1 perusahaan sudah digunakan jaringan jalan tol Padaleunyi, tol Cikampek, dan tol Bandara Soekarno Hatta.

Bagaimana dengan pemudik menggunakan sepeda motor, apa­kah dipantau juga?
Pasti dipantau dong. Apalagi diperkirakan peningkatannya sekitar 15 persen dari tahun lalu. Diperkirakan pemudik menggu­na­kan motor 3,6 juta, dan mobil pribadi 1,3 juta.

Soal penertiban pasar tum­pah di ruas jalan utama?
Itu juga pasti kita lakukan. Se­karang gini terdapat 78 pasar tumpah di jalan utama di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Ini me­mang berpotensi menimbulkan ke­macetan di jalur utama Pantura.

Biasanya di Nagrek tergo­long rawan, apa ada solusi?
Itu sudah diantisipasi, berbagai jalan alternatif sudah disiapkan. Petugas kita akan tetap memantau dan berada di daerah-daerah rawan ini.

Pembangunan jalan layang di pelabuhan penyeberangan Me­rak bisa menimbulkan kema­cetan, gimana solusinya?
Itu juga sudah dibuatkan so­lusi­nya. Misalnya, lalu lintas dari Jakarta ke Merak diprioritaskan dan keberangkatan kapal setiap 15 menit.

Bagaimana dengan larangan beroperasi truk dan kontainer, kapan dimulai?
O ya, ini juga bisa menim­bul­kan kemacetan. Jadi, kita larang beroperasi mulai 6 September 2010 sampai 10 September 2010. Kemudian dilarang juga  mobil barang membawa orang.

Tapi  tetap diizinkan  angkutan BBM/BBG, ternak, bahan po­kok, dan barang antaran pos. Bah­kan kita minta truk BBM di­siapkan di posko-posko. Se­bab, tidak jarang terjadi kema­cetan gara-gara ada mobil keha­bisan bahan bakar.  [RM]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya