Menjelang lebaran berbagai persiapan telah dilakukan Menteri Perhubungan (Menhub), Freddy Numberi. Mulai dari penambahan armada angkutan darat, laut, dan udara, sampai mengatasi permasalahan lalu lintas pada titik-titik rawan.
“Kita sudah mengantisipasi pada beberapa titik rawan. Yang pertama di daerah Jawa karena paling krusial. Sebab frekuensi lalu lintas cukup tinggi,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, di ruang kerjanya, di Jakarta, kemarin.
Kemenhub juga melakukan pemantuan terhadap pemudik di jalan dengan pemasangan closed circuit television (CCTV), menggunakan radio trunking, handy-talky, pemasangan gada lobal positioning system (GPS), dan pemasangan varible message sign (VMS).
Selain itu, lanjut Numberi, untuk sistem informasi dan komunikasi dilakukan dengan internet dan SMS dengan nomor 081380068000. Kemudian melakukan kerja sama dengan Polri dan PT Telkom.
“Kita memasang CCTV di 22 lokasi di jalan nasional dan jalan provinsi. Kemudian pemasangan
gada lobal positioning system (GPS) untuk semua moda, sehingga kita bisa memantu mereka (pemudik) saat melintas,” tambah Numberi.
Berikut kutipan selengkapnya:
Apa saja yang sudah dipersiapkan Menteri Perhubungan menjelang lebaran ini?
O, banyak sekali. Kita sudah mengantisipasi wilayah penyelenggaraan selama lebaran untuk angkutan jalan pada 12 provinsi, angkutan kereta api pada 9 Daop dan 3 divre, angkutan sungai dan penyeberangan (SDP) pada 6 lintasan utama, angkutan laut pada 52 pelabuhan, dan angkutan udara pada 24 bandara.
Pokoknya kami akan memantau dari waktu ke waktu sampai puncak mudik di H-2.
Kira-kira berapa jumlah pemudik tahun ini?
Sudah pasti meningkat dari tahun sebelumnya. Kita perkirakan dari angkutan jalan dari 5,3 juta penumpang meningkat menjadi 5,4 juta lebih penumpang. Angkutan SDP dari 3,2 juta penumpang meningkat menjadi 3,3 juta penumpang. Angkutan kereta api sama jumlahnya yakni 3,1 juta. Angkutan laut dari 1,1 juta penumpang meningkat menjadi 1,2 juta penumpang. Angkutan udara dari 1,7 meningkat menjadi 1,9 juta penumpang.
Berarti lonjakan penumpang pada tahun 2009 yaitu 14,6 juta dan sekarang 15,1 juta penumpang. Jadi pertumbuhannya 3,5 persen.
O ya, di daerah titik rawan apa saja yang dilakukan?
Kita sudah mengantisipasi pada beberapa titik. Yang terutama di Jawa yang paling krusial dan paling bermasalah. Memang daerah-daerah itu masih rawan sebab lalu lintas frekuensinya cukup tinggi.
Jadi, kita melihat bahwasanya di Nagrek dan penyeberangan Merak dengan fly overnya. Itu juga yang kita antisipasi betul, sehingga kita harapkan masalah ini jangan menghambat lalu lintas.
Makanya kami berkoordinasi dengan kepolisian terus menerus selama 24 jam untuk memantau jalannya mudik.
Soal kereta api gimana?
Kereta api kita naikkan volumenya yang biasanya 48 lintasan menjadi 65 lintasan per hari. Berarti hampir setengah jam, kereta api lewat. Sebab, jumlah kereta api dari 113 ditingkatkan menjadi 227 kereta api.
Bagaimana dengan angkutan lainnya?
O itu sudah kita kerahkan semuanya, dan sudah kita tingkatkan armadanya. Misalnya untuk angkutan jalan raya sebanyak 34.358 bus. Angkutan SDP 119 kapal, bahkan kita siapkan kapal ferry dan ro-ro yang dipersiapkan untuk mengangkut kendaraan roda empat dari pelabuhan Tanjung Priok ke Surabaya. Angkutan laut sebanyak 719 kapal, dan angkutan udara sebanyak 261 pesawat. Jadi, total semua 35.684 angkutan.
Kapan tim Kemenhub mulai melakukan pengawasan?
Kita sudah jalan untuk memantaunya. Sekarang kita turun pemantauan terus. Kita juga punya Posko di kantor perhubungan di lantai 7.
Berapa posko yang ada di jalan raya?
Banyak Posko yang kita buat. Kemudian kami bekerja sama dengan Polri untuk memberlakukan traffic management transport dengan memasang CCTV yang dikoneksikan dengan Kemenhub di seluruh posko untuk 22 lokasi. Pemasangan VMS di jalur Pantura dan Jalur Selatan. Kemudian penggunaan GPS direncanakan 7 perusahaan AKAP untuk memantau kondisi lalu lintas Jawa-Bali dan 1 perusahaan sudah digunakan jaringan jalan tol Padaleunyi, tol Cikampek, dan tol Bandara Soekarno Hatta.
Bagaimana dengan pemudik menggunakan sepeda motor, apakah dipantau juga?
Pasti dipantau dong. Apalagi diperkirakan peningkatannya sekitar 15 persen dari tahun lalu. Diperkirakan pemudik menggunakan motor 3,6 juta, dan mobil pribadi 1,3 juta.
Soal penertiban pasar tumpah di ruas jalan utama?
Itu juga pasti kita lakukan. Sekarang gini terdapat 78 pasar tumpah di jalan utama di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Ini memang berpotensi menimbulkan kemacetan di jalur utama Pantura.
Biasanya di Nagrek tergolong rawan, apa ada solusi?
Itu sudah diantisipasi, berbagai jalan alternatif sudah disiapkan. Petugas kita akan tetap memantau dan berada di daerah-daerah rawan ini.
Pembangunan jalan layang di pelabuhan penyeberangan Merak bisa menimbulkan kemacetan, gimana solusinya?
Itu juga sudah dibuatkan solusinya. Misalnya, lalu lintas dari Jakarta ke Merak diprioritaskan dan keberangkatan kapal setiap 15 menit.
Bagaimana dengan larangan beroperasi truk dan kontainer, kapan dimulai?
O ya, ini juga bisa menimbulkan kemacetan. Jadi, kita larang beroperasi mulai 6 September 2010 sampai 10 September 2010. Kemudian dilarang juga mobil barang membawa orang.
Tapi tetap diizinkan angkutan BBM/BBG, ternak, bahan pokok, dan barang antaran pos. Bahkan kita minta truk BBM disiapkan di posko-posko. Sebab, tidak jarang terjadi kemacetan gara-gara ada mobil kehabisan bahan bakar.
[RM]